Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2016

Piagam Pertama Aisyah

Seminggu terakhir bulan Ramadhan, Aisyah mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan di Islamic Centre Al-Mizan kompleks perumahan yang kami tempati sekarang.

Sebenarnya, pesantren kilat ini diperuntukkan untuk anak minimal usia 5 tahun, SD, dan SMP. Aisyah pastinya enggak masuk dalam persyaratan. Namun, setiap lewat IC aisyah ingin ikut, jadilah tiap pagi bunda dan aisyah ikut kegiatan pesantren kilat dan aisyah pun diizinkan mendaftar resmi.

Kegiatan pesantren kilat-nya cukup padat. Selain diajarkan dasar-dasar rukun islam dan rukun iman dalam bentuk cerita dan lagu, ada juga materi tentang nabi dan rasul yang dikemas dalam nonton bareng dan dialog antara anak dan ustad/ah sebagai pemateri. Materi lain yang disampaikan juga cukup menarik dengan tambahan kuis berhadiah. Aisyah mungkin belum terlalu paham dengan apa yang disampaikan, tapi ia terlihat cukup enjoy mengikuti kegiatan pesantren kilat sejak Pkl. 09.00 WIB hingga Pkl. 11.00 WIB.

Di hari terakhir kegiatan pesantren kilat ini, anak-anak praktek wudhu dan shalat di Mesjid Al Mizan tak jauh dari Islamic centre. Aisyah sudah ada seorang teman sebaya yang juga ikut. Namanya Shena. Rumahnya tak jauh dari tempat kami tinggal.


Selama praktek shalat, aisyah mengikuti dengan tenang. Begitu pula dengan Shena. Sampai ustadzah-nya foto-foto-in mereka sebagai peserta termuda dan sepertinya beliau gemas ๐Ÿ˜…

Di hari terakhir kegiatan pesantren kilat ini, ternyata anak-anak diberi penghargaan berupa piagam dan piala bagi 3 (tiga) peserta paling aktif selama kegiatan berlangsung. Selain itu, juga dibagikan snack untuk berbuka puasa. Alhamdulillah, aisyah senang sekali. Ketika namanya dipanggil untuk mengambil piagam, wajah aisyah terlihat sumringah dan berjalan cepat ke arah panitia๐Ÿ˜.

Sesampai di rumah, langsung menunjukkan pada ayah.

Alhamdulillah, ramadhan ini Aisyah sudah bisa mengaji dari "Alif" sampai "Ya". Hafal beberapa doa dan mulai QS. Al Fatihah. Semoga senantiasa shalihah dan menjadi Qurrata'ayyun bagi keluarga ya, Nak... lebih baik dari Bunda. Indah akhlak dan ibadah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Alhamdulillah, barakallah.... ๐Ÿ˜Š

Sabtu, 05 September 2015

Acara 17-an 2015

Setiap tahunnya, di Perumahan tempat kami bermukim saat ini 17-an agustus punya agenda bazar, berbagai lomba, dan jalan santai dengan banyak doorprize, dari yang kecil sampai barang elektronik yang cukup besar.


Kami mengikuti jalan santai, dreescode tahun ini baju merah, untung Aisyah punya baju merah oleh-oleh dari Batam :-D Alhamdulillah, Aisyah cukup kuat jalan mengikuti rute yang ditetapkan. Setiba garis finish, masing-masing dapat sepaket sarapan dengan menukarkan kupon peserta sambil ikuti pembagian hadiah doorprize.

Lamaaaa, nomor kami bertiga tidak keluar sebagai pemenang doorprize, sampai sayang ekpresi Aisyah yang entah bingung atau sedih melihat anak-anak lain yang duduk di sekitar kami hampir semua sudah memegang hadiah. Ayahnya sudah menghibur," ini just for fun, jangan sedih kalau kita enggak dapat berarti belum rezeki kita."

Tak lama setelah ayah aisyah menghibur Aisyah, jreng...jreng... nomor aisyah disebut panitia dan dapat doorprize tempat minum tupperware. Alhamdulillah, Aisyah senang bukan main. Senyum-senyum terus :-D


Disusul nomor undian bunda Aisyah dapat raket nyamuk, Alhamdulillah... :-)

Setelah dapat hadiah, hayuuu kita pulang. Hihihi, enggak ding, kami memang kebagiannya pas di akhir-akhir acara. Waktu pun sudah menjelang dzuhur, bunda belum masak makan siang, bunda pun kode untuk makan di luar *modus

Aisyah tertidur kecapean

Senin, 29 Desember 2014

Sepasang kura-kura milik Aisyah

Alhamdulillah, Aisyah dihadiahkan sepasang kura-kura oleh Ayah. Kemarin saat kami ke Semarang, ayah melihat penjual kura-kura di trotoar jalan. Senangnya bukan main. Beberapa hari yang lalu, kami melihat kura-kura kecil milik anak teman ayah dan berencana untuk memelihara kura-kura. Ayah, bunda, dan aisyah suka kura-kura.

Namanya kura-kura brazil, keren yah? Kami sih belum tau kenapa, apakah mungkin karena asalnya dari brazil? Kalau iya, jauh banget ya asalnya *_*

Sebelum membeli, bunda bertanya dengan bapak penjualnya seputar kura-kura yang akan kami pelihara. Makanannya, perbedaan jantan dan betina, sebanyak apa airnya, dan lain-lain. Teman-teman mau tahu jawabannya? Perhatikan baik-baik, ya....


Kura-kura jantan memiliki corak yang lebih sedikit dan jarang pada badannya dibandingkan betina yang coraknya lebih banyak dan rapat. Selain itu, warna tempurung kura-kura jantan juga lebih gelap dibandingkan yang betina. Makanan kura-kuranya sama seperti makanan ikan yang bulat-bulat kecil, biasa dijual di toko yang menjual ikan hias. Airnya sedikit saja, agar mereka tetap bisa mendongakkan kepalanya ke atas.

Setiap pagi dan sore, ayah dan aisyah selalu mengganti air di kotaknya. Saat airnya diganti, kura-kura kami letakkan di ember, kemudian mereka akan berenang cepat mengitari ember. Lucu, aisyah senang sekali melihatnya. Semoga kami bisa memelihara sepasang kura-kura ini dengan baik. Allahuma Aamiin.

Sabtu, 27 Desember 2014

Stop membandingkan, Bunda!

Alhamdulillah, sekarang Aisyah sudah berusia 14 bulan. Banyak perkembangannya yang membuat kami-saya dan suami bahagia sekaligus bangga padanya. Kami berusaha menjadi ayah dan bunda yang friendly bagi Aisyah. Namun ternyata, saya masih banyak kekurangan dalam mendampingi tumbuh kembang Aisyah. Saya masih saja ada rasa cemburu saat melihat kelebihan anak lain dan ingin Aisyah bisa. Padahal saya sadar benar, setiap anak ada masanya, ada lebih dan kurangnya. Astaghfirullah, maafkan Bunda ya, Nak... :')

Di perumahan tempat kami tinggal, ada beberapa anak seusia Aisyah. Kami sering bertemu saat jalan pagi, sekedar berpapasan sambil berbagi senyum atau sesekali mengobrol sejenak. Umumnya, obrolan seputar tumbuh kembang anak. Paliiiing sering tentang usia berapa anak mereka sudah bisa berjalan sendiri, mungkin melihat aisyah masih kami tuntun.
"Putra saya ini usia 9 bulan uda bisa jalan sendiri. Ini belum bisa jalan sendiri, toh? (Sambil melihat aisyah)"
"Anak saya hampir 10 bulan uda jalan, cepat banget jalannya (lihat Aisyah juga)"
"Paling lama biasa setahun uda bisa jalan, ya..."
dan lain-lain... Biasalah, kalau orang tua membanggakan kepintaran anaknya.

Tak dipungkiri, hal ini membuat saya sedih. Apalagi kemudian melihat video anak teman yang seusia aisyah uda bisa jalan di saat Aisyah baru bisa berdiri sendiri :'(

"Apakah Aisyah kurang stimulasi? Apakah ada masalah dengan kakinya?" Semua tanya dijawab lega dengan penjelasan dokter bahwa Aisyah baik,sehat, tulang kakinya normal, otot kakinya kuat.

Semua ada masanya. Stop membandingkan, Bunda!

Ya, cukup membandingkan Aisyah dengan anak lainnya. Ini hanya masalah jalan, bila tiba masanya ... Insya Allah, Aisyah pasti bisa berjalan seperti anak lain. Tiba-tiba, saya merasa malu dan menyusup perasaan bersalah karena kurang bersyukur. Bukankah untuk hal lain perkembangan Aisyah sungguh membahagiakan, sungguh memudahkan saya dalam berinteraksi dengannya.

Aisyah yang enggak pernah rewel. Aisyah yang sudah bisa membedakan kanan dan kiri, mengenal anggota tubuhnya. Dengan baik Aisyah bisa menunjukkan mana kaki kanan atau kiri, tangan kanan dan kiri, perut, hidung, telinga, kepala, mulut dan punggung saat kami menanyakannya. Mengetahui beberapa warna seperti purple, green, blue, orange, pink, yellow, red. Biasa saya cukup bertanya "Aisyah, warna blue yang mana?" Maka aisyah akan menunjukkan seprei, baju, atau warna lain yang berwarna biru. Demikian pula dengan warna lain.

Aisyah mengerti saat saya meminta tolong mengambilkan barang padanya. "Aisyah, tolong ambilkan kaus kaki Aisyah, Nak..." dengan sigap, dia akan mengambilkannya untuk saya. Barang lain seperti pakaian, sepatu, minyak kayu putih, dan banyak lagi. Bisa melambaikan tangan dadadadah, salam, tepuk tangan,mengekspresikan wajahnya dengan lucu. Bukankah hal-hal tersebut membuat kami bahagia dan senantiasa tertawa setiap hari?

Teringat saat saya sakit, Aisyah begitu anteng main sendiri tanpa mengganggu saya... seperti kebiasaan kami setiap hari, selesai bermain, semua mainan dirapikan dan dimasukkan di dalam tas, Aisyah melakukan semua kebiasaan itu tanpa mengganggu saya yang sedang tidur (tiduran). Ya, saya memang menanamkan kebiasaan rapi-rapi padanya. Masya Allah ... bahkan saat saya iseng bilang "Aisyah, tolong pijit tangan bunda sayang..." ia akan langsung ambil minyak kayu putih dan meremas-remas kecil tangan saya seperti memijit (meniru yang dilakukan ayahnya). Masya Allah... fabiayyi ala irabbikuma tukadziban... maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

mainan kesukaan Aisyah, kotak distorsi aneka bentuk, wiregame, dan buku-buku.

Semua yang ada pada Aisyah hingga hari ini bukankah begitu mewarnai hari, jadi stop membandingkan, Bunda!

Alhamdulillah, ketika saya sudah ridha dengan "keterlambatan" Aisyah berjalan... Allahu Akbar, sore hari di hari yang sama Aisyah tiba-tiba berjalan sendiri. Alhamdulillah, Masya Allah, Barakallah... Ana Uhibbuki Fillah, Aisyah Hilmiya Ahmad-putri kesayangan ayah bunda. :-*

Sabtu, 29 November 2014

Yuuuk, ke tempat Si Moo!

Di Kudus ada salah satu tempat favorit yang selalu diusahakan mampir kalau lagi ada pinjaman kendaraan jalan-jalan, tempat Si Moo- peternakan susu sapi muria. Aisyah senang main ke sana, melihat sapi perah yang gemuk-gemuk dan tentunya menikmati susu sapi segar dengan aneka pilihan rasa.

salah satu sudut di Peternakan Sapi Muria

Kebetulan, kemarin ada teman kantor Ayah Aisyah melaksanakan resepsi pernikahan di Pati, jadi pulangnya mampir ke tempat si Moo, secara dari Jepara-Pati kan melewati Kudus. Kedatangan kali ini si Moo lagi malas-malasan, Aisyah enggak tau kenapa ... padahal biasanya kalau Aisyah datang si Moo lagi main-main (hihi). Mungkin si Moo belum makan, mungkin juga karena sedang hujan membuat si Moo ingin santai, pinginnya sih main hujan, tapi enggak dijiinin sama Bapak pengawas, nanti Moo flu katanya. =-D

Para Moo di Peternakan Susu Sapi Muria, Kudus.

Selain melihat-lihat si Moo, Aisyah juga suka melihat banyak gambar hasil karya kakak-kakak TK dan SD yang dipajang di dinding dekat kandang peternakan. Bagus-bagus, lho! Sepertinya, peternakan ini juga sering mengadakan lomba menggambar dan mewarnai tingkat TK dan SD. Hasil gambar dan mewarnai terbaik dipajang di dinding peternakan.

Hasil karya lomba menggambar dan mewarnai di Peternakan Sapi Muria, Kudus.

Di sana juga ada menjual ular cobra dan biawak, tapi kami belum pernah melihatnya, hihihi, horor. :-D

Kita juga bisa melihat "isi pabrik" susunya. Waa, ada beberapa wadah besar untuk memanaskan susu. Susu yang disediakan juga ada berbagai rasa, lho... selain original, ada coklat, strawberry, melon, kopi, madu, atau sirup aneka rasa buah.

Melihat Dapur Susu Sapi Muria

Kami biasa membeli yang rasa original seharga Rp. 4000,-/gelas, coklat tawar Rp. 4.200,-/gelas, dan coklat manis Rp. 4.400,-/gelas. Susu aneka rasa itu dihasilkan dari susu sapi murni dicampur bubuk coklat, kopi, madu, aneka buah, atau sirup. Kalau Aisyah sih suka yang original aja. :-)

Hujan membuat aroma di sekitaran tempat kami duduk menjadi lebih "harum" dari biasanya. Maklum, lokasinya dekat kandang si Moo. Akhirnya, kami memutuskan untuk bungkuuus bawa pulang. Waktu berjalan pulang, kami berpapasan sama mobil yang membawa makanan si Moo. Makan yang banyak ya, Moo ... supaya sehat dan kuat!

rumput buat si Moo

Sampai rumah, Aisyah langsung menikmati susu sapi segarnya, Alhamdulillah ... Yummy!

Segelas susu segar original

Standing Party, Trend Masa Kini?

Hari ini, Insya Allah kami akan menghadiri resepsi pernikahan teman kantor Ayah Aisyah di Pati. Acaranya dimulai Pkl.12.00 wib, kami berangkat dari rumah sekitar Pkl.09.00wib pagi, mengingat jarak tempuh Jepara-Pati mungkin sekitar 1,5 jam, belum lagi kami berencana mampir ke Ada swalayan di Kudus sebentar, jadi kami berangkat lebih pagi.

Siap berangkat :-)

Kami tiba di Hotel Pati-tempat resepsi pada waktu yang tepat aka semua makanan masih penuh dan tamu undangan belum terlalu ramai. Selain hidangan utama (nasi dan lauk pauknya), disajikan pula sate kambing, gelantin, soto kerbau, aneka bubur, bakso, nasi gandul khas pati, juga jus jambu, jus melon, dan es kristal, hmmm ... langsung deh mata ini blink..blink, hihihi, niatnya kan emang mau makan siang, kudu nyobain semua ini, uda jauh-jauh datang dari Jepara, hahaha :-D

Sebelum ngomongin makanan yang bikin ngiler itu, mau cerita dulu tentang pengantinnya yang cantik mengenakan pakaian modern ala princess yang bawahnya dipasangin kawat biar tetap bulat mengembang juga hijab pengantin modern tanpa sunting, jadi nggak berat. Sayang enggak sempat fotoin pengantinnya. Nah, jadinya dari masuk semua tamu disambut sama pagar ayu dan pagar bagus yang terdiri dari kerabat kedua mempelai (paman dan tante) sampai ke atas panggung pelaminan, begitu pula turunnya, membentuk letter U terbalik. Di tengah ruangan tempat stand aneka makanan disajikan.

Di sini, saya jadi ingat resepsi pernikahan yang diadakan di Aceh. Kalau di Aceh, umumnya kita datang makan baru saat hendak pulang kita ke pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin dan orang tuanya. Kalau di sini, salam dulu baru makan.

Sayangnya, ini adalah standing party. So, enggak ada satu buah bangku-pun yang disediakan. Mau makan nasi ataupun jajanan, ya... semua sambil berdiri. Saya pribadi, merasa tidak nyaman makan sambil berdiri, apalagi makan nasi, rasanya seperti ada perasaan berdosa atau apa gitu yang enggak enak. Semua makanan yang tersaji-pun yang semula terlihat begitu menggiurkan menjadi kehilangan selera bagi saya.

Akhirnya kami keluar aula hotel tempat acara resepsi diselenggarakan sambil membawa jajanan, berharap ada sudut yang bisa dijadikan tempat duduk, tapi nihil. Ujung-ujungnya kami selonjoran di lantai dan tidak makan hidangan utama, cukup menikmati jajanan dan minum sebagai penghilang dahaga. Menyesal? tidak juga, hihihi, terpentingnya kan niat utama kami menunaikan undangan sudah terlaksana. :-)

Saya kembali teringat sekaligus semakin rindu dengan suasana di Aceh. Semewah, se-wow apapun resepsi pernikahan yang diselenggarakan, selalu tersedia kursi bagi tamu undangan untuk makan, meski kursi yang disediakan mencapai ribuan kursi seperti resepsi pernikahan anak tetangga kami dulu. Dimana-pun tempatnya, dari rumah, gedung sosial, BKOW, AAC dayaan dawood, sampai hotel hermes sekalipun, baik yang menyelenggarakan pengusaha, pejabat, sampai orang kaya 7 turunan, belum pernah saya dapati standing party di Aceh, betapa nyamannya suasana perbaikan gizi di Aceh #eh.

Begitulah, saya memang sering melihat standing party melalui televisi, tapi saya kurang tau apakah standing party telah menjadi trend party masa kini?

Berhubung sudah dzuhur, kami memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu sore sampai di rumah. Tapi, di tengah jalan hujan deras sekali hingga jarak pandang sepuluh meter tak tampak sama sekali, kami menepi menunggu hujan agak reda. Alhamdulillah, beruntung kami tadi datang dengan menumpang mobil kantor, enggak kebayang bagaimana jika kami mengendarai motor membawa Aisyah dengan hujan sederas itu.

Sampai di Kudus, kami mampir di peternakan sapi untuk membeli susu segar, ceritanya di sini

Memasuki Jepara kami mampir di Taman Kopi membeli lauk makan malam karena saya tidak masak dan kurang makan siang plus tidak sarapan pagi karena awalnya berekspetasi tinggi bakal makan siang banyak di kondangan, hahaha.


Saat sedang menunggu pesanan datang,
"Ayah, tadi masukin amplop-nya dimana? Kok bunda enggak lihat kotaknya"
"Lho? bukannya amplopnya sama bunda? kotaknya kan di samping buku tamu yang kita isi tadi?"
"HAH? Masa sih sama bunda amplopnya?"
Check dompet, amplopnya masih ada... hahaha.
"Ya ampuuuun, jadi tadi kita jauh-jauh ke Pati beneran makan gratis?" *tutup muka


Hihihi, tetap Alhamdulillah .... :-)

Sabtu, 01 November 2014

Coffee Break Tanggal 33

Huwaaaa, ternyata bulan oktober ini sampai tanggal 33, hihihi... kalau kata status teman "sakitnya tuh di sini ... di dalam dompet" :-D
Begitulah kalau tanggal 1 kena di hari Sabtu, takdir pekerja yang tak bisa dielak :-D

Biasanya tuh, makin kere makin pingin makaaaaan aja bawaannya :-D tapi kan kalau beli mihil, lagipula mending dipakai buat belanja masak lauk. Tapi lagi, mulut ini maunya ngemiiiil mulu (gimana enggak tambah melar, yak! :-D). Finally, berbekal bahan yang ada di rumah, jadilah bunda Aisyah ini bikin Roti Sobek buat coffee break di tanggal 33 ini. Hasilnya, taraaaa .... lembut, enak di rasa enak di kantong, hihihi.


Semalam pakai isinya coklat keju dengan resep berikut :

RESEP DASAR ROTI EMPUK
Sumber: N C C

Bahan:
500gr Tepung terigu Protein Tinggi (ex:Cakra – Bogasari)
100gr Gula Pasir
25gr Susu Bubuk
4 Kuning Telur
11gr Ragi Instant (1 bungkus standar)
3gr Bread Improver
130ml Susu Cair
100ml Air Es
100gr Mentega + Margarine
1 sdt Garam

BahanOlesan :
Susu Evaporasi

VariasiIsi :
Meises, Keju Parut, Abon, Cokelat, DLL

CaraMembuat :
- Campur semua bahan kering, KECUALI garam,aduk rata.
- Masukkan Susu Cair, kuning telur, aduk danuleni sampai rata.
- Masukkan mentega-margarine dan garam,ulenin lagi sampai kalis dan elastis. Istirahatkan adonan selama 15 menit.
- Kempiskan adonan, adonan siap diolah dan dibentuk.
- Potong dan timbang adonan @50gr atau sesuaiselera, bulatkan sempurna. Istirahatkan kembali selama 15 menit, lalu bentukdan beri isian.
- Diamkan kembali selama 30 menit atau sampaimengembang sempurna (final proofing)
- Oles permukaan dengan bahan olesan.
- Panggang dengan suhu 180-200 derajatcelcius selama +/- 20 menit atau hingga matang.
- Angkat. Panas-panas langsung olesin lagi permukaannya dengan mentega.

Hasilnya jadi empat loyang, begadang romantis sama ayah aisyah sampai Pkl.00.00 wib tungguin di roti dipanggang. Mulai nguleni adonan uda hampir Pkl.21.00 wib juga, sih.

loyang terakhir sebelum dipanggang

Walau bergadang sampai loyang terakhir agak gosong karena ngantuk, semua terbayar dengan lahapnya aisyah menikmati roti sobeknya, Alhamdulillah :-)


hihihi, inilah suguhan coffe break weekend tanggal 33, hihihi ... bye-bye sakitnya tuh di sini :-D



Senin, 20 Oktober 2014

Happy 1st Birthday, Aisyah!

Alhamdulillah, hari ini Aisyah genap satu tahun. Rasanya, ayah dan bunda bahagiaaaaa melalui hari-hari bersama Aisyah. Semoga seluruh doa indah senantiasa tercurah atas Aisyah, cinta dan kebanggaan ayah-bunda. Allahumma Aamiin.

Di tahun pertama ini, ayah-bunda ingin memberikan sesuatu yang istimewa buat Aisyah. Namun, dalam keterbatasan dana keadaan bisa enggak, ya?

Dengan mata berkaca-kaca, Bunda ngitungi isi dompet(lebay), hihihi "kayaknya enggak mungkin deh bikin acara syukuran di hari ultah aisyah" :-D. Ngomong-ngomong sama ayah, "gimana kalau buat birthday cake aja?". Bunda check bahan kue completed, Alhamdulillah. Bunda juga check kain flanel yang dikirim nenek dari Banda Aceh, cukup buat ucapan selamat ulang tahun di dinding. Terakhir, bisa beli balon warna-warni. Selain biar ceria, kami ingin tahu, Aisyah takut enggak sama Balon, mengingat Aisyah takut sama semua benda bulat yang besar. So, sehari menjelang ulang tahun Aisyah yang pertama, ayah dan bunda sibuk-sibuk memeriahkan rumah, hihi.

Berbekal dua potong persediaan ayam di kulkas, kentang, tahu dan tempe, Alhamdulillah, bunda juga bisa menyediakan nasi tumpeng di hari istimewa Aisyah, biar sederhana bersahaja yang penting yummy, bahagia melihat ayah dan aisyah makan masakan bunda dengan lahap.

pernak-pernik bla...bla...ultah Aisyah

suasana ulang tahun pertama aisyah:-D

Di samping semua itu, syukuran usia Aisyah yang pertama ini juga mengapresiasi kelulusan S2 ASI dan MPASI homemade Aisyah, Alhamdulillah... sekarang uda bisa makan makanan yang lebih beragam, running sugar and salt! *meski tetap dibatasi jumlahnya :-)


Besoknya buka beberapa kado, paling senang sama kado pemberian ammah farida, jauh-jauh dari Singapore. Jazakillah khair, Ammah... semoga bisa selesai study-nya sesuai target waktu dengan prestasi yang membanggakan. Allahumma Aamiin. :-)

Aisyah excited banget diijinin makan Hershey's white chocolate (- -")

Barakallahu fii umruki, Aisyaaaaah :-*

Jumat, 18 April 2014

Hari Kelulusan S1 Aisyah

Jreng... jreng...Alhamdulillah, Jumat/ 18 April 2014 dengan izin Allah, Aisyah bisa lulus S1 ASI Eksklusif. Tak terasa sudah 6 bulan usia Aisyah, yeyeye ... sekarang uda bisa mulai makan ini itu. Pasalnya selama ini Aisyah cuma bisa lihatin kalau ada yang makan sambil ngences-ngences gimana gitu ... :-D


Terima kasih Ayah yang telah mengurus sertifikat Aisyah :-*

Pertama-tama, Alhamdulillah syukur kepada Allah karena hingga hari ini Aisyah dikaruniai kesehatan,begitu pula ayah, bunda, dan nenek yang mendukung program ASIX Aisyah. Kalau enggak, tiap Aisyah mulai menatap sendu sambil mulutnya nyam-nyam ngences lihat orang makan, pasti sudah dikasih makanan, deh. Alhamdulillah, berhasil sudah dilewati ujian itu, terutama buat Aisyah, kami bangga dengan kesabaran Aisyah menghadapi cobaan makanan yang berkali-kali dipamerin doang. hihihi, we proud you, dear ... *cium

jadi...jadi... sebenarnya bunda sejak jauh-jauh hari uda semangat menyambut hari bersejarah ini, hihihi. Mulai dari baca-baca literatur tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), googling menu MPASI homemade seperti yang ayah bunda rencanakan, tanya sana sini sama yang uda ngejalani MPASI duluan, nyiapin table evaluasi, sampai rajin hunting bahan makanan buat MPASI Aisyah di pasar, hihihi.

Finally, MPASI pertama Aisyah hari ini adalaaaah mandarin baby orange juice mixed ASI.Mau bilang jus jeruk campuk ASI aja ribet banget yak :-D


Ternyata, bukan bunda aja yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini (hihihi), ayah, ammah, nenek, dan abusyik juga semangat untuk menyaksikan Aisyah makan. Sayangnya karena kita lagi LDR-an sama ayah, jadilah ayah cuma bisa menyaksikannya via video call *terima kasih penemu videocall :')Sedangkan ammah,meski sedang sibuk sekali dengan kuliah dan tugasnya yang seabrek, stres, capek, ga tidur dua malam, tetap bela-belain izin sama teman-temannya buat online saat moment special ini *terima kasih, Ammah ... Aisyah sayang Ammah :-*

Awalnya, ekspresi Aisyah meringis-meringis gimana gitu, bunda sampai khawatir, jangan-jangan asem, tapi ternyata ... Aih, suapan selanjutnya Aisyah lahap banget. Waktu bunda icip sedikit rasanya manis. Habis sampai tuntas, sambil senyum sumringah dan masih ngeliatin tempat makannya yang uda kosong. Alhamdulillah :-)


MPASI ini juga bukan tanpa cobaan. Pasalnya, selain berencana untuk menyajikan MPASI homemade,sesuai panduan kesehatan semua menu makanan Aisyah juga harus no salt and sugar up to one year. Jadi bunda kudu berstrategi menyajikan rasa alami dari sayur atau buah agar Aisyah tetap bisa tahu bagaimana rasa manis, asam, asin. Semoga semangat bunda enggak cuma panas-panas taik ayam, semoga Allah memampukan dan memudahkan. Allahumma Aamiin. *ikat kepala kepalkan tangan semangat!

Harapannya, selain sukses MPASI, Aisyah juga bisa lulus sampai S3 ASI. Allahumma Aamiin. Mohon doa dan bimbingannya ya tante,om,ammah,ami,pak wa, auntie, kakak,abang dan semua yang Aisyah sayang, love you all because of Allah, muach ... :-)

Minggu, 02 Maret 2014

HANYA CINTA YANG BISA

Alhamdulillah karena pertolongan Allah, tanggal 23 Oktober 2013 lalu saya dapat melahirkan putri pertama kami dengan selamat setelah berjuang selama dua hari di ruang bersalin. Rasa syukur, haru, bahagia bercampur jadi satu. Menjadi seorang ibu adalah rezeki paling indah dari Allah.

Kebahagiaan saya semakin bertambah ketika ternyata Rumah Sakit tempat saya bersalin menerapkan program IMD ( Inisiasi Menyusu Dini), Subhanallah… rasa bahagia saat IMD membuat saya lupa kalau saya sedang “diobras” saat itu, benar-benar tak terasa sakitnya. Padahal saya dijahit selama DUA JAM karena banyaknya robekan saat persalinan. Setelah bayi saya selesai IMD baru terasa sedang dijahit, tapi untung sudah hampir selesai.Rasa bahagia bisa menyusui putri kami di jam pertama kehadirannya membuat saya tenang, se hingga rasa sakit saat penyelesaian jahitan tak terlalu saya rasakan.

Bisa IMD pasca bersalin bukan berarti setelahnya berjalan mulus. Saat dipindah ke ruang rawat inap, tubuh saya tak bisa digerakkan. Tulang belakang saya dari tulang ekor sampai leher rasanya seperti mau patah jika digerakkan. Kata dokter, tulang belakang saya mengalami trauma. Padahal, bayi saya sudah menangis kejer. Perawat, mertua, dan ipar saya mendesak saya untuk memberikan sufor.

Alhamdulillah, suami pro ASI. Sejak saya hamil, kami rajin membaca artikel tentang keutamaan ASI. Beliau menyemangati saya kalau saya pasti kuat, pasti bisa. Beliau memberanikan diri menggendong putri kami dan mendekatkannya pada saya. Melihat wajah mungilnya, rasa cinta terasa membuncah dalam dada saya, saya mencoba menahan sakit dan menggendongnya dengan posisi setengah berbaring. Alhamdulillah, saat menyusui saya tidak merasakan sakit di tulang punggung dan bisa menyusuinya hingga ia tertidur. Subhanallah, hanya cinta yang bisa ….

Dua hari kemudian, saya pulang ke rumah. Tempat tidur di rumah tentu tak sama dengan yang di Rumah Sakit bisa di setting sesuai posisi nyaman kita. Saya belum bisa duduk sendiri, harus dibantu orang lain, suami sudah mulai masuk kantor. Setiap kali akan menyusui, posisi saya setengah berbaring, akhirnya putri kami, boro-boro mau menyusu, ia malah nangis kejer setiap kali saya gendong. Mendengar putri saya nangis, ibu mertua saya langsung datang dengan sufor dan mengambil putri saya dari gendongan saya. Hal ini membuat saya depresi berhari-hari. Saya stres setiap kali mau menyusui. Akhirnya, saya mogok menyusui sampai beberapa hari. Tapi, setiap kali melihat putri saya diberi sufor, hati saya sakit sekali, saya menangis.

Lagi, peran suami sangat menentukan. Beliau tak bosan memberi sugesti dan support pada saya dengan penuh kelembutan. Mengingatkan kembali komitmen awal kami untuk memberikan ASI Eksklusif untuk putri kami. Komitmen untuk menyusuinya hingga lulus S3 ASI.
Saya kembali membaca berbagai pengalaman para bunda yang menyusui anaknya dari beberapa group pro ASI yang saya ikuti. Bukan hanya saya yang memiliki “kendala” saat menyusui. Tapi, jauh lebih banyak yang semangat dan sukses menyusui hingga dua tahun bahkan lebih. Padahal, kebanyakan dari mereka adalah working mom. Masa saya yang full time mom enggak bisa, sih?

Support suami dan pengalaman para bunda yang saya baca membuat saya kembali semangat untuk menyusui putri kami. Semangat untuk menjalani fisioterapi. Minimal saya harus bisa duduk benar untuk menyusui anak saya. Tak mudah memang, bukan sekali dua setiap kali saya gendong putri saya malah nangis kejer sampai badannya hampir membiru. Sempat down lagi karena khawatir. Tapi, saya sangat mencintai putri saya. Saya ingin memberikan yang terbaik dan ASI adalah yang terbaik menurut saya.

Tapi bagaimana ya, baru digendong saja sudah nangis kejer … :’( Akhirnya, saya memberikan ASIP untuk putri saya. Nah, ternyata memberikan ASIP juga enggak gampang. Awal-awal memompa, saya hanya dapat sekitar 20ml-50ml dari kedua PD. Padahal saya sudah banyak minum dan makan sayur serta buah. Haduh, ini juga membuat stres “jangan-jangan ASI saya sedikit”.

Baca- baca lagi, “Oh, ternyata harus rajin dipompa agar ASI-nya banyak. Harus rileks dan positive thinking, karena ASI itu kerja otak. Diproduksi sesuai permintaan. Semakin banyak permintaan, semakin banyak diproduksi.” Saya coba jalani, konsisten memompa setiap 2-3 jam sekali. Alhamdulillah, semakin lama ASIP yang saya hasilkan dapat semakin banyak, bisa hingga 350ml sekali pompa. Subhanallah, hanya cinta yang bisa ….

Tujuh minggu pasca melahirkan, saya baru bisa jalan sedikit-sedikit dan sangat pelaaan sekali. Saya bertekad, harus bisa menyusui langsung. Ternyata, menyusui itu memang enggak mudah saudara-saudara …. Kurang cukup jika hanya dengan modal semangat. Butuh tekad yang kuat, butuh kesabaran yang tak terbatas, butuh kuping yang tebal, butuh dada yang lapang melebihi lapangan sepak bola, dan yang terpenting butuh cinta yang unlimted.

Kenapa?
Karena hanya cinta yang bisa membuat tekad kita enggak terkikis saat bertabrakan dengan kendala-kendala saat menyusui. Karena hanya cinta yang bisa membuat kesabaran kita seperti tak ada habisnya untuk berusaha menyusui buah hati kita. Karena hanya cinta yang bisa membuat kuping kita kebal dengan omongan orang tentang komitmen kita memberikan ASI pada buah hati kita. Karena hanya cinta yang bisa membuat kita berlapang dada dengan tanggapan sinis, kritik tajam, omelan orang-orang di sekitar yang mungkin menganggap kita enggak mampu menyusui, ASI kita sedikit, enggak bagus, sampai enggak sayang anak karena dibiarkan menangis. Karena hanya cinta yang bisa membuat kita mencari informasi dan menambah wawasan sebanyak-banyaknya tentang ASI sehingga akhirnya kita bisa mematahkan opini orang-orang tentang komitmen kita untuk menyusui buah hati kita. Dan, karena cinta Allah-lah yang membuat kita bisa meng-goal kan niat menyusui kita hingga sukses.

Alhamdulillah, sejak usia delapan minggu ‘Aisyah Hilmiya Ahmad – putri kami, sudah menyusui langsung dan tidak mau lagi dikasih ASIP. Bahagianya… hanya cinta yang membuat segalanya menjadi nyata! :-)

Buat bunda yang masih berjuang untuk menyusui, saya ingin berbagi tips dan trik-nya berdasarkan pengalaman saya, yaitu :
- Banyak Membaca. Cari info sebanyak-banyaknya tentang ASI. Manfaatkan teknologi untuk search dan gabung di group yang pro ASI. Ini berguna banget buat mempertahankan komitmen kita untuk menyusui dihadapan orang-orang yang enggak terlalu pro ASI.
- Tenang. Ini penting banget saat menyusui langsung. Meskipun awalnya bayi nangis kejer saat kita gendong, namun kalau kita tenang, Insya Allah ia juga akan tenang. Kalau kita panik saat dia nangis, maka bayi kita akan semakin nangis kejer, seperti kontak batin gitu.
- Bahagia dan Positive Thinking. Berusaha untuk bahagia dan positive thinking kalau ASI kita pasti cukup. Kalau kita pasti bisa menyusui bayi kita. Jangan stres, meskipun mungkin puting kita masuk, rata, atau payudara kita tidak besar, yakinlah, itu enggak ngaruh, selama terus berusaha untuk happy and positive thinking, Insya Allah ASI kita enggak akan kurang.
- Rajin. Baik menyusui langsung atau pun ASIP, kuncinya rajin. Rajin menyusui dan atau rajin memompa ASIP. Ingat! ASI itu sesuai permintaan. Semakin sering/banyak permintaannya, semakin banyak produksinya.
- Evaluasi. Kegiatan menyusui juga perlu evaluasi lho … Pengalaman saya saat menyusui langsung, bayi saya pernah beberapa kali tidak BAB selama dua minggu. Padahal setiap hari saya rajin pijat ILU dan membuat gerakan seperti ngayuh sepeda pada bayi saya. Walaupun katanya kalau perutnya enggak keras dan bayinya enggak rewel, berarti aman, saya tetap khawatir juga. Untuk itu, perlu evaluasi 3F (Fluid, Food, Fitness). Ayo check, dimana “salahnya”.

Itu dulu dari saya, semoga bermanfaat. Ayo, semangat lulus S3 ASI! 

Kamis, 27 Februari 2014

Menularkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Di sosial media yang saya ikuti, saya ada bergabung di beberapa group yang menurut saya dapat menambah pengetahuan positif dan bisa sharing problem serta solusi dengan para member lain maupun pakar dibidang yang berkaitan dengan group tersebut. Nah, bukan sekali dua kali lho, di group tertentu terjadi "kerusuhan" diantara member karena tidak membaca tuntas article atau informasi yang diposting. Kalau yang begini ini, comment-nya bisa sampai ratusan.

Seringnya juga, member bertanya hal-hal yang sudah berkali-kali ditanya member lain dan sudah berkali-kali pula dijawab. Padahal kalau ia mau scrool ke bawah atau baca-baca file di group, pasti ketemu jawabannya, di google juga banyak. Ada juga yang sudah membaca tapi masih gagal paham dan memicu kerusuhan. Begini ini bisa jadi karena jarang membaca. Terus terang, saya termasuk orang yang terganggu ngerasa gimana gitu sama yang beginian, hihihi.

Berangkat dari secuil kasus tersebut, saya berusaha tidak menjadi "si malas membaca" dan saya juga tidak ingin anak-anak saya menjadi golongan si mame (si malas membaca, red). Untuk itu, sejak awal kehamilan saya sudah mulai mencicil buku buat investasi anak-anak saya. Jangan salah, lho ... buku itu investasi jangka panjang. Makanya saya miris banget lihat orang tua yang lebih pelit untuk beli buku buat anak-anaknya daripada beli baju. Di samping itu, biar saya ada bahan bacaan juga karena selama hamil saya di rumah saja, sedangkan saya tidak membawa satu buah pun buku anak koleksi saya ke Jepara (nyesel), kalau dikirim ongkirnya beraaaaat mahalnya.

Oya, satu lagi... saya tuh senang banget lihat anak-anak teman di FLP Aceh yang gemar membaca, seperti anak Kak Fida- Hamdi dan Ahza, anak Kak Beby - Sulthan, Geubrina, Genta, anak Kak Aini- Akib, dan lain-lain. Pokoknya senang aja lihat anak-anak asik baca buku daripada asik nge-games (online) atau nonton televisi siaran indonesia yang kebanyakan enggak benernya (ini menurut saya lho,ya ....). Saya ingin anak-anak saya nantinya dapat seperti mereka. Aamiin.

Setelah saya baca-baca, ternyata membacakan buku untuk bayi bisa merangsang penglihatannya. Waaa, makin lancar nih kedip-kedip sama suami buat beli buku, hihihi.

Saya mulai membacakan buku cerita bergambar untuk 'Aisyah-putri saya, sejak ia berusia lima minggu. Awalnya, 'Aisyah belum focus, masih noleh kesana-kemari. Namun, lama-lama setiap dibacakan buku cerita, ia selalu melihat ke arah buku dengan serius.


Alhamdulillah, 'Aisyah termasuk anak yang teratur. Mulai dari tidur, ngASI, hingga poop selalu di waktu yang sama setiap hari. Misalnya pagi ia selalu bangun menjelang shubuh. Sekitar Pkl.7.30wib setelah ayahnya berangkat kerja mandi, kemudian dibacakan buku, hingga sekitar Pkl.8.15-9.00wib ia pasti tidur sampai menjelang ayahnya pulang makan siang.

Pernah saat saya kena flu berat, saya tidak membacakan buku cerita untuknya. Alhasil, 'Aisyah tidak tidur sampai Pkl.10.00wib. Begitu saya bacakan buku,tak lama ia tertidur. Oleh karena itu, saya berusaha untuk konsisten membacakan buku untuknya setiap hari. Biasanya pagi hari setelah dimandikan, dibacakan buku, setelah itu cukup dimiringkan posisi tidurnya (sekarang uda bisa miring sendiri), tak sampai lima menit biasanya ia langsung tertidur. hihihi, Alhamdulillah, enggak perlu kompeng atau di puk-puk.


Posisi tidur favorit 'Aisyah :-D

Khusus weekend, ayahnya yang bertugas membacakan buku cerita .... :-)


kalau ayahnya yang membacakan lebih seru :-D

Sejak usia dua bulan, 'Aisyah sudah mulai rajin ngoceh-ngoceh. Setiap selesai dibacakan buku atau lucunya kalau buku yang sama sampai berulang kali, ia akan mengoceh panjaaaang sekali, seolah-olah ia menceritakan kembali apa yang baru dibacakan atau protes atas buku yang dibacakan berulang kali.


Sekarang, setiap kali melihat saya memegang buku, 'Aisyah semangat sekali. 'Aisyah juga sudah bisa dibacakan buku sambil duduk dan membalik halaman bukunya sendiri, hihihi, kebetulan lembaran bukunya tebal. Alhamdulillah, barakallah ... semoga 'Aisyah senantiasa menjadi insan senang membaca dan cinta buku ya, Nak .... Agar enggak sering missunderstanding sama informasi yang ada. Allahumma Aamiin. :')



ekspresi 'Aisyah (4 bulan) saat baca buku, selalu antusias, Alhamdulillah .... :-)

hihi, ini tulisan makin ke bawah makin enggak nyambung sama awalnya, hihihi.


Jumat, 04 Oktober 2013

Ngidam Salah Sasaran

Umumnya, saat hamil yang merasakan ngidam, ingin ini ingin itu adalah si calon ibu. Namun, dalam kasus rumah tangga saya pada kehamilan anak pertama ini, yang merasakan ngidam itu (sepertinya) justru suami saya, sedangkan saya kebagian huwek-huwek dan lemesnya saja .... :-D

Mungkin memang benar kata orang, ngidam itu adalah keanehan. Bagaimana tidak, saya kerapkali terheran-heran sampai tersenyum geli dengan "ngidam yang dirasakan suami saya". Mulai dari makan mangga muda, kepingin bubur mutiara, sampai kegemarannya selama saya hamil ini yang rada "aneh". Suka warna-warna cerah, seperti pink, merah, orange, ungu muda, OMG! Padahal, selama hamil ini saya lebih cenderung senang pada warna-warna netral, coklat, biru dongker, dan semua yang praktis. Daaaan, suami saya juga senang menguncir rambut yang sejumput rumput :-D *jangan-jangan anak kami perempuan nanti.

Banyak lagi ngidam anehnya yang enggak dapat saya ungkapkan di sini, yang pasti lucu dan bikin si suami tersipu malu kalau kami flashback ceritanya :-D

Sesuatu yang aneh juga terjadi pada saya, sejak anak dalam kandungan saya sudah mulai memberikan "gerakan", itu rasanya kompak banget sama ayahnya aka suami saya. Kalau suami saya tidur hadap ke kanan, saya ke kiri, tak lama kemudian calon anak kami ini seperti meminta saya hadap ke kanan juga, begitu pula sebaliknya, pokoknya maunya mengikuti arah tidur ayahnya. Mulai dari gerakan halus sampai gerakan heboh terjadi di dalam perut jika saya tidak ikut arah tidur ayahnya, begitu arah tidur sudah sama, langsung deh anteng si calon anak (_ _!)

Begitu pula jika sudah jam pulang kerja suami saya, calon anak kami akan bergerak-gerak, apalagi kalau mendengar suara salam suami saya dari pintu, tambah heboh. Kalau lagi anteng aka diam, dipanggil-panggil ayahnya, cepat banget responnya, apalagi kalau diajak ngobrol, berasa "nih anak kok masih dalam perut uda kompak banget sama ayahnya!" :-)

'Nak, nanti shubuh bangunin ayah sama bunda, ya!"
Dan, menjelang adzan shubuh, calon anak kami ini pasti sudah bergerak-gerak, kalau saya masih tidur, gerakannya akan bertambah heboh sampai saya benar-benar terbangun.

Kalau sudah lewat Pkl.22.00wib masih bergerak-gerak, lalu suami saya bilang : "Nak, uda malam, tidur yuk, jangan bergadang, biar besok pagi bunda lebih fresh (kayak ikan-fresh)"
langsung gerakannya mulai pelan dan kemudian anteng dalam perut. Weleh-weleh, luar biasa ....

Selamat menikmati proses menjadi ibu, hal yang benar-benar luar biasa, fabiayyi alaa irabbikuma tukadziban, Alhamdulillah .... :-)

Kamis, 12 April 2012

Inventaris Buku (lagi)

Berhubung Bukunya banyak yang tercecer dan lupa pernah punya buku..ntah karena lupa dicatat atau sebab lainnya, jadinya inventaris buku (lagi).. Ternyata buku seriusnya (tetap masih) dikit banget,,,T_T



Anak

1. Seri Siraah Shahabiyah For Kids (Balita) : 18 Jilid

a. Umar Bin Khatab

b. Mushab Bin Umair

c. Ali Bin Abi Thalib

d. Abu Dzar Al Ghifari

e. Ammar Bin Yasir

f. Abdullah Bin Rawahah

g. Salman Al Farisi

h. Abu Bakar Ash Shiddiq

i. Khalid Bin Walid

j. Mu’adz Bin Jabal

k. Amri Bin Ash

l. Abdurrahman Bin Auf

m. Hamzah Bin Abdul Muthalib

n. Sa’ad Bin Abi Waqqash

o. Utsman Bin Affan

p. Zubair Bin Awwam

q. Abdulllah Bin Ummi Maktum



2. Seri Sali Dan Saliha : 12 Jilid

a. Subhanallah, Allah menciptakan Bulan

b. Subhanallah, Allah menciptakan Kabut

c. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Garam

d. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Gelas

e. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Sendok dan Garpu

f. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Pensil

g. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Sabun

h. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Tahu

i. Subhanallah, Manusia Bisa Membuat Piring

j. Alhamdulillah, Aku Punya Darah

k. Alhamdulillah, Aku Punya Leher

l. Alhamdulillah, Aku Punya Kuku



3. Seri Panca Indera For Kids

a. Sense of Hearing : Telinga/Ear

b. Sense of Smell : Hidung/ Nose

c. Sense of Sight : Mata/ Eyes

d. Sense of Touch : Kulit/ Skin

e. Sense of Tongue : Lidah/ Tongue



4. Pelangi Hadist For Kids ( Banyak yang hilang, tinggal 3 buku :nangis)

a. Aku Senang Silahturrahim

b. Aku Senang Bersedekah

c. Aku Senang Menyebarkan Salam



5. Mengenal Asmaul Husna Lewat Dongeng : Islamic Princess (Banyak yang hilang juga T_T)

a. Princess Shamadina dan Tiara Ratu

b. Cita-cita Princess Waaritsya

c. Princess Haqqiya dan Guci Kesayangan Ratu

d. Princess Wahhabidah dan Keajaiban Bunga Lotus.



6. Seri Kalimat Thoyyibah For Kids (Sisa satu buku doang yang ada di rumah T_T)

a. I Can Say Masya Allah

b. I Can Say Insya Allah

c. I Can Say Alhamdulillah

d. I Can Say Salam

e. I Can Say Bismillah

f. I Can Say Subhanallah





7. Serial Cerita Dunia

a. Cinderela

b. Pangeran Katak dan Teka Teki Naga



8. ESQ Series for Kids : for 3-6 years

a. The 4 Magic Words

b. When Nino Was Sick

c. A Special Gift

d. I Miss My Dad



9. Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids

10. Juz ‘Amma for Kid

11. Aku dan Hobbiku : Hai.. Aku Suka Menari

12. Seri Akhlak for Kids : Oni dan Semut Hitam

13. Kenapa Halal, Kenapa Haram For Kids

14. Edutivity for Kids : Dot to Dot

15. Mahir Berbahasa Inggris for Kids

16. Puzzle Book : My Activity

17. Puzzle Book : Islamic Princess

18. Puzzle Book : Hidup Sehat

19. Kisah – kisah Moral : Merajut Cinta Ibu dan Ananda

20. Dongeng Jerman : Pertolongan Rumpelstiskin

21. Brainy Baby : Laugh and Learn

22. Seri Mewarnai : Marie Si Kucing Manis

23. Seri Mewarnai : Mengenal Alam

24. Seri Cerdas Tangkas for Kids : Gurun Sahara

25. Meningkatkan IQ Anak, 3-6 tahun

26. Super Test IQ, 3-6 tahun

27. Cerdas Matematika TK

28. Mengenal Warna, Bentuk, Ukuran, Tempat for Kids

29. Metode Cepat Calistung, 4-6 tahun

30. Mahir matematika TK

31. Jarimatika seri 1 dan 2 (Septi Peni Wulandari)

32. Kumpulan Soal Latihan Masuk SD

33. 101 Games Cerdas dan Kreatif for Kids

34. A-Z Mendidik Secara Cerdik (Ratna Ningrum. Oase Books Education)

35. 30 Dongeng Matematika. Cara Lain Mengajar Pada Anak (Kak Iwan)

36. Hebatnya Rasulullah



Remaja

37. Seri Pengembangan Pribadi Remaja (Izzatul Jannah)

a. Be New You! Jurus Biar Ga Jadi Jutek

b. Kado Buat Sahabat

c. Bertualang ke Zona Pembelajar, The Way To Success

d. Easy Going No Way!, Bikin Hidupmu Lebih Terencana

e. Duka Lara Cinta, Pendidikan Seks Buat Remaja

f. Remaja Bicara Cinta



38. Ketika Harus Jatuh Cinta (Prembayun Miji Lestari. Edukasi Remaja)

39. 7 Kebiasaan Indah yang Membuat Hidup Jadi Mudah ( Afifah Afra Amatullah)

40. Buku Pintar Seputar Kesehatan Remaja : Hidup Sehat Bikin Lebih Pe de



Inspiratif, Pernikahan, Keluarga

Salim A Fillah

41. Barakallah, Bahagianya Merayakan Cinta

42. Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

43. Jalan Cinta Para Pejuang

44. Dalam Dekapan Ukhwah (Hayoo, Siapakah gerangan yang belum mengembalikan?)

45. Agar Bidadari Cemburu Padamu

Asma Nadia

46. Miss Right, Where R U?

47. Ketika ‘Aa’ Menikah Lagi

48. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin

49. La Tahzan, Cinta Tak Pernah Menyerah : The Real Dezperate Housewives

50. La Tahzan for Mother

51. La Tahzan for Broken Hearted Muslimah

52. Catatan Hati Seorang Istri

53. New Catatan Hati Seorang Istri

54. Catatan Hati di Setiap Sujudku

55. Karenamu Aku Cemburu

56. Kisah-kisah Dari Negeri Pengantin

57. Muhasabah Cinta Seorang Istri

58. Catatan Hati Bunda

59. Sakinah Bersamamu

60. Ketika Penulis Bicara Cinta

61. Jilbab Traveller

Ifa Avianty dan Irfan Hidayatullah

62. My Husband My Prince (Ifa Avianty)

63. My Wife My Princess (Irvan Hidayatullah)

64. Anakku Sahabatku (Ifa Avianty)

65. Madu-madu Pernikahan (Ifa Avianty)



66. Di Jalan Dakwah Aku Menikah (Cahyadi Takariawan)

67. Keluarga Qur’ani (Dedhi Suharto)

68. Nikah itu Tak Mudah (Afifah Afra Amatullah)

69. Bila Pernikahan Tak Seindah Impian (M.Albani)

70. Kolom Ayah : Biarkan Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga (Anis Matta)

71. La Tahzan for Single Mother (Sylvia L’Namira)

72. La Tahzan for Working Mothers (Izzatul Jannah,dkk)

73. Rival-Rival Istri (Sinta Yudisia)

74. Edu Moms : Menantu dan Mertua Bersahabat (Nurhayati Pujiastuti)

75. Diary Dodol Seorang Isteri ( Beby Haryanti Dewi)

76. Karena Cinta Harus Diupayakan (Izzatul Jannah)

77. Risalah Cinta Untukmu (Helvy Tiana Rosa)

78. How to be a True Moslem Girl ( Deasylawati)

79. Jadi Jomblo Paling Bahagia (Shafira)

80. Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia Dunia Akhirat (Dr.’Aidh Al-Qarni)

81. Kumpulan Nama Bayi Islami

82. Mengajarkan Al-Qur’an Pada Anak (DR. Sa’ad Riyadh)

83. Saudara kandung, mendorong Anak Untuk Bersahabat (DR. Richard C.Woolfson)

84. Yang Terbaik untuk Buah Hatiku (Ratna Megawangi)

85. Doctor Kecil

86. Istimewakan Setiap Anak (Irawati IStadi)

87. Mendidik Anak Berdasarkan Golongan Darah (Toshitaka Nomi)



Agama

88. Bagaimana menjadi Pribadi Muslim yang Simpatik (Abu’Abdillah Faishol Al-Hasyidi)

89. Pesona Dua Ummul Mukminin : Khadijah dan Aisyah

90. Meminta dan Mencinta (Amru Khalid)

91. 40 Hadist Qudsi dan Dzikir (DR. ‘Aidh Al Qarni)

92. Teori Realitas Al Qur’an (H. Sri Hartono)

93. 41 Kunci Memahami Siraah Nabawiyah (DR.Munir Muhammad Al Ghadhban)

94. Gaya Hidup Sehat Rasulullah

95. Ayat-ayat Penyejuk Hati

96. Ilmu Fardhu’ain (DR.Sayyid Imam)

97. Aqidah Seorang Muslim ( Kelompok Study Islam Al-Ummah Jakarta.)

98. Perayaan natal 25 Desember, Antara Dogma dan Toleransi (Hj.Irena Handono)

99. Bersama 6 Mursyid’Am Ikhwanul Muslimin. (Khozin Abu Faqih,Lc)

100. Al Ikhwan Al Muslimin (Farid Nu’Man)

101. Gaya Hidup Sehat Menurut Agama Islam (Depkes)

102. SilsilH Hadis Shahih, Jilid 1 dan 2. (Muhammad Nashiruddin Albani)

103. 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Syurga

104. Kisah-kisah Islami yang Menggetarkan Hati (Hasan Zakaria)

105. Shalat an Amazing Easy Yoga ( Karima Burns,M.H.,N.D.,et al)

106. Praktis Belajar Bahasa Arab Jilid 1 dan 2

107. Tajwid Al Qur’anul Hakim

108. Revolusi Menghafal Al Qur'an

Fiqh Wanita

109. Muslimah Cantik : Aqidahnya Benar

110. Muslimah Cantik : Ibadahnya Benar

111. Ukhti Kudu Ngerti

112. Hukum-hukum Khusus Seputar Wanita

113. Sang Tamu Istimewa



Umum

114. Palestine, Emang Gue Pikirin (Shofwan Al Banna)

115. 100% Da’wah Keren (Shofwan Al Banna)

116. How to be like Hasan Al Banna

117. Shalahuddin Al Ayyubi, Sang Pembebas Al Aqsa

118. Mada Taklim Program Tekad

119. Rich Woman (Kim Kiyosaki)

120. Kaiwa Nihon Go No Nyumon

121. Hogwards School : Harry Potter

122. Mewujudkan Monumen Islam Asia Tenggara

123. Memahami Untuk Membasmi (KPK)

124. Lakukan Gaya Hidup Sehat Mulai dari Sekarang (Depkes)

125. Nihon Go No Kanyoo Na Hyoogen

126. Be Positive Be Happy (Iwan Januar)

127. Buku Pegangan dan Petunjuk Untuk Para Guru (David & Joyce Djaelani Gordon)

128. Lelaki Pendek, Hitam dan Lebih Jelek dari Untanya

129. Einstein aja Ga Tau!

130. Super Health (Egha Zainur Ramdhani)



Resep Dan Kreativitas

131. Pasta Panggang

132. Kue-kue Replika

133. Kreasi Kertas Nuansa Hari Istimewa

134. Sulaman

135. Pernak-Pernik dari Anyaman Tali Cord

136. Cara Kreatif Membungkus Kado



Novel dan Kumcer

Dee

137. Recto Verso

138. Perahu Kertas

Tere Liye

139. Bidadari-bidadari Surga

140. Rembulan Tenggelam di Wajahmu

141. Moga Bunda Disayang Allah

142. Hafalan Sholat Delisa

143. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

144. Ayahku (Bukan) Pembohong

A. Fuadi

145. Negeri 5 Menara

146. Ranah 3 Warna

Habiburrahman El Shirazi

147. Ayat-ayat Cinta

148. Bumi Cinta

R.h Fitriadi

149. The Gate of Heaven

150. Marwah di Ujung Bara

Andrea Hirata

151. Padang Bulan

152. Maryamah Karpov

Kumcer

153. Maryam mah Kapok (Asma Nadia, dkk)

154. Absolutely Kribo (Dewi ‘Dedew” Rieka)

155. Putri Malu-maluin Sejagat (Beby Haryanti Dewi)

156. Sayembara Mencari Cinta (Deasylawati P)

157. Kejarlah Daku Kau Kuangkot (Boim Lebon)

158. Gado-Gado, Dokter Muda Serba Salah (Ferdiriva Hamzah)

159. Gado-Gado, Catatan Dodol Calon Dokter (Ferdiriva Hamzah)

160. Serial Elang : Seratus Bunga Mawar untuk Mr. Valentine ( Afifah Afra Amatullah)

161. Serial Elang : Cinta Gaya Britney (Afifah Afra Amatullah)

162. Serial Elang : Elang Selebritis ( Afifah Afra Amatullah)

163. Bidadari di El Rizal (Diana Roswita)

164. Luka Telah Menyapa Cinta (Antologi Milad FLP ke-5)

165. Terpinang Cinta (Afifah Afra Amatullah)

166. Rumah Matahari Terbit (Antologi FLP Aceh)

167. Kerdam Cinta Palestina (FLP Se-Sumatera)

168. Serenade Biru Dinda (Asma Nadia)

169. Mempelai Tanpa Pengantin (Sinta Yudisia dan Fahri Asiza)

170. 17 Tahun! (Leyla Imtichanah)

171. Rumah Cahaya (Leyla Imtichanah)

172. Ngebet Nikah (Gusrianto)

173. Cinta Ya Cinta (FLP)

174. Mawar-Mawar Adzkiya (Afifah Afra Amatullah)

175. Suci (Diana Roswita)

176. Biarkan Aku Memulai (Nurul F Huda)

177. Puri Kurcaci (Dian Sasmita Fajri)

178. The Kitchen’s King (Lina Lidia)

179. Bukan Sebuah Metafora (Muhammad Nurcholis, dkk)

180. Series Double Ef Team : Story At Party

181. Series Double Ef Team : Story At House

182. Series Double Ef Team : Story At Jogjakarta

183. Series Double Ef Team : Story At School

184. Series Double Ef Team : Story At Store

185. Series Double La Tansa : Parcel Mini

186. Series Double La Tansa : Male Cafe

187. Series Aisyah Putri : Operasi Milenia

188. Series Aisyah Putri : Chat Online

189. Series Aisyah Putri : Mr. Penyair

190. Junior Chef : Panser Little Cobic

191. KKPK : Permen-permen Cinta Untukmu (Faiz)

192. KKPK : Suara Hati Dewa

193. KKPK : Ibuku Chayank, Muach! (Izzati)

194. KKPK : My Culinery Journey

195. KKPK : Candy (Putri Salsa)

196. KKPK : …….. (ada 3 buku yang dipinjam, lupa judulnya)

197. Fariz dan Haji Obet

198. Detective Conan Seri 1-56



Ehem..ehem..mungkin beberapa bulan ke depan, beberapa buku di perpustakaan mini sa akan dilelang.. ^_^

Minggu, 02 Oktober 2011

Dear, Son...

Dear, son..

MUHAMMAD YAHYA AYYASH

MUHAMMAD NABIL AL SIRAJI

AHMAD FATHIN MIKHAL

AHMAD NAUFAL KHALIFA



Ketahuilah,Nak..

Mungkin memang tak selalu terucap kata

Mungkin memang tak selalu berpandang mata

Namun, sejak ruh mu ditiupkan ke dalam rahim ummimu

Saat mendengar akan kehadiranmu

Yang terucap pada malam-malam panjang kami adalah doa atasmu, atas ummimu..



Dear, Son..

MUHAMMAD YAHYA AYYASH

MUHAMMAD NABIL AL SIRAJI

AHMAD FATHIN MIKHAL

AHMAD NAUFAL KHALIFA



Ketahuilah, Nak..

Mungkin tak selalu mata bertatap

Memandang senyummu setiap waktu

Mendengar gelak tawamu

Atau ocehan kata-kata pertamamu

Namun, setiap cerita tentangmu adalah kebahagiaan yang membuncah dalam rindu mendekapmu..



Dear, Son..

MUHAMMAD YAHYA AYYASH

MUHAMMAD NABIL AL SIRAJI

AHMAD FATHIN MIKHAL

AHMAD NAUFAL KHALIFA





Ketahuilah, Nak..

Benar tangan ini kerap menyentuh..

mengendongmu, memelukmu di kala tangisanmu sesekali pecah dalam keramaian

Namun ketahuilah, Nak..

Betapa cinta dan doa atasmu tak pernah luput dalam sujud malam-malam panjang..





Ketahuilah, Nak..

Sedarimu dalam kandungan hingga masa dewasamu nanti,

betapa banyak cinta dan doa tercurah atasmu, kebahagiaanmu..







Salam sayang selalu,



Ammah Sarah


Kamis, 24 Maret 2011

Puasa Cerdaskan Emosi Anak

Meski terbilang masih sangat muda, tapi mengajarkan anak untuk berpuasa, tidak ada salahnya. Malah, puasa bisa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan mencerdaskan emosi anak. Namun harus ada pemahaman-pemahaman yang harus diberikan oleh orang tua.

"Mengajarkan anak puasa bisa dimulai sejak dini, ketika anak sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan. Usia 2 tahun adalah usia yang tepat untuk mengenalkan suasana di bulan Ramadhan. Karena mereka belum mengeri arti puasa kita dapat memperkenalkan puasa dengan caea mengenalkan suasana dahulu, seperti sahur, sholat tarawih dan buka puasa," jelas Pakar psikolog, Fitri F Sahrul.
Selain itu, menurut Dr Eva J Soelaeman SpA, sejak usia 4 tahun anak boleh diajarkan puasa, tapi latihan puasa ini sebaiknya hanya sebentar saja. Namanya juga latihan 3-4 jam saja sudah cukup, minggu berikut setengah hari dan minggu terakhir sehari penuh. "Puasa buat balita tidak berbahaya kok, asal kebutuhan kesehariannya tetap terpenuhi. Puasakan cuma mengubah waktu makan, yang tadinya makan di siang hari, jadi malam, dan sarapan biasanya pagi, jadi sahur. Jadi total kebutuhan tetap terpenuhi," terang Speasialis Anak RSAB Harapan Kita ini.
Ia mengungkapkan, secara medis, puasa dapat meningkatkan hormon pertumbuhan anak. Tapi dengan catatan kalau puasanya cuma beberapa jam saja. Kalau terlalu lama, sehari penuh selama sebulan penuh, justru mengganggu pertumbuhannya. Sebab cadangan lemak anak belum banyak. Bila ingin mengajarkan anak puasa, penting diperhatikan sehat atau tidaknya si kecil. Supaya kondisi tubuh prima, sebaiknya di malam hari anak tidur lebih awal, dan jangan sampai anak puasa tanpa sahur.
Puasa juga memiliki efek positif bagi anak. Melalui orang tua, anak bisa dijelaskan makna puasa dan asyiknya menahan lapar. Gunanya untuk mengajarkan kontrol atau mengendalikan diri. Apalagi tempramen anak adakalanya sulit 'dikendalikan' bukan? Lewat puasa, anak dilatih untuk mampu menahan emosinya.
Bulan puasa adalah juga bulan untuk banyak berbagi (beramal). Orang tua bisa memberi contoh dan menjelaskan realitas lain di luar lingkungan anak, bahwa ada orang yang kekurangan, harus dibantu, dsb.

NB: Dirangkum dari Buku PUASA YUUUKK...!!
Semoga bermanfaat....^_^

Rabu, 16 Maret 2011

Surat Untuk Calon Anakku

Teruntuk calon anakku
Yang masih tinggal di antara tulang sulbi dan tulang dadaku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarmu, Nak? Semoga Ananda sehat wal afiat di alam sana.

Ayahanda sengaja menulis surat ini khusus untukmu.
Meski Ayahanda tahu, kau belum bisa membaca dan membalas surat ini
Karena di sana memang tidak ada sekolah.
Namun, Ayahanda yakin kau memahaminya
Karena kita satu jiwa
Karena kau masih menyatu dalam tubuhku
Dan terutama,
Karena kau pasti cerdas seperti Ayahanda …. :-)

Nak !
Ayahanda sangat bergembira mendengar sabda Sang Baginda Rasul,
Tentang doa anak shaleh yang pahalanya tak terputus, bahkan sesudah orang tuanya wafat
Ayahanda tiba-tiba tersadar, sabda tersebut menuntut Ayahanda melakukan dua hal:
Menjadi anak shaleh dan menjadikan Ananda sebagai anak yang shaleh pula

Nak!
Ayahanda sedang berusaha menjadi anak shaleh untuk kakek dan nenekmu
Sulit memang, karena tiada amal ayahanda yang menandingi jasa mereka
Tapi Ayahanda akan terus berusaha
Tunaikan titah Baginda

Ayahanda pun berharap
Kau seperti itu untuk ayahbundamu kelak
Mencintai, menaati dan menghormati
Ibundamu ….. Ibundamu…… Ibundamu
juga Ayahandamu ini
Itulah mimpi Ayahanda
Sebagaimana mimpi menjadikan rumah kita nanti bagaikan syurga
Supaya syurga benar-benar menjadi rumah kita

Tapi, Ayahanda merasa malu
Ketika mendengar Khalifah kedua menyatakan
Bahwa hak seorang anak dari ayahnya setidaknya tiga hal:
Dipilihkan ibunda yang baik, Diberi nama yang baik serta diajarkan Al Qur’an.
Malu …..
Karena belum mempersiapkan diri
Untuk menunaikan hakmu

Nak!
Kini Ayahanda sedang belajar memperdalam Al Qur’an
Agar kelak bisa mengajarimu A… Ba… Tsa
Agar kaupun menjadi Qur’an berjalan
Yang menerangi mayapada

O ya!
Ayahanda juga sengaja membeli buku tentang nama-nama mulia
Dengannya, Ayahanda sudah menyiapkan selaksa nama indah untukmu
Agar kau tumbuh perkasa
Dinaungi nama mulia
Yang ia adalah doa

Yang membuat Ayahanda bingung,
Bagaiamana menunaikan hak pertama
yang harus ditunaikan ketika Ananda belum melihat dunia
Karena Ayahanda tidak tahu
Apa kriteriamu tentang seorang ibu yang baik?
Ayahanda juga tidak tahu
Apakah kita memiliki selera yang sama …. :-)?

Tapi, Ayahanda yakin kau sepakat dengan satu kriteria
Bahwa calon ibumu nanti tidak boleh seorang yang shaleh
Melainkan harus seorang Shalehah

Karena jika kau memiliki Ibu yang Shaleh,
Sepertimu, Ayahandapun tak kan kuat menahan tawa
Melihat jenggot ibumu
Yang gagah jelita …… :-)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang mencintaimu karena-Nya

Calon Ayahandamu







Sumber : Email dari seorang teman

CALON MENANTU

Ass, Kak. Aku baru nyampe rumah." Tak sabar Yayah mengirimkan SMS itu begitu tiba kembali di Tanah Air. Empat tahun lamanya ia menuntut ilmu di Al-Azhar University, Cairo. Tiga tahun di antaranya dilaluinya dengan menyimpan kenangan dan rindu kepada Qodari. Ya, lelaki asli Madura itu telah merebut hatinya sejak saat pertama menyambut kedatangannya di pagi buta, di Bandara Internasional Cairo. Bersama sejumlah senior lainnya, Qodari menjemput rombongan mahasiswa baru Al-Azhar University asal Indonesia yang merupakan peserta program beasiswa kerja sama Indonesia-Mesir.

Yayah segera saja menjadi bintang mahasiswa Al-Azhar angkatan tahun tersebut. Posturnya tinggi, dengan hidung bangir, bibir merah delima asli tanpa pulasan lipstik, dan kulit seputih kapas. Busana apa pun yang dikenakan gadis berdarah Sunda itu hanya membuatnya makin kelihatan cantik dan mempesona. Banyak kakak kelasnya yang berupaya menampakkan perhatiannya. Terutama mahasiswa tahun keempat yang sudah hampir lulus S-1 maupun mereka yang sedang menempuh jenjang pendidikan Pasca Sarjana.

Hanya Qodari yang sama sekali tak pernah memberikan sinyal khusus kepadanya. Meskipun ia tak pernah menolak jika Yayah memerlukan bantuannya. Terkadang Yayah ingin bertanya kepada kakak kelasnya, apakah Qodari sudah mempunyai calon istri. Namun ia merasa malu sendiri. Baru datang ke Mesir kok udah bicara cinta? Setahun kemudian, Qodari lulus S-1. Ia akan pulang ke Indonesia sebentar, lalu melanjutkan pendidikan S-2 di Pakistan.

Yayah dan sejumlah teman mengantarnya ke bandara. Ada yang terasa hilang di jiwanya saat sosok lelaki yang selama ini kerap mengisi relung batinnya itu menghilang dari pandangan sesaat setelah melewati imigrasi. Negeri Mesir yang indah kini terasa begitu hampa. Ketika mobil yang ditumpanginya perlahan meninggalkan bandara, matanya menatap jauh ke landasan, ke deretan burung-burung besi yang dengan angkuhnya bertengger di sana. Kalau saja ia punya sayap, ingin rasanya ia terbang dan hinggap di pesawat yang akan mengantar Qodari pulang ke Indonesia.

Betapa kejamnya Kak Qodari. Ia pergi tanpa pernah memberikan tanda apa pun kepadanya. Apakah ia begitu keras hatinya, sehingga tak mampu menangkap sinyal perasaan yang dikirimkan oleh seorang gadis — meski itu hanya berupa wajah memerah dan sikap canggung manakala tanpa sengaja berpapasan di perpustakaan kampus, Masjid Al-Azhar, dan Wisma Nusantara yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir. Padahal, lulusan terbaik Al-Azhar University dengan predikat Mumtaz itu dikenal selalu ramah dan simpatik kepada siapa pun.

Diam-diam ia pun menyesali dirinya. Kenapa ia tak berterus terang saja, atau setidaknya mengirimkan sinyal yang lebih jelas, misalnya berupa SMS yang berisi sindiran tentang cinta. Atau, mengapa ia tidak menitipkan salam lewat salah seorang kakak kelasnya yang sama-sama aktif di PPMI bersama Qodari?"

Yayah, kamu sakit?" tanya Aisyah, melihat wajah Yayah yang agak pucat. Buru-buru Yayah menggeleng. "Ah, tidak. Hanya kurang tidur saja," kilahnya. Sesaat sebelum pesawat Singapore Airlines yang akan membawanya dari Cairo ke Jakarta bersiap-siap untuk lepas landas, Qodari mengirimkan SMS:"Bila kamu mau menjadi istriku, aku akan menunggumu." Membaca SMS tersebut Yayah rasanya ingin berteriak dan melompat dari mobil. Namun ia berusaha menahan perasaannya sewajar mungkin.'

'Welcome home. Jadi, kapan aku boleh datang melamarmu? Wss." Balasan dari Qodari selalu pendek dan to the point. Namun itu sudah lebih dari cukup."Aku akan bicara dulu dengan Abah. Nanti aku kabari Kakak." Butuh waktu sebulan, baru KH Syamsuri, ulama terpandang di Bekasi, mengizinkan Qodari datang melamar putri kesayangannya. "Saya tunggu Jumat pagi, pukul enam," kata KH Syamsuri kepada Qodari, lewat telepon.
Dua tahun di Pakistan, Qodari kembali ke Tanah Air dengan menggondol gelar Master di bidang ekonomi syariah. Ia mengajar ekonomi syariah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Ia rajin menulis di media massa, khususnya mengenai ekonomi Islam. Ia pun menjadi da'i dan sudah mulai sering tampil di acara keislaman di televisi. Tepat pukul enam kurang 10 menit, ia tiba di rumah Sang Kiai. Ulama kharismatis itu sedang duduk di beranda sambil memegang tasbih dan melantunkan zikir.

''Assalaamu'alaikum."
KH Syamsuri menoleh. "Wa'alaikumsalaam. "
Qodari segera mencium tangan Sang Kiai. "Saya Qodari."'
'Silakan duduk." Suaranya terdengar berwibawa. Sorot matanya tajam.
"Terima kasih, Pak Kiai.'
'Yayah menyaksikan dari dalam rumah. Hatinya berdegup kencang melihat wajah yang selalu dirindukannya itu.
"Sayang, mana tehnya?"
"Siap, Abah."
Yayah segera mengantarkan minuman teh manis. Wajahnya terasa bersemu merah ketika Qodari menatapnya. Tanpa sengaja ia menunduk.
"Duduk di sini, sayang," kata KH Syamsuri.
Dengan kikuk, Yayah duduk di samping ayahnya, berhadapan dengan Qodari.
"Silakan jelaskan, apa tujuan kamu datang ke rumah saya," suara KH Syamsuri terdengar sangat tegas.'
'Terima kasih, Pak Kiai. Saya berniat melamar Yayah untuk menjadi istri saya."
KH Syamsuri tidak langsung menjawab. Ia menatap pemuda di hadapannya, seperti ingin mencari kepastian di matanya.
Tanpa sadar, Qodari mengangguk. Yayah merasa serba salah. Ia tidak berani mendonggakkan wajahnya.
"Tadi malam kamu shalat Tahajud?" tanya KH Syamsuri tiba-tiba.'
'Ya, Pak Kiai."
"Tadi pagi shalat Shubuh di mana?"
"Saya shalat Shubuh berjamaah di Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Kalimalang."
"Ya, sudah. Tiga bulan lagi kamu balik ke sini. "

Setelah itu, KH Syamsuri masuk ke dalam rumah. Qodari pun beranjak pulang. Yayah ingin protes kepada abahnya. Namun ia tidak berani.

Abahnya sangat sayang kepadanya, apalagi semenjak ibunya meninggal enam tahun lalu. Namun ia sangat tegas memegang prinsip.

Tiga bulan kemudian, Qodari datang lagi. Namun hal yang sama berulang. Ia diminta datang lagi tiga bulan kemudian. Lagi-lagi, pertanyaannya sama, yakni di mana dia shalat Tahajud dan shalat Shubuh.

Hari ini, untuk yang kelima kalinya Qodari datang ke rumah KH Syamsuri. Berarti kurang lebih setahun lamanya ia melamar Yayah. Pertanyaan KH Syamsuri tetap tidak berubah.

"Saya Tahajud dilanjutkan Shubuh berjamaah di Islamic Centre Bekasi," sahut Qodari mantap.
"Selama setahun ini, berapa kali kamu tidak shalat Tahajud, dan berapa kali kamu tidak shalat fardhu berjamaah."

"Alhamdulillah, tidak satu kali pun, Pak Kiai."

Tiba-tiba KH Syamsuri bangkit dari duduknya, dan memeluk Qodari.
"Aku izinkan engkau menikahi putriku. Bimbinglah ia ke jalan yang diredhai Allah, dunia dan akhirat," bisiknya perlahan namun tegas di telinga Qodari.
Yayah menarik napas lega. Wajahnya tiba-tiba tersenyum sumringah.

KH Syamsuri melirik putrinya. "Sayangku, calon suamimu berkhidmat di bidang dakwah dan pendidikan. Bagaimana ia bisa menjadi seorang dai yang istiqamah, kalau ia tidak menegakkan shalat Tahajud dan shalat fardhuberjamaah? Ketahuilah, Tahajud merupakan pakaian para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Sedangkan shalat fardhu jamaah merupakan ukuran kesungguhan iman seseorang. Kamu pasti pernah membaca hadits, cukuplah untuk mengetahui seseorang itu golongan munafik atau bukan dari shalat Shubuhnya, berjamaah atau tidak."

Learning From Life

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu'alaykum,wr.wb
Ba'da tahmid dan shalawat

Untuk anak2-Q, cintaku, matahariku, pelangiku..
Ahmad Davin Az-Zuhdy, Amira Rifda Shabira, Atikah Mawaddah, Chairunnisa'Mawaddah, Irsyad Kinan Arrafi (Ayoo..pasti kita selesaikan kliping pemain bola favoritmu sayang..), M. Rafid, M. Khuzaini Gibrani, Putri Najwa Raihan As-Syifa, Raisha Alifia Chairan, Suhail Azzaimul Humam (Maaf, Nak..jika ibu sering lupa^_^v), Fuja Mardhatillah Tarmizi, Ghalda Shabilla, Niswatul Alyani Isri, Syahla Mielda Nabila, Abdullah Yusuf Syuhada (Jangan pernah malu yaa, Nak..karena Syuhada yg anak cerdas,Pasti!), Asy-Syifa Zakia Inayatillah, Fadri Izzatull Awwany, Nayla Labina Sholeha, Sidqi Rabbani Ar-Rayyan, Khansa Najla (Ibu bangga padamu,Nak^_^), Ahmad Farhan Rafli, Fadhal Faraq Rifqi, Shiba Kansabilla, Qatrun Nada Ramadhani, Mumtazul Fikri, Ziadatil Ihsan Nazhifah, Fauzan Al- Aiyubi, Alif Al-Mathari, Attariq Jihad (Jzk, Nak..atas hadiahnya), M. Aqil al- Jiddy, M. Tholhan Syahid Al- Hayah, M. Hanif Ramadhana. M (Hanif, seperti tiada pernah lelah dirimu, Nak..), M. Hafaz Furqani, Asalia Rauzati Izaatillah, M. Ghazie Shawwaf, M. Hanzahallah Gozielul Malaikah.
Untuk Bidadari kecilku, Almas Raihanah Nabila Syaikha (Insya Allah, kita akan melihat dunia bersama lagi,Nak..!!)
Dan...untuk matahari serta Bidadari2 kecil yang lain..semoga Allah menjaga ingatan ini untuk senantiasa mengingat kalian matahariku, pelangiku, cahaya hatiku...^_^
Dipertemukan dengan kalian adalah salah satu anugerah terindah dari Yang Maha Kasih dalam kehidupan luar biasa ini, tetaplah menjadi pelita kehidupan, Nak..manusia yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, menjadi anak2 yang shaleh/ah..^_^

Learning From Life

Dear,
Have you learned some new lessons today?
No, I'm not only asking you about something you've learned from school such as writing, reading, counting, singing, and so on and so on.
Cause there are so many lessons we could have learned and we will going to learn from life itself.
We learn many from our body
from the animals, the flowers, the wind, rain, sky, sun, moon....
From the earth, the sea, the river....
From the laughter, the cry, the song, the poem, the verse...
From everything we see, we stare, we cast a glance
From everything we hear, we listen to
From everything we feel, we taste, we sense
From everywhere we go
From every people we meet
From every seconds we breathe the air
From life and death themselves...

So just learn and learn, Honey...
then you will find that
You have only known a little
and you will be very eager to know more and more...

^_^

Untuk anakku (Puisi)

Tanganku sibuk sepanjang hari, Aku tak punya banyak waktu luang
Bila kau ajak aku bermain, Ku jawab," Ayah tak sempat, Nak". Aku bekerja keras semua untukmu,
Tapi bila kau tunjukkan buku ceritamu Atau mengajakku berbagi canda, Ku jawab," Sebentar Sayang"

Di malam hari, kutidurkan kamu.
Kudengarkan doamu, kupadamkan lampumu.
Lalu berjingkat meninggalkanmu
Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi
Sebab hidup itu singkat, tahun-tahun bagai berlari

Bocah cilik tumbuh begitu cepat, kamu tak lagi berada di sisi ayah
Membisikkan rahasia-rahasia kecilmu, buku dongengmu entah dimana
Tak ada cium selamat malam, tak kudengar lagi doamu
Semua itu milik masa lalu

Tanganku dahulu sibuk, sekarang diam
Hari-hari terasa panjang membentang
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberimu waktu dari hatiku

Kita melakukan banyak kekeliruan dan kesalahan, tapi kelalaian kita yang utama
Adalah mengabaikan anak, menyepelekan mata air kehidupan
Banyak kebutuhan kita dapat ditunda, tapi anak tak dapat menunggu
Kini saat tulang-tulangnya dibentuk, darahnya dibuat, dan nalurinya dikembangkan
Padanya kita tak dapat menjawab "Besok", sebab ia dijuluki "Hari ini"

(Gabriela Mistral ; Children Winner of Nobel Prize For Poetry)

Puasa Cerdaskan Emosi Anak

Meski terbilang masih sangat muda, tapi mengajarkan anak untuk berpuasa, tidak ada salahnya. Malah, puasa bisa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan mencerdaskan emosi anak. Namun harus ada pemahaman-pemahaman yang harus diberikan oleh orang tua.

"Mengajarkan anak puasa bisa dimulai sejak dini, ketika anak sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan. Usia 2 tahun adalah usia yang tepat untuk mengenalkan suasana di bulan Ramadhan. Karena mereka belum mengeri arti puasa kita dapat memperkenalkan puasa dengan caea mengenalkan suasana dahulu, seperti sahur, sholat tarawih dan buka puasa," jelas Pakar psikolog, Fitri F Sahrul.
Selain itu, menurut Dr Eva J Soelaeman SpA, sejak usia 4 tahun anak boleh diajarkan puasa, tapi latihan puasa ini sebaiknya hanya sebentar saja. Namanya juga latihan 3-4 jam saja sudah cukup, minggu berikut setengah hari dan minggu terakhir sehari penuh. "Puasa buat balita tidak berbahaya kok, asal kebutuhan kesehariannya tetap terpenuhi. Puasakan cuma mengubah waktu makan, yang tadinya makan di siang hari, jadi malam, dan sarapan biasanya pagi, jadi sahur. Jadi total kebutuhan tetap terpenuhi," terang Speasialis Anak RSAB Harapan Kita ini.
Ia mengungkapkan, secara medis, puasa dapat meningkatkan hormon pertumbuhan anak. Tapi dengan catatan kalau puasanya cuma beberapa jam saja. Kalau terlalu lama, sehari penuh selama sebulan penuh, justru mengganggu pertumbuhannya. Sebab cadangan lemak anak belum banyak. Bila ingin mengajarkan anak puasa, penting diperhatikan sehat atau tidaknya si kecil. Supaya kondisi tubuh prima, sebaiknya di malam hari anak tidur lebih awal, dan jangan sampai anak puasa tanpa sahur.
Puasa juga memiliki efek positif bagi anak. Melalui orang tua, anak bisa dijelaskan makna puasa dan asyiknya menahan lapar. Gunanya untuk mengajarkan kontrol atau mengendalikan diri. Apalagi tempramen anak adakalanya sulit 'dikendalikan' bukan? Lewat puasa, anak dilatih untuk mampu menahan emosinya.
Bulan puasa adalah juga bulan untuk banyak berbagi (beramal). Orang tua bisa memberi contoh dan menjelaskan realitas lain di luar lingkungan anak, bahwa ada orang yang kekurangan, harus dibantu, dsb.

NB: Dirangkum dari Buku PUASA YUUUKK...!!
Semoga bermanfaat....^_^