Phonebook
Search
Bu'Ayu
'Assalamu'alaykum..ibu,maaf,sa ga tau jalan,uda mutar-mutar tapi malah tembus ke rujak aulia dan ke pasar neusu,bu..'
'lho? Koq bisa tiba-tiba lupa jalan? Padahal uda selalu datang'
'iya,bu..maaf,sa bingung jalan..'
dan,bu'Ayu menjelaskan rute arah rumah beliau..sayang si kecil honey telah menunggu terlalu lama..
Di rumah,
uda lebih seminggu mencari-cari selembar foto keluarga,seluruh laci,rak buku,lemari pakaian semua telah kubongkar,namun tak kutemukan juga..dan,aku tak dapat mengingat sedikitpun dimana aku meletakkannya.
Akhir-akhir bahkan sering lupa pada sesuatu yang baru saja kuletakkan..dan itu benar-benar lupa blas,seperti jam tangan yang baru kulepas karena hendak wudhu,ketika akan memakainya lagi,aku kebingungan mencarinya,makanya aku tak pernah lagi mengenakan jam tangan..kepalaku jadi makin sering terasa berat,berdenyut dan nyeri..
Aku kadang ngerasa lebih sensitive dan mudah sedih,untung dapat segera menampik pikiran dan perasaan melow..
Susahnya,
Lupa password
padahal sehari entah berapa kali aku membuka kuncinya
dan,
aku mulai merasa khawatir
terutama jika tangan tiba-tiba terasa kaku tak berasa tak dapat digerakkan sedikitpun,padahal tidak ditindih,takutnya tiba-tiba kaku ketika sedang mengendarai motor..
T_T
tapi tak apa,akan mencoba selalu merasa bahagia..ceria..semangat.. Yes! Aku baik-baik saja..=)
Tampilkan postingan dengan label dearSyarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dearSyarah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Dialog..
"lho? emangnya mengapa tante?"
akhirnya aku melayangkan juga keherananku atas keberatan tante atas calon istri abang sepupuku itu..
"Ga tau ya,sa..rasanya kurang sreg aja.."
"Kurang sreg gimana,tan?"
"ya..kurang sreg aja.."
"apakah ada sifat, sikap atau perilaku beliau yang kurang tante kehendaki?"
"Gimana ya,sa..anaknya sih baik, ramah, sopan, pintar memasak, keibuan, sholehah, cantik pula..kalau menurut tante juga ga ada yang kurang, apalagi abangmu itu uda terikat hatinya, tapi ntah kenapa tante ngerasanya kurang ngena gitu ke tante"
"hmm..mungkin hanya perasaan tante saja,tan..jika kiranya tak ada sesuatu alasan yang sifatnya syar'i sebaiknya jangan dituruti,tan..khwatirnya itu malah bisikan syaithan saja yang mengehembus keragu-raguan dalam hati kita"
"iya, sa..tapi tante sudah menyampaikan rasa ga sreg tante ke abangmu itu"
"lha? terus si abang bilang apa,tan?"
"kalau abangmu katanya nurut gimana nyamannya tante aja,sa..katanya kalau tante ga suka dia ga akan memaksa"
"karena si abang sayang banget dengan tante tuh..takut dikata durhaka pula..hehehe"
" =D"
========================================================================
"bang, dengar-dengar ga jadi ya dengan kakak yang kemarin?'
"iya, sa.."
"Hmm..kenapa,bg? kurang sholehah ya? kurang baik? atau kurang cantik? =p"
" =D bukan ee sa..kalau kurang ya pasti ada, abang juga banyak kurangnya.. abang sayang kali dengan mama abang, jadi kalau abang suka tapi mama ga suka, masa abang harus maksa sa..naanti khan istri abang itu jadi menantu mama abang, kalau dari awal mama uda ngerasa ga sreg, khwatir kurang baik nantinya,sa.."
"hmm..tak layakkah kakak itu untuk diperjuangkan,bang? sampai haati tante luluh?
".................insya Allah,sa..insya Allaah akan abang coba perjuangkan, karena dia adalah perempuan pertama yang abang ajukan ke keluarga"
"semangat!!"
"sippz, insya Allah"
"=)"
*menulis ini, rasanya ingin menangis..
akhirnya aku melayangkan juga keherananku atas keberatan tante atas calon istri abang sepupuku itu..
"Ga tau ya,sa..rasanya kurang sreg aja.."
"Kurang sreg gimana,tan?"
"ya..kurang sreg aja.."
"apakah ada sifat, sikap atau perilaku beliau yang kurang tante kehendaki?"
"Gimana ya,sa..anaknya sih baik, ramah, sopan, pintar memasak, keibuan, sholehah, cantik pula..kalau menurut tante juga ga ada yang kurang, apalagi abangmu itu uda terikat hatinya, tapi ntah kenapa tante ngerasanya kurang ngena gitu ke tante"
"hmm..mungkin hanya perasaan tante saja,tan..jika kiranya tak ada sesuatu alasan yang sifatnya syar'i sebaiknya jangan dituruti,tan..khwatirnya itu malah bisikan syaithan saja yang mengehembus keragu-raguan dalam hati kita"
"iya, sa..tapi tante sudah menyampaikan rasa ga sreg tante ke abangmu itu"
"lha? terus si abang bilang apa,tan?"
"kalau abangmu katanya nurut gimana nyamannya tante aja,sa..katanya kalau tante ga suka dia ga akan memaksa"
"karena si abang sayang banget dengan tante tuh..takut dikata durhaka pula..hehehe"
" =D"
========================================================================
"bang, dengar-dengar ga jadi ya dengan kakak yang kemarin?'
"iya, sa.."
"Hmm..kenapa,bg? kurang sholehah ya? kurang baik? atau kurang cantik? =p"
" =D bukan ee sa..kalau kurang ya pasti ada, abang juga banyak kurangnya.. abang sayang kali dengan mama abang, jadi kalau abang suka tapi mama ga suka, masa abang harus maksa sa..naanti khan istri abang itu jadi menantu mama abang, kalau dari awal mama uda ngerasa ga sreg, khwatir kurang baik nantinya,sa.."
"hmm..tak layakkah kakak itu untuk diperjuangkan,bang? sampai haati tante luluh?
".................insya Allah,sa..insya Allaah akan abang coba perjuangkan, karena dia adalah perempuan pertama yang abang ajukan ke keluarga"
"semangat!!"
"sippz, insya Allah"
"=)"
*menulis ini, rasanya ingin menangis..
Rabu, 23 Maret 2011
Bilakah..
Sejenak ku sadar
Harapku mulai sirna
Mengguncang sisi jiwaku
Hasratpun meronta,merebak dalam tanya
Adilkah dunia bawaku melangkah..
Tatap cermin diri
Cari jawab akan tanya
Gelap hampa tiada warna
Sudah hapus saja bila raga lelah tuk mencari
Adilkah dunia bawaku melangkah..
... Bilakah semua kan menjadi nyata dalam hidup ini
... Bilakah cintaku slalu terasa abadi selamanya
Pudar hilang sudah
Anganku kan dirimu
Tinggalkan luka bathinku
Laraku mendera mendekam dalam rasa ini
Adilkah dunia bawaku melangkah..
Harapku mulai sirna
Mengguncang sisi jiwaku
Hasratpun meronta,merebak dalam tanya
Adilkah dunia bawaku melangkah..
Tatap cermin diri
Cari jawab akan tanya
Gelap hampa tiada warna
Sudah hapus saja bila raga lelah tuk mencari
Adilkah dunia bawaku melangkah..
... Bilakah semua kan menjadi nyata dalam hidup ini
... Bilakah cintaku slalu terasa abadi selamanya
Pudar hilang sudah
Anganku kan dirimu
Tinggalkan luka bathinku
Laraku mendera mendekam dalam rasa ini
Adilkah dunia bawaku melangkah..
Rabu, 16 Maret 2011
“Semua Yang Terasa Indah Saudara/i Qu”
Saya 1st time ketemu dengan Rizki di terminal bis Seutui, Rizki menjual pisang saleh, dan sejak saat itu saya beberapa ketemu Rizki di perempatan jalan, Ngapain?? Meminta-minta seperti bocah lain? TIDAK, Sama sekali dia belum pernah (dan semoga tidak akan pernah melakukan hal itu!). Rizki membantu jualan koran, pernah suatu waktu ikut "jalan-jalan" dengan penjual kerupuk keliling.."Oom baru" katanya..;D
Rizki itu ramah, ceria, dan hmm...wise =) Terkadang jika kami berkesempatan makan siang bersama atau sekedar ngobrol; Tanpa beban sedikitpun ia bercerita suka dukanya, tak jarang ia kudu nrima kalau dicibir atau bahkan dimarahin; tapi ia selalu ingat pesan ibunya "harus sabar karena orang sabar disayang Allah." Ia kerja setelah pulang sekolah, uangnya untuk biaya sekolah (buku,dsb) dan sisanya ditabung..
"Orang yang mau sabar dan kerja keras dari kecil..bisa jadi orang besar!" ujarnya yakin..^_^
Saya senang mendengarnya bercerita, juga ketika ia bertanya bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, cita-cita saya mau jadi apa, bahkan ketika secara jenaka ia menggoda kapan saya menikah! =D Ini bukan lagi kuliah agama, tapi kuliah kehidupan!
Pernah dalm suatu kesempatan saya main ke rumah Rizki, saya jadi ingin menangis, rumah itu kecil, kumuh sekali, diatas tanah orang disamping areal kuburan. saya enggak bisa membayangkan ada orang yang menempati rumah seperti ini. Ya Allah, saya istighfar & menahan air mataku yang ingin cepat turun.
Walaupun keadaannya seperti itu, tapi selalu terdapat keikhlasan dalam setiap akhlaknya, Subhanallah... Yaa, ia ga pernah segan untuk menolong teman-temannya atau orang yang kebetulan ditemuinya meski ia juga butuh; anak yang peka, dan darinya pula saya belajar bahwasanya jangan pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah...kudu tuntas.
Ketika bertemu dan menulis ini, saya selalu ingin mengatakan bahwa "kakak sayang kamu, Dik! Selamat berjuang! kakak yakin, meski sekarang keadaanmu seperti ini, suatu saat kamu akan jadi oarng hebat! Orang penting! Jadi kamu tidak boleh menyerah yaa dik!" Pesanku pula padanya.
Saya senang melihat Rizki, Dia cerdas dan baik hati. Selalu mau berusaha, tidak meminta-minta..."karena masih dapat berusaha" jawabnya!
Saya tau, suatu saat, kalau ia tetap berjuang dan dekat dengan Allah, dia benar-benar akan menjadi orang penting di negara ini! Walau mungkin, dalam perjalanan ini, banyak pandangan-pandangan negatif dari orang disekitar kita..tentang kita..tentang keikhlasan kita..dicibir, menerima tatapan sinis, bahkan kadang dimarahin. Tapi ingatlah, "Keikhlasan itu saudara/i ku, hanya Allah yang berhak menghakimi"
Yup,
Sangat banyak pelajaran yang dapat diambil dari orang-orang yang Allah hadirkan dalam kehidupan saya.. Jangan pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah..sebab, bukankah kepekaan itu indah? Sebab...kesabaran itu indah, berempati kepada orang lain itu adalah ibadah yang indah..=') Sebab, apapun itu, bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan dan membuat Allah tersenyum?
Sore itu, saya menjabat tangannya, saya semakin memahami;
Dalam segala keterbatasan, kita telah mencoba menebarkan cinta di jalan-jalan berliku, yang kita lalui. Percayalah, selalu sampai pada seseorang..=)
Saya tau Allah akan menjaga adik kecilku, Rizki. Tapi, tolong yaa..saya titip juga, salah satu calon orang penting ini pada kalian! ^_^
Bagai bunga yang telah menyandang keindahan selama mekar kuntum
Bukankah seyogyanya manusia mesti memberikan yang terbaik sepanjang hidupnya?
Tak henti menebarkan cinta dan kasih sayang dalam segala akhlak serta tingkah laku
sehingga kematian itu nanti menghampiri kita
karena sebagai insan kita tak pernah tau,
hingga kapan umur ini diamanahkan...
Better is not something you wish,
it is something u become
The best is not who you are
But it is what you did
Being better,
By doing the best!!
Rizki itu ramah, ceria, dan hmm...wise =) Terkadang jika kami berkesempatan makan siang bersama atau sekedar ngobrol; Tanpa beban sedikitpun ia bercerita suka dukanya, tak jarang ia kudu nrima kalau dicibir atau bahkan dimarahin; tapi ia selalu ingat pesan ibunya "harus sabar karena orang sabar disayang Allah." Ia kerja setelah pulang sekolah, uangnya untuk biaya sekolah (buku,dsb) dan sisanya ditabung..
"Orang yang mau sabar dan kerja keras dari kecil..bisa jadi orang besar!" ujarnya yakin..^_^
Saya senang mendengarnya bercerita, juga ketika ia bertanya bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, cita-cita saya mau jadi apa, bahkan ketika secara jenaka ia menggoda kapan saya menikah! =D Ini bukan lagi kuliah agama, tapi kuliah kehidupan!
Pernah dalm suatu kesempatan saya main ke rumah Rizki, saya jadi ingin menangis, rumah itu kecil, kumuh sekali, diatas tanah orang disamping areal kuburan. saya enggak bisa membayangkan ada orang yang menempati rumah seperti ini. Ya Allah, saya istighfar & menahan air mataku yang ingin cepat turun.
Walaupun keadaannya seperti itu, tapi selalu terdapat keikhlasan dalam setiap akhlaknya, Subhanallah... Yaa, ia ga pernah segan untuk menolong teman-temannya atau orang yang kebetulan ditemuinya meski ia juga butuh; anak yang peka, dan darinya pula saya belajar bahwasanya jangan pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah...kudu tuntas.
Ketika bertemu dan menulis ini, saya selalu ingin mengatakan bahwa "kakak sayang kamu, Dik! Selamat berjuang! kakak yakin, meski sekarang keadaanmu seperti ini, suatu saat kamu akan jadi oarng hebat! Orang penting! Jadi kamu tidak boleh menyerah yaa dik!" Pesanku pula padanya.
Saya senang melihat Rizki, Dia cerdas dan baik hati. Selalu mau berusaha, tidak meminta-minta..."karena masih dapat berusaha" jawabnya!
Saya tau, suatu saat, kalau ia tetap berjuang dan dekat dengan Allah, dia benar-benar akan menjadi orang penting di negara ini! Walau mungkin, dalam perjalanan ini, banyak pandangan-pandangan negatif dari orang disekitar kita..tentang kita..tentang keikhlasan kita..dicibir, menerima tatapan sinis, bahkan kadang dimarahin. Tapi ingatlah, "Keikhlasan itu saudara/i ku, hanya Allah yang berhak menghakimi"
Yup,
Sangat banyak pelajaran yang dapat diambil dari orang-orang yang Allah hadirkan dalam kehidupan saya.. Jangan pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah..sebab, bukankah kepekaan itu indah? Sebab...kesabaran itu indah, berempati kepada orang lain itu adalah ibadah yang indah..=') Sebab, apapun itu, bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan dan membuat Allah tersenyum?
Sore itu, saya menjabat tangannya, saya semakin memahami;
Dalam segala keterbatasan, kita telah mencoba menebarkan cinta di jalan-jalan berliku, yang kita lalui. Percayalah, selalu sampai pada seseorang..=)
Saya tau Allah akan menjaga adik kecilku, Rizki. Tapi, tolong yaa..saya titip juga, salah satu calon orang penting ini pada kalian! ^_^
Bagai bunga yang telah menyandang keindahan selama mekar kuntum
Bukankah seyogyanya manusia mesti memberikan yang terbaik sepanjang hidupnya?
Tak henti menebarkan cinta dan kasih sayang dalam segala akhlak serta tingkah laku
sehingga kematian itu nanti menghampiri kita
karena sebagai insan kita tak pernah tau,
hingga kapan umur ini diamanahkan...
Better is not something you wish,
it is something u become
The best is not who you are
But it is what you did
Being better,
By doing the best!!
CALON MENANTU
Ass, Kak. Aku baru nyampe rumah." Tak sabar Yayah mengirimkan SMS itu begitu tiba kembali di Tanah Air. Empat tahun lamanya ia menuntut ilmu di Al-Azhar University, Cairo. Tiga tahun di antaranya dilaluinya dengan menyimpan kenangan dan rindu kepada Qodari. Ya, lelaki asli Madura itu telah merebut hatinya sejak saat pertama menyambut kedatangannya di pagi buta, di Bandara Internasional Cairo. Bersama sejumlah senior lainnya, Qodari menjemput rombongan mahasiswa baru Al-Azhar University asal Indonesia yang merupakan peserta program beasiswa kerja sama Indonesia-Mesir.
Yayah segera saja menjadi bintang mahasiswa Al-Azhar angkatan tahun tersebut. Posturnya tinggi, dengan hidung bangir, bibir merah delima asli tanpa pulasan lipstik, dan kulit seputih kapas. Busana apa pun yang dikenakan gadis berdarah Sunda itu hanya membuatnya makin kelihatan cantik dan mempesona. Banyak kakak kelasnya yang berupaya menampakkan perhatiannya. Terutama mahasiswa tahun keempat yang sudah hampir lulus S-1 maupun mereka yang sedang menempuh jenjang pendidikan Pasca Sarjana.
Hanya Qodari yang sama sekali tak pernah memberikan sinyal khusus kepadanya. Meskipun ia tak pernah menolak jika Yayah memerlukan bantuannya. Terkadang Yayah ingin bertanya kepada kakak kelasnya, apakah Qodari sudah mempunyai calon istri. Namun ia merasa malu sendiri. Baru datang ke Mesir kok udah bicara cinta? Setahun kemudian, Qodari lulus S-1. Ia akan pulang ke Indonesia sebentar, lalu melanjutkan pendidikan S-2 di Pakistan.
Yayah dan sejumlah teman mengantarnya ke bandara. Ada yang terasa hilang di jiwanya saat sosok lelaki yang selama ini kerap mengisi relung batinnya itu menghilang dari pandangan sesaat setelah melewati imigrasi. Negeri Mesir yang indah kini terasa begitu hampa. Ketika mobil yang ditumpanginya perlahan meninggalkan bandara, matanya menatap jauh ke landasan, ke deretan burung-burung besi yang dengan angkuhnya bertengger di sana. Kalau saja ia punya sayap, ingin rasanya ia terbang dan hinggap di pesawat yang akan mengantar Qodari pulang ke Indonesia.
Betapa kejamnya Kak Qodari. Ia pergi tanpa pernah memberikan tanda apa pun kepadanya. Apakah ia begitu keras hatinya, sehingga tak mampu menangkap sinyal perasaan yang dikirimkan oleh seorang gadis — meski itu hanya berupa wajah memerah dan sikap canggung manakala tanpa sengaja berpapasan di perpustakaan kampus, Masjid Al-Azhar, dan Wisma Nusantara yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir. Padahal, lulusan terbaik Al-Azhar University dengan predikat Mumtaz itu dikenal selalu ramah dan simpatik kepada siapa pun.
Diam-diam ia pun menyesali dirinya. Kenapa ia tak berterus terang saja, atau setidaknya mengirimkan sinyal yang lebih jelas, misalnya berupa SMS yang berisi sindiran tentang cinta. Atau, mengapa ia tidak menitipkan salam lewat salah seorang kakak kelasnya yang sama-sama aktif di PPMI bersama Qodari?"
Yayah, kamu sakit?" tanya Aisyah, melihat wajah Yayah yang agak pucat. Buru-buru Yayah menggeleng. "Ah, tidak. Hanya kurang tidur saja," kilahnya. Sesaat sebelum pesawat Singapore Airlines yang akan membawanya dari Cairo ke Jakarta bersiap-siap untuk lepas landas, Qodari mengirimkan SMS:"Bila kamu mau menjadi istriku, aku akan menunggumu." Membaca SMS tersebut Yayah rasanya ingin berteriak dan melompat dari mobil. Namun ia berusaha menahan perasaannya sewajar mungkin.'
'Welcome home. Jadi, kapan aku boleh datang melamarmu? Wss." Balasan dari Qodari selalu pendek dan to the point. Namun itu sudah lebih dari cukup."Aku akan bicara dulu dengan Abah. Nanti aku kabari Kakak." Butuh waktu sebulan, baru KH Syamsuri, ulama terpandang di Bekasi, mengizinkan Qodari datang melamar putri kesayangannya. "Saya tunggu Jumat pagi, pukul enam," kata KH Syamsuri kepada Qodari, lewat telepon.
Dua tahun di Pakistan, Qodari kembali ke Tanah Air dengan menggondol gelar Master di bidang ekonomi syariah. Ia mengajar ekonomi syariah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Ia rajin menulis di media massa, khususnya mengenai ekonomi Islam. Ia pun menjadi da'i dan sudah mulai sering tampil di acara keislaman di televisi. Tepat pukul enam kurang 10 menit, ia tiba di rumah Sang Kiai. Ulama kharismatis itu sedang duduk di beranda sambil memegang tasbih dan melantunkan zikir.
''Assalaamu'alaikum."
KH Syamsuri menoleh. "Wa'alaikumsalaam. "
Qodari segera mencium tangan Sang Kiai. "Saya Qodari."'
'Silakan duduk." Suaranya terdengar berwibawa. Sorot matanya tajam.
"Terima kasih, Pak Kiai.'
'Yayah menyaksikan dari dalam rumah. Hatinya berdegup kencang melihat wajah yang selalu dirindukannya itu.
"Sayang, mana tehnya?"
"Siap, Abah."
Yayah segera mengantarkan minuman teh manis. Wajahnya terasa bersemu merah ketika Qodari menatapnya. Tanpa sengaja ia menunduk.
"Duduk di sini, sayang," kata KH Syamsuri.
Dengan kikuk, Yayah duduk di samping ayahnya, berhadapan dengan Qodari.
"Silakan jelaskan, apa tujuan kamu datang ke rumah saya," suara KH Syamsuri terdengar sangat tegas.'
'Terima kasih, Pak Kiai. Saya berniat melamar Yayah untuk menjadi istri saya."
KH Syamsuri tidak langsung menjawab. Ia menatap pemuda di hadapannya, seperti ingin mencari kepastian di matanya.
Tanpa sadar, Qodari mengangguk. Yayah merasa serba salah. Ia tidak berani mendonggakkan wajahnya.
"Tadi malam kamu shalat Tahajud?" tanya KH Syamsuri tiba-tiba.'
'Ya, Pak Kiai."
"Tadi pagi shalat Shubuh di mana?"
"Saya shalat Shubuh berjamaah di Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Kalimalang."
"Ya, sudah. Tiga bulan lagi kamu balik ke sini. "
Setelah itu, KH Syamsuri masuk ke dalam rumah. Qodari pun beranjak pulang. Yayah ingin protes kepada abahnya. Namun ia tidak berani.
Abahnya sangat sayang kepadanya, apalagi semenjak ibunya meninggal enam tahun lalu. Namun ia sangat tegas memegang prinsip.
Tiga bulan kemudian, Qodari datang lagi. Namun hal yang sama berulang. Ia diminta datang lagi tiga bulan kemudian. Lagi-lagi, pertanyaannya sama, yakni di mana dia shalat Tahajud dan shalat Shubuh.
Hari ini, untuk yang kelima kalinya Qodari datang ke rumah KH Syamsuri. Berarti kurang lebih setahun lamanya ia melamar Yayah. Pertanyaan KH Syamsuri tetap tidak berubah.
"Saya Tahajud dilanjutkan Shubuh berjamaah di Islamic Centre Bekasi," sahut Qodari mantap.
"Selama setahun ini, berapa kali kamu tidak shalat Tahajud, dan berapa kali kamu tidak shalat fardhu berjamaah."
"Alhamdulillah, tidak satu kali pun, Pak Kiai."
Tiba-tiba KH Syamsuri bangkit dari duduknya, dan memeluk Qodari.
"Aku izinkan engkau menikahi putriku. Bimbinglah ia ke jalan yang diredhai Allah, dunia dan akhirat," bisiknya perlahan namun tegas di telinga Qodari.
Yayah menarik napas lega. Wajahnya tiba-tiba tersenyum sumringah.
KH Syamsuri melirik putrinya. "Sayangku, calon suamimu berkhidmat di bidang dakwah dan pendidikan. Bagaimana ia bisa menjadi seorang dai yang istiqamah, kalau ia tidak menegakkan shalat Tahajud dan shalat fardhuberjamaah? Ketahuilah, Tahajud merupakan pakaian para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Sedangkan shalat fardhu jamaah merupakan ukuran kesungguhan iman seseorang. Kamu pasti pernah membaca hadits, cukuplah untuk mengetahui seseorang itu golongan munafik atau bukan dari shalat Shubuhnya, berjamaah atau tidak."
Yayah segera saja menjadi bintang mahasiswa Al-Azhar angkatan tahun tersebut. Posturnya tinggi, dengan hidung bangir, bibir merah delima asli tanpa pulasan lipstik, dan kulit seputih kapas. Busana apa pun yang dikenakan gadis berdarah Sunda itu hanya membuatnya makin kelihatan cantik dan mempesona. Banyak kakak kelasnya yang berupaya menampakkan perhatiannya. Terutama mahasiswa tahun keempat yang sudah hampir lulus S-1 maupun mereka yang sedang menempuh jenjang pendidikan Pasca Sarjana.
Hanya Qodari yang sama sekali tak pernah memberikan sinyal khusus kepadanya. Meskipun ia tak pernah menolak jika Yayah memerlukan bantuannya. Terkadang Yayah ingin bertanya kepada kakak kelasnya, apakah Qodari sudah mempunyai calon istri. Namun ia merasa malu sendiri. Baru datang ke Mesir kok udah bicara cinta? Setahun kemudian, Qodari lulus S-1. Ia akan pulang ke Indonesia sebentar, lalu melanjutkan pendidikan S-2 di Pakistan.
Yayah dan sejumlah teman mengantarnya ke bandara. Ada yang terasa hilang di jiwanya saat sosok lelaki yang selama ini kerap mengisi relung batinnya itu menghilang dari pandangan sesaat setelah melewati imigrasi. Negeri Mesir yang indah kini terasa begitu hampa. Ketika mobil yang ditumpanginya perlahan meninggalkan bandara, matanya menatap jauh ke landasan, ke deretan burung-burung besi yang dengan angkuhnya bertengger di sana. Kalau saja ia punya sayap, ingin rasanya ia terbang dan hinggap di pesawat yang akan mengantar Qodari pulang ke Indonesia.
Betapa kejamnya Kak Qodari. Ia pergi tanpa pernah memberikan tanda apa pun kepadanya. Apakah ia begitu keras hatinya, sehingga tak mampu menangkap sinyal perasaan yang dikirimkan oleh seorang gadis — meski itu hanya berupa wajah memerah dan sikap canggung manakala tanpa sengaja berpapasan di perpustakaan kampus, Masjid Al-Azhar, dan Wisma Nusantara yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir. Padahal, lulusan terbaik Al-Azhar University dengan predikat Mumtaz itu dikenal selalu ramah dan simpatik kepada siapa pun.
Diam-diam ia pun menyesali dirinya. Kenapa ia tak berterus terang saja, atau setidaknya mengirimkan sinyal yang lebih jelas, misalnya berupa SMS yang berisi sindiran tentang cinta. Atau, mengapa ia tidak menitipkan salam lewat salah seorang kakak kelasnya yang sama-sama aktif di PPMI bersama Qodari?"
Yayah, kamu sakit?" tanya Aisyah, melihat wajah Yayah yang agak pucat. Buru-buru Yayah menggeleng. "Ah, tidak. Hanya kurang tidur saja," kilahnya. Sesaat sebelum pesawat Singapore Airlines yang akan membawanya dari Cairo ke Jakarta bersiap-siap untuk lepas landas, Qodari mengirimkan SMS:"Bila kamu mau menjadi istriku, aku akan menunggumu." Membaca SMS tersebut Yayah rasanya ingin berteriak dan melompat dari mobil. Namun ia berusaha menahan perasaannya sewajar mungkin.'
'Welcome home. Jadi, kapan aku boleh datang melamarmu? Wss." Balasan dari Qodari selalu pendek dan to the point. Namun itu sudah lebih dari cukup."Aku akan bicara dulu dengan Abah. Nanti aku kabari Kakak." Butuh waktu sebulan, baru KH Syamsuri, ulama terpandang di Bekasi, mengizinkan Qodari datang melamar putri kesayangannya. "Saya tunggu Jumat pagi, pukul enam," kata KH Syamsuri kepada Qodari, lewat telepon.
Dua tahun di Pakistan, Qodari kembali ke Tanah Air dengan menggondol gelar Master di bidang ekonomi syariah. Ia mengajar ekonomi syariah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Ia rajin menulis di media massa, khususnya mengenai ekonomi Islam. Ia pun menjadi da'i dan sudah mulai sering tampil di acara keislaman di televisi. Tepat pukul enam kurang 10 menit, ia tiba di rumah Sang Kiai. Ulama kharismatis itu sedang duduk di beranda sambil memegang tasbih dan melantunkan zikir.
''Assalaamu'alaikum."
KH Syamsuri menoleh. "Wa'alaikumsalaam. "
Qodari segera mencium tangan Sang Kiai. "Saya Qodari."'
'Silakan duduk." Suaranya terdengar berwibawa. Sorot matanya tajam.
"Terima kasih, Pak Kiai.'
'Yayah menyaksikan dari dalam rumah. Hatinya berdegup kencang melihat wajah yang selalu dirindukannya itu.
"Sayang, mana tehnya?"
"Siap, Abah."
Yayah segera mengantarkan minuman teh manis. Wajahnya terasa bersemu merah ketika Qodari menatapnya. Tanpa sengaja ia menunduk.
"Duduk di sini, sayang," kata KH Syamsuri.
Dengan kikuk, Yayah duduk di samping ayahnya, berhadapan dengan Qodari.
"Silakan jelaskan, apa tujuan kamu datang ke rumah saya," suara KH Syamsuri terdengar sangat tegas.'
'Terima kasih, Pak Kiai. Saya berniat melamar Yayah untuk menjadi istri saya."
KH Syamsuri tidak langsung menjawab. Ia menatap pemuda di hadapannya, seperti ingin mencari kepastian di matanya.
Tanpa sadar, Qodari mengangguk. Yayah merasa serba salah. Ia tidak berani mendonggakkan wajahnya.
"Tadi malam kamu shalat Tahajud?" tanya KH Syamsuri tiba-tiba.'
'Ya, Pak Kiai."
"Tadi pagi shalat Shubuh di mana?"
"Saya shalat Shubuh berjamaah di Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Kalimalang."
"Ya, sudah. Tiga bulan lagi kamu balik ke sini. "
Setelah itu, KH Syamsuri masuk ke dalam rumah. Qodari pun beranjak pulang. Yayah ingin protes kepada abahnya. Namun ia tidak berani.
Abahnya sangat sayang kepadanya, apalagi semenjak ibunya meninggal enam tahun lalu. Namun ia sangat tegas memegang prinsip.
Tiga bulan kemudian, Qodari datang lagi. Namun hal yang sama berulang. Ia diminta datang lagi tiga bulan kemudian. Lagi-lagi, pertanyaannya sama, yakni di mana dia shalat Tahajud dan shalat Shubuh.
Hari ini, untuk yang kelima kalinya Qodari datang ke rumah KH Syamsuri. Berarti kurang lebih setahun lamanya ia melamar Yayah. Pertanyaan KH Syamsuri tetap tidak berubah.
"Saya Tahajud dilanjutkan Shubuh berjamaah di Islamic Centre Bekasi," sahut Qodari mantap.
"Selama setahun ini, berapa kali kamu tidak shalat Tahajud, dan berapa kali kamu tidak shalat fardhu berjamaah."
"Alhamdulillah, tidak satu kali pun, Pak Kiai."
Tiba-tiba KH Syamsuri bangkit dari duduknya, dan memeluk Qodari.
"Aku izinkan engkau menikahi putriku. Bimbinglah ia ke jalan yang diredhai Allah, dunia dan akhirat," bisiknya perlahan namun tegas di telinga Qodari.
Yayah menarik napas lega. Wajahnya tiba-tiba tersenyum sumringah.
KH Syamsuri melirik putrinya. "Sayangku, calon suamimu berkhidmat di bidang dakwah dan pendidikan. Bagaimana ia bisa menjadi seorang dai yang istiqamah, kalau ia tidak menegakkan shalat Tahajud dan shalat fardhuberjamaah? Ketahuilah, Tahajud merupakan pakaian para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Sedangkan shalat fardhu jamaah merupakan ukuran kesungguhan iman seseorang. Kamu pasti pernah membaca hadits, cukuplah untuk mengetahui seseorang itu golongan munafik atau bukan dari shalat Shubuhnya, berjamaah atau tidak."
Label:
dearSyarah,
Dunia Anak,
Episode Chacha,
Keluarga,
Pernikahan
Jumat, 11 Maret 2011
Teringat..
Kerapkali,
kerinduan adalah kesunyian,yang senyap..kosong,gelap,hampa suara..
Namun kerinduanku padamu adalah kerinduan yang gemerisik..pada helai daun,tanah,dan udara..
Apa kabarmu disana?
Teringat cerita kita lalu
setahun ada bersama
mengikut alur bertalu
ingatkah dirimu?
Sepiring pizza yang kusajikan
di atas meja kerja itu
merona ketika terkecap pujian
ah,meski ku tahu
pujian ada karena dirimu sedang lapar
atau tak enak mengecewakanku
tetap saja membuatku berbinar
ada pula tentang rantang itu
berisi itik masak putih
enak katamu
dicicip pulang ke rumah
ada tawa yg dibagi
marah yang tertandingi
sedih tak lari
canda menari
semua terangkum dalam satu memori
dan,
pernah pula ada penyesalan
amarah tak terkendali
luka menyiksa perasaan
rasa tak ingin saling kenali
tentang kita,
ketika akhirnya harus memilih
mencoba seiya sekata
semoga dapat membuat kita pulih
apa kabarmu disana?
Semoga dapat bertemu dan berkata
kita,kelak...
Sunday, March 6, 2011 at 10:08am
kerinduan adalah kesunyian,yang senyap..kosong,gelap,hampa suara..
Namun kerinduanku padamu adalah kerinduan yang gemerisik..pada helai daun,tanah,dan udara..
Apa kabarmu disana?
Teringat cerita kita lalu
setahun ada bersama
mengikut alur bertalu
ingatkah dirimu?
Sepiring pizza yang kusajikan
di atas meja kerja itu
merona ketika terkecap pujian
ah,meski ku tahu
pujian ada karena dirimu sedang lapar
atau tak enak mengecewakanku
tetap saja membuatku berbinar
ada pula tentang rantang itu
berisi itik masak putih
enak katamu
dicicip pulang ke rumah
ada tawa yg dibagi
marah yang tertandingi
sedih tak lari
canda menari
semua terangkum dalam satu memori
dan,
pernah pula ada penyesalan
amarah tak terkendali
luka menyiksa perasaan
rasa tak ingin saling kenali
tentang kita,
ketika akhirnya harus memilih
mencoba seiya sekata
semoga dapat membuat kita pulih
apa kabarmu disana?
Semoga dapat bertemu dan berkata
kita,kelak...
Sunday, March 6, 2011 at 10:08am
Selasa, 08 Maret 2011
Hhhhhhhhhhh............
Sengaja bangun tiga jam lebih pagi karena hendak mengerjakan tulisan yang dikejar deadline. Mood jelas menentukan sekali, karena butuh konsentrasi untuk mengerjakan tulisan yang cukup membuat pusing ini dengan banyaknya literatur yang harus dibaca.
Tiba-tiba, Pkl.10.23.07wib Ponsel saya berbunyi..
Nomor?
mungkin adik-adik..(selama ini masihlah melayani untuk menghormati)
Tapi ternyata...
Terjadilah perbincangan yang membuat mood saya benar-benar drop di titik terendah..selama pembicaraan saya tahan-tahan agar intonasi suara saya stabil, jangan sampai mengeluarkan ketidaksukaan pada orang yang belum saya kenal dan hanya "DITITIPIN AMANAH" untuk menelepon saya.
Akhirnya empat menit setelahnya, saya menelepon balik untuk menjelaskan beberapa hal yang kiranya dapat memudahkan beliau, menyampaikan posisi-posisi barang tertentu, arsip tempat daftar nomor telepon, dan lain-lain.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
saya yang masih sangat awam ini hanya berusaha memahami satu hal,
"jangan memperlakukan sesuatu yang kamu tidak suka jika orang lain memperlakukan hal serupa atasmu."
saya yang masih miskin ilmu ini sedang mencoba menyelami nasehat Imam Syafi'i sejak awal pertama saya membaca riwayat ini,
"BARANGSIAPA MENASEHATI SAUDARANYA SECARA RAHASIA MAKA DIA TELAH MENASEHATI DAN MENGHIASINYA, NAMUN BARANGSIAPA YANG MENASEHATINYA SECARA TERBUKA MAKA DIA TELAH MEMPERMALUKANNYA DAN MEMBURUKKANNYA."
saya sadar dan mencoba untuk melihat betul2 ke kaca, siapa sebenarnya orang yg ada didepan saya ketika saya bercermin, bahwasanya masih byak perbuatan saya yang membuat orang malas berinteraksi dengan saya,
mungkin semua orang di dunia ini telah berlapang dada dan memaafkan segala perbuatan saya, dan saya mencoba
untuk tidak merasa apapun itu bukan cuma soal diri saya sendiri,mencoba untuk tidak melihat dan menilai dari satu arah,yaitu arah saya saja, tapi mencoba untuk melihat dari arah orang2 disekitar saya juga..
oleh karena itu, kerapkali saya menjadi tidak berani menyalahkan orang lain lagi jika ada sesuatu meski sangat tidak menyenangkannya bagi saya..
hhh...
telah sebulan berlalu, dan sebelum menerima telepon pagi tadi, masih memiliki niat yang sama
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan persaudaraan” (Muttafaq 'Alaih).
Dan jangan sampai kita memutuskan tali silaturahmi hanya karena pekerjaan dan jabatan. Silaturrahmi lebih tinggi nilainya dari itu semua. “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim) ? (QS. Muhammad: 22).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
saat ini yang saya rasakan, saya sangat ingin menangis karena luapan emosi yang tidak dapat saya keluarkan.
mengapa harus mengusik saya disaat-saat saya benar-benar butuh ketenangan dan konsentrasi?
ketika saya harus benar-benar fokus menghadapi hal paling penting dalam hidup saya saat ini.
bagaimana saya harus menyampaikan betapa tidak sukanya saya, betapa tidak nyamannya saya, sama seperti tidak sukanya saudara ketika saya menjiplak mentah sikap serupa. saya pun merasakan kekesalan yang sama. malu yang sama. marah yang sama.
Tapi mengapa saya yang tidak punya hak untuk menyatakan bahwa sayapun malu, kesal dan marah jika disikapi demikian?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
bukan saya tidak ingin merajut kembali sesuatu yang pernah sangat baik sekali terjalin, sangat ingin sekali..sangat ingin sekali. bahkan dua hari setelah hari itu keinginan begitu kuat untuk menghampiri, mencoba menekan sedalam mungkin ego saya untuk memulai,karena saya sadar betul ada andil kesalahan saya didalamnya. Tapi kembali terulang hingga emosi saya pun kembali menjadi tak keruan. Astaghfirullah..ternyata saya masih begitu egois dengan perasaan saya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
terkadang saya pun benci pada diri saya sendiri ketika harus memiliki sifat egois, sementara saya mengetahui benar itu tidak baik untuk saya dan tidak disukai orang lain.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tiba-tiba, Pkl.10.23.07wib Ponsel saya berbunyi..
Nomor?
mungkin adik-adik..(selama ini masihlah melayani untuk menghormati)
Tapi ternyata...
Terjadilah perbincangan yang membuat mood saya benar-benar drop di titik terendah..selama pembicaraan saya tahan-tahan agar intonasi suara saya stabil, jangan sampai mengeluarkan ketidaksukaan pada orang yang belum saya kenal dan hanya "DITITIPIN AMANAH" untuk menelepon saya.
Akhirnya empat menit setelahnya, saya menelepon balik untuk menjelaskan beberapa hal yang kiranya dapat memudahkan beliau, menyampaikan posisi-posisi barang tertentu, arsip tempat daftar nomor telepon, dan lain-lain.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
saya yang masih sangat awam ini hanya berusaha memahami satu hal,
"jangan memperlakukan sesuatu yang kamu tidak suka jika orang lain memperlakukan hal serupa atasmu."
saya yang masih miskin ilmu ini sedang mencoba menyelami nasehat Imam Syafi'i sejak awal pertama saya membaca riwayat ini,
"BARANGSIAPA MENASEHATI SAUDARANYA SECARA RAHASIA MAKA DIA TELAH MENASEHATI DAN MENGHIASINYA, NAMUN BARANGSIAPA YANG MENASEHATINYA SECARA TERBUKA MAKA DIA TELAH MEMPERMALUKANNYA DAN MEMBURUKKANNYA."
saya sadar dan mencoba untuk melihat betul2 ke kaca, siapa sebenarnya orang yg ada didepan saya ketika saya bercermin, bahwasanya masih byak perbuatan saya yang membuat orang malas berinteraksi dengan saya,
mungkin semua orang di dunia ini telah berlapang dada dan memaafkan segala perbuatan saya, dan saya mencoba
untuk tidak merasa apapun itu bukan cuma soal diri saya sendiri,mencoba untuk tidak melihat dan menilai dari satu arah,yaitu arah saya saja, tapi mencoba untuk melihat dari arah orang2 disekitar saya juga..
oleh karena itu, kerapkali saya menjadi tidak berani menyalahkan orang lain lagi jika ada sesuatu meski sangat tidak menyenangkannya bagi saya..
hhh...
telah sebulan berlalu, dan sebelum menerima telepon pagi tadi, masih memiliki niat yang sama
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan persaudaraan” (Muttafaq 'Alaih).
Dan jangan sampai kita memutuskan tali silaturahmi hanya karena pekerjaan dan jabatan. Silaturrahmi lebih tinggi nilainya dari itu semua. “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim) ? (QS. Muhammad: 22).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
saat ini yang saya rasakan, saya sangat ingin menangis karena luapan emosi yang tidak dapat saya keluarkan.
mengapa harus mengusik saya disaat-saat saya benar-benar butuh ketenangan dan konsentrasi?
ketika saya harus benar-benar fokus menghadapi hal paling penting dalam hidup saya saat ini.
bagaimana saya harus menyampaikan betapa tidak sukanya saya, betapa tidak nyamannya saya, sama seperti tidak sukanya saudara ketika saya menjiplak mentah sikap serupa. saya pun merasakan kekesalan yang sama. malu yang sama. marah yang sama.
Tapi mengapa saya yang tidak punya hak untuk menyatakan bahwa sayapun malu, kesal dan marah jika disikapi demikian?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
bukan saya tidak ingin merajut kembali sesuatu yang pernah sangat baik sekali terjalin, sangat ingin sekali..sangat ingin sekali. bahkan dua hari setelah hari itu keinginan begitu kuat untuk menghampiri, mencoba menekan sedalam mungkin ego saya untuk memulai,karena saya sadar betul ada andil kesalahan saya didalamnya. Tapi kembali terulang hingga emosi saya pun kembali menjadi tak keruan. Astaghfirullah..ternyata saya masih begitu egois dengan perasaan saya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
terkadang saya pun benci pada diri saya sendiri ketika harus memiliki sifat egois, sementara saya mengetahui benar itu tidak baik untuk saya dan tidak disukai orang lain.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rabu, 02 Maret 2011
Dear, tman2..
Sekedar berbagi cerita, cerita bahagia, semoga ikut merasakan bahagianya..yg
memenuhi seanteeeeroooooooo ruang jiwa...^_^
Qta emang ga pernah tau rncana-Nya Yang Maha Indah..
dan sa, ga pernah nyangka bisa gabung di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu)
padahal sa bukan dari keguruan,
bersama anak2, para calon hafizh/ah, Subhanallah..semakin mguatkan azzam
untuk mmpunyai SDIT uga'(AmiiiiinnYaaRabb), n belajar banyak, jadi
ibu..(hmm,panggilan paling indah untuk seorang perempuan^_^v)
berikut, setitik cerita indah bersama mereka..^_^
Walaupun setiap anak istimewa n wajib mengistimewakan setiap anak, tapi ada
bbrapa anak yang..bagi sa sgt istimewa..
kelas I'dad, favoritnya Muhammad Ibnu Rasyid Ass-Shidiqi, panggilan Iyus, 3
bersaudara n sa Alhamdulillah dekat dgn ketiganya..
kk pertamanya Siti Aisyah, panggilannya Icha kls VI, abangnya Hanif, M.Alvan
Hanif Ramadhan, kls V SD..
Iyus itu, anaknya bijak banget, perhatian, sangat santun, n cerdas..
stiap dikasih tugas, iyus mngerjakannya dgn serius hgga bnar2
selesai..bgitu juga ketika kita bercerita, iyus bnar2 mmperhatikan, ketika
ada temannya yang "mengganggu" perhatiannya..iyus ga langsung marah..ia akan
menegur baik2..
"Ja, iyus lagi dengar bu'guru cerita"
diganggu u/ kedua X..
"Ja, kalau Ja ribut, iyus ga dengar apa yg bu'guru ceritain"
ketika yg ketiga kali...
"Ja, Iyus mau dengar bu'guru cerita, jangan ribut, Iyus ga 'konsen' nie"
hehehhe..kerap kali sa mmperhatikannya..^_^
begitu pula caranya meminta izin untuk berbicara dengan hanif ketika sa
mengajar di kelas abangnya..
"Assalamu'alaykum, Bu'..ada b'hanif?? Iyus boleh ngomong dgn b'hanif
sebentar?"
Begitulah caranya mmnta izin..begitu jg ketika ia menanyakan kk-a..
"Bu, k'icha dmana ya?? tadi iyus ke kesana (sambil mnunjuk kelas VI B)
k'icha ga ada"
Subhanallah..
sa yang hanya ktemu selama 8jam sehari aja, bahagia banget, gmana lagi orang
tuanya..Subhanallah...^_^
Lalu ada Tsair Ahmad Jibril Askari,
Jibril panggilannya..anaknya "aktifnya" itu lho, luar biasa..(luar biasa
bikin sa lumayan kelimpungan maksudnya,hehehe..^_^)
tp jawabannya jibril trlalu lucu n polos tiap x diingatkan..cem waktu ia
makan sambil berdiri, trz temannya bilang..
"Jibril kalau makan sambil berdiri kayak biri2 kata bu'guru"
trz Jibril langsung ngejawab: "kl Jibril makan sambil terbang, ga sempat
berdiri, krn dari Syurga khan jauh, nti bisa terlambat ketemu Rasulullah kl
berhenti untuk berdiri dulu, ya khan bu'guru?"
Nah lho??
trz Jibril tu suka nyeletuk usil tiap ada temannya yg salah jawab,
misalnya waktu sesi cerita Siraah Rasulullah dgn Raja Abraha n Burung Ababil
(QS. Al-Fill), trz ada temannya yg salah jawab, menyebut burung ababil dgn
sebutan burung adabi, trz Jibril spontan mnjawab..
"emang pisang goreng adabi? Ntar ngafalnya jadi- wa arsala'alayhim thayraan
ADAABII... Allah bisa marah lho.."
yg pasti anaknya trmasuk yg paling kritis, luar biasa aktif n agak keras
kepala, hehehe..^_^v
lalu ada Zhahira Salsabila Putri..
Zhahira ini luar biasa "dewasa"..dikelas dia spti sosok seorang kakak n
ass.guru, hehehe..
Zhahira ini, saingan terberat Iyus, mereka sama2 bnar2 lancar mmbaca
selancar Qta mmbaca (5 tahun lho), menulis, berhitung, n mengaji..(mmg
focusnya calistung-Al Qur'an), n sangat bisa mngajar teman2nya yg
ketinggalan, dgn sangat sabar..benar2 sangat sabar, sungguh...
ketika ia tlah menyelesaikan tugasnya, n tman2nya pada memanggil2..
"ibu, ini bagaimana..??"
Zhahira lgsung tanggap n mmbntu temannya,
"kalau tambah, berarti jarinya dibuka, coba yg ini 5+3=...
buka jarinya 5,bagaimana?? trz buka jari tangan yg ini 3..jadi semuanya
ada..5,6,7,8...delapan..
kalau yg ini dikurang, berarti jarinya ditutup..coba 7-5=.... buat jarinya
7, terus tutup yang 5, jadinya..DUA..."
(sa kalau mmperhatikan dia, sampai terharu...kereenn...)
Subhanallah...
Ada Naufal Ar-Razak,
kmarin itu, sa tanpa sadar, merapikan posisi sandal sa dengan kaki..(cz, di
slama sekolah sepatu anak2 n guru di simpan di Box sepatu depan rg.kelas
masing2, jadi guru pakai sandal keliling sekolah), nauval yg berdiri dekat
sa langsung bilang..
"bu'guru, kalau pakai kaki ga sholeh loh.."
Subhanallah, rasanya mau nangis, betapa nauval bisa merekam dengan baik apa
yg pernah dsampaikan, mengingatkan betapa kita harus konsisten dengan ucapan
Qta, beberapa hari yll tman sekelasnya memindahkan sampah dgn kaki, sa
bilang..
"b'Hadist, kalau pakai kaki ga sholeh lho.."
nauval bnar2 fotocopy ucapan sa pada hadist lalu, padahal nauval baru 5th,
Subhanallah...
yg paling bikin pingin nangis, waktu nauval dgn suaranya yg gemesin itu
bilang sayang waktu sa minta maaf..
"maaf ya b'naufal, ibu salah, makasih ya sayang uda ngingatin ibu"
Nauval tu suka ketawa geli kalau ada yg meluk dia, walaupun balas meluk
sambil bilang..
"ia donk bu'...b'nauval khan sayang dengan ibu, besok ibu jadi sholeh
yaa..jangan nakal lagi"
huehehehehe...jadi terharu plus geli..
(oya, hadist tu murid paling santun dalam bertutur, suka banget ngayun2in
tangan sa sampai pegel sampai ketawa2)
tau ga, history-nya anak2 ikhwan sa panggil dgn embel2 "abang"
alnya, Gamma (Gamma Raisul Fadhla) pernah bilang mau cepat2 naik kelas..
trz waktu sa tnya knpa??
jawabnya, biar Gamma jg bisa dipanggil abang dengan bu'guru..
hehehe..alnya dulu tu sebutan abang di depan nama cuma sa gunakan untuk
kelas 2-6, yg kls I'dad n kls 1 SD sa panggil nama doank..
banyaklah..ada Chairunnisa'Maulidza, waktu 1st time knalan lgsng cerita ttg
asal muasal namanya, knpa ia diberi nama Chairunnisa'Maulidza, krn ia lahir
di bulan Maulid..Subhanallah...
ada Ahmad Davin Az-Zuhdi yg ketika punya adik baru cerita ttg arti nama
adiknya yg juga islami, ada raddad(kamaluraddad) yg
imuuuuuuuuttttt,,,,banget, mana sipit lagi, suka banget sa dgnnya..ada
M.Athallah Nabil Ramadhan (luar biasa lucu), M.Khuzaifi Al-Gibrani, Daffa,
Kinan, Suhaill Azzaimul Humam (selalu protes kalau sa cuma panggil dgn
Suhail, kudu lengkap manggilnya Suhail Azzaimul Humam), Abdullah Yusuf
Syahadah (lembut banget anaknya), Attariq Jihad, Ruhul Mujahid Rabbani,
Faqihah Sumayyah..(Subhanallah..suka banget..), para bintang kelas 1,
M.Zaidan Farabi Zulkarnain (baru lulus ujian murajaah juz 30-29), Luthfy
Baihaqi..(gemesin banget..sahabat Zaidan), Sidqi Rabbani..(1st.time panggil
namanya di presensi sa baca dgn ejaan biasa, Sidqi Rabbani, lalu langsung
diPROTESnya."Bu, bukan sidqi, tapi Sid'Qi.. 'Ain..> Subhanallah..bacaannya Al-Qurannya jg termasuk yg terbaik, tajwidnya
mantap) para bintang kelas 2 SD...
hmm..kmarin yg paling lucu..
(nie ceritanya agak malu2in, jd jangan muntah bacanya yaa..hehehe..;p)
1st. ulfah tanya.."ibu, suka Harry Potter?"
> suka banget^_^
'Bu, uda baca buku deathly hallows?'
> uda ^_^v
'bu, apa aja c horcrux yg harus dihancurin harry?'
> (Wuih, ni anak ga salah, bacaannya harry potter?), seingat ibu ada 7 yaitu
buu diary tom riddle, cincin marvolo gaunt, liontin salazar slytherin, piala
helga hufflepuff, mahkota rowena ravenclaw, harry potter, n nagini
trz ulfah tanya2 lagi..
'ibu tau ga tempat tinggal plg panas n paling dingin dimna?'
> kalau ga salah, yg paling panas kota fitzroy crossing n wyndham di
Australia, suhunya rata2 35,6 derajat celcius, n paling dingin ds.Oymyakon
di Rusia, suhu rata2nya antara -9 sd -23 derajat celcius
ditanyain macem2, yg semua sebenarnya ada di buku eksi anak2..tr trkhir
ulfah muji gini,
"Subhanallah, ibu mmg hebat, nti kalau k'ulfah uda jadi orang besar, ulfah
jg mau jenius kayak ibu"
Waduh,
GEDUBRAK...!!
trz hanif bilang,
'ibu khan orang besar, jadi banyak tau, kalau qta khan masih kecil, semua
orang besar emg lebih pintar dari qta,iya khan bu'?
trz ulfah ga terima, dia keukeuh bilang sa hebat, tp hanif jg keukeuh bilang
kl itu hal yg wajar krn sa orang besar, hehehe...lucu,anak2...
Githu de teman2...
taukah Qta siapa makhluk yg paling jujur ucapan & tingkah lakunya?
Yg masih murni segala ekspresinya?
Yg terkadang menyentil hati kita dengan kata2 spontannya?
mereka adalah anak2..
mengapa?
karena setiap anak dilahirkan dlm keadaan fithr. Anak itu suci n bersih,
maka apa yg ia rasakan, itulah yg ia lontarkan.
dalam bening matanya n renyah celotehnya, anak2 menghadirkan kehidupan apa
adanya.
lewat jernih komentarnya, anak2 menarik kita dari pusaran kepalsuan yg
terkadang, tanpa sadar, lebih kita akrabi.
mereka juga mampu menyadarkan kita akan kekhilafan yang mungkin akan
membuncahkan ego jika orang lain yg mengingatkan,
namun karena kebersihan hati dan tulusnya lantunan kata2 mereka, kitapun
luluh dibuatnya..
celoteh mereka tidaklah statis. Karena mreka adalah para perekam ulung yg
juga amat peka, maka tak heran jika sewaktu2 qta dibuat kaget oleh ungkapan
"ajaib" darilisan mereka. Interaksi dgn lingkungan amatlah mempengaruhi
kedinamisan celoteh dan pembentukan karakter dari para malaikat kecil ini.
selayaknyalah kita memelihara kejernihan hati dan kecerdasan jiwa mereka.
keluguan,kelucuan, n segala kekhasan mereka adalah warna n sungguh anugerah
terindah dari Sang Maha Kuasa..^_^
Sekedar berbagi cerita, cerita bahagia, semoga ikut merasakan bahagianya..yg
memenuhi seanteeeeroooooooo ruang jiwa...^_^
Qta emang ga pernah tau rncana-Nya Yang Maha Indah..
dan sa, ga pernah nyangka bisa gabung di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu)
padahal sa bukan dari keguruan,
bersama anak2, para calon hafizh/ah, Subhanallah..semakin mguatkan azzam
untuk mmpunyai SDIT uga'(AmiiiiinnYaaRabb), n belajar banyak, jadi
ibu..(hmm,panggilan paling indah untuk seorang perempuan^_^v)
berikut, setitik cerita indah bersama mereka..^_^
Walaupun setiap anak istimewa n wajib mengistimewakan setiap anak, tapi ada
bbrapa anak yang..bagi sa sgt istimewa..
kelas I'dad, favoritnya Muhammad Ibnu Rasyid Ass-Shidiqi, panggilan Iyus, 3
bersaudara n sa Alhamdulillah dekat dgn ketiganya..
kk pertamanya Siti Aisyah, panggilannya Icha kls VI, abangnya Hanif, M.Alvan
Hanif Ramadhan, kls V SD..
Iyus itu, anaknya bijak banget, perhatian, sangat santun, n cerdas..
stiap dikasih tugas, iyus mngerjakannya dgn serius hgga bnar2
selesai..bgitu juga ketika kita bercerita, iyus bnar2 mmperhatikan, ketika
ada temannya yang "mengganggu" perhatiannya..iyus ga langsung marah..ia akan
menegur baik2..
"Ja, iyus lagi dengar bu'guru cerita"
diganggu u/ kedua X..
"Ja, kalau Ja ribut, iyus ga dengar apa yg bu'guru ceritain"
ketika yg ketiga kali...
"Ja, Iyus mau dengar bu'guru cerita, jangan ribut, Iyus ga 'konsen' nie"
hehehhe..kerap kali sa mmperhatikannya..^_^
begitu pula caranya meminta izin untuk berbicara dengan hanif ketika sa
mengajar di kelas abangnya..
"Assalamu'alaykum, Bu'..ada b'hanif?? Iyus boleh ngomong dgn b'hanif
sebentar?"
Begitulah caranya mmnta izin..begitu jg ketika ia menanyakan kk-a..
"Bu, k'icha dmana ya?? tadi iyus ke kesana (sambil mnunjuk kelas VI B)
k'icha ga ada"
Subhanallah..
sa yang hanya ktemu selama 8jam sehari aja, bahagia banget, gmana lagi orang
tuanya..Subhanallah...^_^
Lalu ada Tsair Ahmad Jibril Askari,
Jibril panggilannya..anaknya "aktifnya" itu lho, luar biasa..(luar biasa
bikin sa lumayan kelimpungan maksudnya,hehehe..^_^)
tp jawabannya jibril trlalu lucu n polos tiap x diingatkan..cem waktu ia
makan sambil berdiri, trz temannya bilang..
"Jibril kalau makan sambil berdiri kayak biri2 kata bu'guru"
trz Jibril langsung ngejawab: "kl Jibril makan sambil terbang, ga sempat
berdiri, krn dari Syurga khan jauh, nti bisa terlambat ketemu Rasulullah kl
berhenti untuk berdiri dulu, ya khan bu'guru?"
Nah lho??
trz Jibril tu suka nyeletuk usil tiap ada temannya yg salah jawab,
misalnya waktu sesi cerita Siraah Rasulullah dgn Raja Abraha n Burung Ababil
(QS. Al-Fill), trz ada temannya yg salah jawab, menyebut burung ababil dgn
sebutan burung adabi, trz Jibril spontan mnjawab..
"emang pisang goreng adabi? Ntar ngafalnya jadi- wa arsala'alayhim thayraan
ADAABII... Allah bisa marah lho.."
yg pasti anaknya trmasuk yg paling kritis, luar biasa aktif n agak keras
kepala, hehehe..^_^v
lalu ada Zhahira Salsabila Putri..
Zhahira ini luar biasa "dewasa"..dikelas dia spti sosok seorang kakak n
ass.guru, hehehe..
Zhahira ini, saingan terberat Iyus, mereka sama2 bnar2 lancar mmbaca
selancar Qta mmbaca (5 tahun lho), menulis, berhitung, n mengaji..(mmg
focusnya calistung-Al Qur'an), n sangat bisa mngajar teman2nya yg
ketinggalan, dgn sangat sabar..benar2 sangat sabar, sungguh...
ketika ia tlah menyelesaikan tugasnya, n tman2nya pada memanggil2..
"ibu, ini bagaimana..??"
Zhahira lgsung tanggap n mmbntu temannya,
"kalau tambah, berarti jarinya dibuka, coba yg ini 5+3=...
buka jarinya 5,bagaimana?? trz buka jari tangan yg ini 3..jadi semuanya
ada..5,6,7,8...delapan..
kalau yg ini dikurang, berarti jarinya ditutup..coba 7-5=.... buat jarinya
7, terus tutup yang 5, jadinya..DUA..."
(sa kalau mmperhatikan dia, sampai terharu...kereenn...)
Subhanallah...
Ada Naufal Ar-Razak,
kmarin itu, sa tanpa sadar, merapikan posisi sandal sa dengan kaki..(cz, di
slama sekolah sepatu anak2 n guru di simpan di Box sepatu depan rg.kelas
masing2, jadi guru pakai sandal keliling sekolah), nauval yg berdiri dekat
sa langsung bilang..
"bu'guru, kalau pakai kaki ga sholeh loh.."
Subhanallah, rasanya mau nangis, betapa nauval bisa merekam dengan baik apa
yg pernah dsampaikan, mengingatkan betapa kita harus konsisten dengan ucapan
Qta, beberapa hari yll tman sekelasnya memindahkan sampah dgn kaki, sa
bilang..
"b'Hadist, kalau pakai kaki ga sholeh lho.."
nauval bnar2 fotocopy ucapan sa pada hadist lalu, padahal nauval baru 5th,
Subhanallah...
yg paling bikin pingin nangis, waktu nauval dgn suaranya yg gemesin itu
bilang sayang waktu sa minta maaf..
"maaf ya b'naufal, ibu salah, makasih ya sayang uda ngingatin ibu"
Nauval tu suka ketawa geli kalau ada yg meluk dia, walaupun balas meluk
sambil bilang..
"ia donk bu'...b'nauval khan sayang dengan ibu, besok ibu jadi sholeh
yaa..jangan nakal lagi"
huehehehehe...jadi terharu plus geli..
(oya, hadist tu murid paling santun dalam bertutur, suka banget ngayun2in
tangan sa sampai pegel sampai ketawa2)
tau ga, history-nya anak2 ikhwan sa panggil dgn embel2 "abang"
alnya, Gamma (Gamma Raisul Fadhla) pernah bilang mau cepat2 naik kelas..
trz waktu sa tnya knpa??
jawabnya, biar Gamma jg bisa dipanggil abang dengan bu'guru..
hehehe..alnya dulu tu sebutan abang di depan nama cuma sa gunakan untuk
kelas 2-6, yg kls I'dad n kls 1 SD sa panggil nama doank..
banyaklah..ada Chairunnisa'Maulidza, waktu 1st time knalan lgsng cerita ttg
asal muasal namanya, knpa ia diberi nama Chairunnisa'Maulidza, krn ia lahir
di bulan Maulid..Subhanallah...
ada Ahmad Davin Az-Zuhdi yg ketika punya adik baru cerita ttg arti nama
adiknya yg juga islami, ada raddad(kamaluraddad) yg
imuuuuuuuuttttt,,,,banget, mana sipit lagi, suka banget sa dgnnya..ada
M.Athallah Nabil Ramadhan (luar biasa lucu), M.Khuzaifi Al-Gibrani, Daffa,
Kinan, Suhaill Azzaimul Humam (selalu protes kalau sa cuma panggil dgn
Suhail, kudu lengkap manggilnya Suhail Azzaimul Humam), Abdullah Yusuf
Syahadah (lembut banget anaknya), Attariq Jihad, Ruhul Mujahid Rabbani,
Faqihah Sumayyah..(Subhanallah..suka banget..), para bintang kelas 1,
M.Zaidan Farabi Zulkarnain (baru lulus ujian murajaah juz 30-29), Luthfy
Baihaqi..(gemesin banget..sahabat Zaidan), Sidqi Rabbani..(1st.time panggil
namanya di presensi sa baca dgn ejaan biasa, Sidqi Rabbani, lalu langsung
diPROTESnya."Bu, bukan sidqi, tapi Sid'Qi..
mantap) para bintang kelas 2 SD...
hmm..kmarin yg paling lucu..
(nie ceritanya agak malu2in, jd jangan muntah bacanya yaa..hehehe..;p)
1st. ulfah tanya.."ibu, suka Harry Potter?"
> suka banget^_^
'Bu, uda baca buku deathly hallows?'
> uda ^_^v
'bu, apa aja c horcrux yg harus dihancurin harry?'
> (Wuih, ni anak ga salah, bacaannya harry potter?), seingat ibu ada 7 yaitu
buu diary tom riddle, cincin marvolo gaunt, liontin salazar slytherin, piala
helga hufflepuff, mahkota rowena ravenclaw, harry potter, n nagini
trz ulfah tanya2 lagi..
'ibu tau ga tempat tinggal plg panas n paling dingin dimna?'
> kalau ga salah, yg paling panas kota fitzroy crossing n wyndham di
Australia, suhunya rata2 35,6 derajat celcius, n paling dingin ds.Oymyakon
di Rusia, suhu rata2nya antara -9 sd -23 derajat celcius
ditanyain macem2, yg semua sebenarnya ada di buku eksi anak2..tr trkhir
ulfah muji gini,
"Subhanallah, ibu mmg hebat, nti kalau k'ulfah uda jadi orang besar, ulfah
jg mau jenius kayak ibu"
Waduh,
GEDUBRAK...!!
trz hanif bilang,
'ibu khan orang besar, jadi banyak tau, kalau qta khan masih kecil, semua
orang besar emg lebih pintar dari qta,iya khan bu'?
trz ulfah ga terima, dia keukeuh bilang sa hebat, tp hanif jg keukeuh bilang
kl itu hal yg wajar krn sa orang besar, hehehe...lucu,anak2...
Githu de teman2...
taukah Qta siapa makhluk yg paling jujur ucapan & tingkah lakunya?
Yg masih murni segala ekspresinya?
Yg terkadang menyentil hati kita dengan kata2 spontannya?
mereka adalah anak2..
mengapa?
karena setiap anak dilahirkan dlm keadaan fithr. Anak itu suci n bersih,
maka apa yg ia rasakan, itulah yg ia lontarkan.
dalam bening matanya n renyah celotehnya, anak2 menghadirkan kehidupan apa
adanya.
lewat jernih komentarnya, anak2 menarik kita dari pusaran kepalsuan yg
terkadang, tanpa sadar, lebih kita akrabi.
mereka juga mampu menyadarkan kita akan kekhilafan yang mungkin akan
membuncahkan ego jika orang lain yg mengingatkan,
namun karena kebersihan hati dan tulusnya lantunan kata2 mereka, kitapun
luluh dibuatnya..
celoteh mereka tidaklah statis. Karena mreka adalah para perekam ulung yg
juga amat peka, maka tak heran jika sewaktu2 qta dibuat kaget oleh ungkapan
"ajaib" darilisan mereka. Interaksi dgn lingkungan amatlah mempengaruhi
kedinamisan celoteh dan pembentukan karakter dari para malaikat kecil ini.
selayaknyalah kita memelihara kejernihan hati dan kecerdasan jiwa mereka.
keluguan,kelucuan, n segala kekhasan mereka adalah warna n sungguh anugerah
terindah dari Sang Maha Kuasa..^_^
Selasa, 01 Maret 2011
Bahagia ini karena cinta..=')
Pkl.07.00wib
Ringtone hp berdering nyaring,
-eh,tumben ada yang menelepon pagi-pagi begini,pikirku..
Kulayangkan pandangan ke layar lebar monitor hp terlihat foto beserta nama penelepon,
-P'novri? Pasti Puput nieh..
'Hallo,Assalamu'alaykum..'
-Wa'alaykumussalam..hai,sa..lagi apa?
'hehehe,masih di rumah,put..baru selesai sarapan,ada apa say? Ada yang bisa dibantu?'
-Ga ada,sa..aku pingin ketemu,uda lama ga jumpa,rencana mau ke tempat sa..
'iya,uda lama x ga ketemu ya..insya Allah nanti siang sa aja yang main ke tempat puput ya..sekalian nanti pulang dari tempat puput,sa jemput cha2 pulang sekolah'
-Oke de neng, aku tunggu ya..Assalamu'alaykum..
'Insya Allah,Put..Wa'alaykumussalam..'
Siangnya,
Rumah Puput..
Hai, lagi apa say?
"aku lagi masak sa..hayuk masuk..bantuin aku masak.."
hayuuk..hayuuk..kangen euy, uda lama banget ga masak bareng..
"iya.."
*Mengingat Love story Sa dan Puput..tak ada satu keping episodepun yang luput dari ingatan..karena, hingga hari ini, malam ini,jam dan menit serta detik ini, aaku tak pernah berhenti menyayanginya..dan cinta yang terus terbangun indah seiring masa..=D
..............
2006
Pertama kali aku bertemu dengannya pada salah satu acara sebuah yayasan social yang baru aku kenal..yaa..aku baru menginjak minggu bergabung di yayasan social ini..aku pikir, mungkin dapat membuat aku punya sedikit kegiatan di kota ini..tidak selalu seputaran rumah dan kampus.
Lumayan menyenangkan, orang-orang di dalamnya benar-benar ramah dan merangkul erat system komunikasi kekeluargaan.. kegiatannya juga banyak. Aku sering diajak baksos (bakti social) ke daerah-daerah terpencil, menyenangkan sekali..dan yang paling menyenangkan, kegiatannya banyak berhubungan dengan anak-anak dan lansia..Subhanallah, membuat aku sangat betah dan tidak sabaran untuk sering-sering berkunjung ke “markas”
Aku bukan orang yang terlalu suka berbicara dengan banyak orang seusiaku, rasanya tidak nyaman saja.. menurutku, bergaul akrab dengan anak seusiaku hanya akan membawa masalah, lagipula aku bukan type orang yang mudah percaya dan terbuka pada orang lain.
Tiit…tiit…
Suara SMS dari ponselku.. siapa ya sms malam-malam begini.
“Ikuti Lomba Masak di Wisma Mandiri, Hari Minggu besok Pkl.14.00wib.”
Pasti yang ikut hanya amil dan mentor, Pikirku.
sudah beberapa kali aku ditawarkan untuk menjadi mentor anak asuh, tapi perasaan enggan masih mendominasi pikiranku, bukan anak-anaknya, tapi para mentor itu, apa bisa aku nanti berbaur dengan mereka. Lebih baik menghindari melakukan hal menyenangkan namun berada di tempat yang tidak membuat aku nyaman,Pikirku saat itu.
Keesokan siangnya,
“sa, datang ya..kurang peserta nih lomba memasaknya..kami tunggu”
SMS dari nomor yang belum tersimpan dalam memory ponselku, mungkin dari salah satu teman panitia lomba dari yayasan tersebut, begitu pikirku.
Daripada tidur-tiduran tidak bermanfaat, mungkin lebih baik aku datang saja..belum terlalu terlambat juga.
Sampai di Wisma Mandiri, ramai sekali. Nyaris seluruh peserta tak kukenali namanya.. rasanya ingin pulang saja. Tapi kuurungkan, karena wajah-wajah ramah itu menarikku untuk masuk.
Semenit, dua menit,lima menit, sepuluh menit hingga setengah jam berlalu aku masih bungkam tak tahu harus bicara apa, menjawab sekedar apa yang ditanyakan kepadaku. Hingga tiba- tiba dia menghampiriku.. bertanya ini dan itu, mengajak aktif berbicara padaku, meminta tolong mengambilkan ini dan itu..dan, dengan sopannya tanpa bertanya padaku mencantumkan namaku sebagai salah satu peserta lomba memasak itu. Huffh…
Satu kelompok terdiri dari tiga orang, awalnya aku hanya memperhatikan kedua rekanku bekerja sambil membantu mengupas bahan-bahan yang ada. Lalu, salah seorang rekanku memintaku mencicipi,
Glek!!
(Maaf)
Rasanya ga karuan banget..!!
“Boleh sa bantu?”
Masukin kecap, tambah garam, sedikit lada, sedikit ini itu..aduk-aduk..
Iris-iris..hias..hias..(ala kadarnya)
Teng!!
Waktu Habis
Yang jadi juri, BM kami waktu itu beserta istri..
Awalnya aku cuek aja, sampai diumumkan kalau masakan kelompok kami yang jadi juara pertama.
Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….Surprise….
Penampilan boleh bersahaja, tapi rasanya yang paling enak, puji Para Juri.
Lalu makan-makan, ternyata mereka menyenangkan, batinku.
Sejak hari itu, aku jadi tambah sering ikut banyak kegiatan, kami rihlah ke sumber air panas, naik motor boat nelayan desa binaan yayasan tersebut, dan aku semakin dekat dengan seseorang, lebih tepatnya, aku hanya lumayan berbicara pada satu orang ini. Padahal, dia hanya setahun lebih tua dari aku.
Aku jadi sering main ke Wisma Mandiri tempat ia tinggal, menyenangkan, disana bisa memasak apa saja, bukan apa-apa, karena Wisma Mandiri itu juga Cake House, pusat Industry Rumah Tangga untuk pemberdayaan ibu-ibu desa binaan yayasan tersebut. Awalnya aku Cuma berbicara dengan ibu-ibu yang ada,tapi lama-lama jadi banyak berbicara juga dengannya.
Ketika acara Camping dengan anak asuh yayasan tersebut selama tiga hari..aku jadi tambah akrab dengannya, aku jadi mulai banyak berbicara padanya, dan akupun mulai nyaman berada di tengah teman-teman yang bekerja di yayasan tersebut, menjadi sangat akrab satu sama lain, aku mulai bisa bercanda dan tertawa dengan mereka, dan akupun menjadi sangat menyayangi mereka.
Banyak hal yang kami lalui, dan aku menjadi semakin sangat akrab padanya, aku nyaris selalu seharian bersamanya, ikut bekerja bersamanya, aku belajar banyak bagaimana berkomunikasi dengan banyak orang, aktif memancing pembicaraan, bagaimana menarik topic yang dapat menarik lawan bicara kita tertarik berbicara pada kita, sikap berhadapan dengan berbagai jenjang usia, dan akupun jadi banyak menceritakan banyak hal padanya, suka duka, masalah, senang, apapun yang aku rasa dan alami, ternyata memiliki teman berbagi itu menyenangkan juga. Tak terasa tiga tahun berlalu, rasanya aku bergantung padanya, setiap hal aku selalu mencarinya untuk berbagi, aku suka cerita padanya, karena dia cerdas, dia penggila buku, dia realistis, dia dewasa, aku merasa apapun yang aku ceritakan, aman padanya, dan aku bukan hnya mendapatkan seorang pendengar yang baik namun juga selalu menemukan solusi.
Hingga dalam kondisi paling burukpun, dia bisa membuat aku yakin, semua akan berjalan baik-baik saja, dan aku pasti bisa melaluinya dengan kuat. Dan, Alhamdulillah..aku bisa menjalani banyak hal dengan dukungannya. Dia membuat aku percaya kalau dia selalu mempercayai aku dan aku dapat mempercayainya dengan sebenar-benar kepercayaan. Aku sangat sayang sekali padanya. Rasanya, aku selalu ingin mengutamakan kebahagiaannya.
Tiga tahun..
Ya, tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun sebuah jalinan bernama friendship. Kami juga sering berbeda pendapat. Marahan. Tak mau mengalah. Merasa pendapat dan pikiran sendiri yang paling benar. Tapi, satu hal yang selalu kami coba lakukan dalam tindihan prasangka dan pikiran kami masing-masing, Tabayyun. Siapapun yang “memulai”, maka ia harus bersedia menurunkan ego untuk memulai bertanya, memulai mengklarifikasi. Sampaikan apa yang mengganjal. Apa yang tidak berkenan. Sampaikan semua prasangka dan pikiran yang mengganggu.
Meski aku yang selalu menangis karena tak pernah bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dengan jelas secara langsung, kenyataannya dia memang lebih realistis dalam menyusun kata. Tp Alhamdulillah, selalu berakhir dengan pelukan bahwa kami saling menyayangi karena Allah.
di hari libur, kami ke Pasar belanja bersama, memasak bersama, dia mencuci dan aku yang menyetrika (sampai terpikir untuk membuka usaha loundry..=D). Ya,kami melakukan hampir semua hal bersama. Dari mencuci, menyetrika, cuci piring, memasak, menjahit, menyulam..semua dikerjakan bersama.. jika aku dapat orderan menjahit dan kewalahan, dia yaang bantuin. merencanakan motif-motif sulaman yang cocok. Berbagi tips ketika di dapur. Menghafal dan saling menyimak hafalan. berlomba-lomba, saling memotivasi dan mengingatkan untuk tetap menjaga semangat menambah daan menjaga hafalan masing-masing. sholat bersama. tilawah bersama usai shalat. bergantian berbagi taujih. Tidur digelaran tikar yang sama. di lantai yang sama. bantal yang sama. Kemana-manaa selalu berboncengan berdua. Dan banyak hal..sungguh sangat menyenangkan sekali..=D
Dia adalah Puput. sahabat dan saudari yang karena Allah kucintai sedalam jiwa, seteguh raga, membangunnya menjadi terus kokoh, indah, dan terpancang dalam kebaikan,Insya Allah.
Kami berbicara tentang pernikahan, anak-anak..aah, impian semua orang.
Yang paling teringat adalah..
"Semoga aku dapat suami yang dapat menerima kelucuan aku"
dan terurailah tawa kami saat itu..=D
Hingga akhirnya Puput menikah..
saat itu, sedih sekaligus bahagia..
sedih, karena akan "berpisah" dari Puput.. namun bahagia jauh lebih mendominasi, karena aku tahu, pernikahan barakahnya adalah binar bahagia dalam keridhaan Allah..=')
Hari ini,
melepas rindu, bercerita banyak hal..
menceritakan hari-hariku hari-hari Puput..
benar-benar merindukan saat-saat seperti hari ini..
air mataku nyaris tumpah karena kerinduan yang membuncah..
aku menyimaknya bercerita tentang hari-harinya bersama suami, tentang awal-awal ia merasa hamil, tentang kehamilannya, aktivitas calon bayinya, banyak..bahkan ketika mengetik ini aku serasa ingin menangis..*apa sih? =D
aku selalu menyukaimu,Put..from the bottom of my heart I Love You just the way you are because of Allah, semoga Allah senantiasa memberimu kesehatan saudariku..memudahkan persalinanmu, dan menjadikan keturunanmu menjadi generasi-generasi Qur'ani yang cerdas serta sukses di zaman mereka nanti. semoga Allah menjadikan kita sahabat, tak hanya disini, namun hingga di JannahNYA kelak. Amin Allahumma Amin.
*
semoga kelak, Allah memperkenankan sa dapat menikmati hari-hari seperti Put, terus belajar dalam hari-hari dalam bingkai rumah tangga. menjadi seorang istri, menantu,ipar,dan menjadi seorang ibu..hmm.."gelar" paling indah bagi seorang perempuan. saat ini,aku belajar dulu dari Puput, mendalami ilmu bagaimana menjadi seorang istri, menantu,ipar,dan menjadi seorang ibu..I love You,Puuuuuuuut...^^
Ringtone hp berdering nyaring,
-eh,tumben ada yang menelepon pagi-pagi begini,pikirku..
Kulayangkan pandangan ke layar lebar monitor hp terlihat foto beserta nama penelepon,
-P'novri? Pasti Puput nieh..
'Hallo,Assalamu'alaykum..'
-Wa'alaykumussalam..hai,sa..lagi apa?
'hehehe,masih di rumah,put..baru selesai sarapan,ada apa say? Ada yang bisa dibantu?'
-Ga ada,sa..aku pingin ketemu,uda lama ga jumpa,rencana mau ke tempat sa..
'iya,uda lama x ga ketemu ya..insya Allah nanti siang sa aja yang main ke tempat puput ya..sekalian nanti pulang dari tempat puput,sa jemput cha2 pulang sekolah'
-Oke de neng, aku tunggu ya..Assalamu'alaykum..
'Insya Allah,Put..Wa'alaykumussalam..'
Siangnya,
Rumah Puput..
Hai, lagi apa say?
"aku lagi masak sa..hayuk masuk..bantuin aku masak.."
hayuuk..hayuuk..kangen euy, uda lama banget ga masak bareng..
"iya.."
*Mengingat Love story Sa dan Puput..tak ada satu keping episodepun yang luput dari ingatan..karena, hingga hari ini, malam ini,jam dan menit serta detik ini, aaku tak pernah berhenti menyayanginya..dan cinta yang terus terbangun indah seiring masa..=D
..............
2006
Pertama kali aku bertemu dengannya pada salah satu acara sebuah yayasan social yang baru aku kenal..yaa..aku baru menginjak minggu bergabung di yayasan social ini..aku pikir, mungkin dapat membuat aku punya sedikit kegiatan di kota ini..tidak selalu seputaran rumah dan kampus.
Lumayan menyenangkan, orang-orang di dalamnya benar-benar ramah dan merangkul erat system komunikasi kekeluargaan.. kegiatannya juga banyak. Aku sering diajak baksos (bakti social) ke daerah-daerah terpencil, menyenangkan sekali..dan yang paling menyenangkan, kegiatannya banyak berhubungan dengan anak-anak dan lansia..Subhanallah, membuat aku sangat betah dan tidak sabaran untuk sering-sering berkunjung ke “markas”
Aku bukan orang yang terlalu suka berbicara dengan banyak orang seusiaku, rasanya tidak nyaman saja.. menurutku, bergaul akrab dengan anak seusiaku hanya akan membawa masalah, lagipula aku bukan type orang yang mudah percaya dan terbuka pada orang lain.
Tiit…tiit…
Suara SMS dari ponselku.. siapa ya sms malam-malam begini.
“Ikuti Lomba Masak di Wisma Mandiri, Hari Minggu besok Pkl.14.00wib.”
Pasti yang ikut hanya amil dan mentor, Pikirku.
sudah beberapa kali aku ditawarkan untuk menjadi mentor anak asuh, tapi perasaan enggan masih mendominasi pikiranku, bukan anak-anaknya, tapi para mentor itu, apa bisa aku nanti berbaur dengan mereka. Lebih baik menghindari melakukan hal menyenangkan namun berada di tempat yang tidak membuat aku nyaman,Pikirku saat itu.
Keesokan siangnya,
“sa, datang ya..kurang peserta nih lomba memasaknya..kami tunggu”
SMS dari nomor yang belum tersimpan dalam memory ponselku, mungkin dari salah satu teman panitia lomba dari yayasan tersebut, begitu pikirku.
Daripada tidur-tiduran tidak bermanfaat, mungkin lebih baik aku datang saja..belum terlalu terlambat juga.
Sampai di Wisma Mandiri, ramai sekali. Nyaris seluruh peserta tak kukenali namanya.. rasanya ingin pulang saja. Tapi kuurungkan, karena wajah-wajah ramah itu menarikku untuk masuk.
Semenit, dua menit,lima menit, sepuluh menit hingga setengah jam berlalu aku masih bungkam tak tahu harus bicara apa, menjawab sekedar apa yang ditanyakan kepadaku. Hingga tiba- tiba dia menghampiriku.. bertanya ini dan itu, mengajak aktif berbicara padaku, meminta tolong mengambilkan ini dan itu..dan, dengan sopannya tanpa bertanya padaku mencantumkan namaku sebagai salah satu peserta lomba memasak itu. Huffh…
Satu kelompok terdiri dari tiga orang, awalnya aku hanya memperhatikan kedua rekanku bekerja sambil membantu mengupas bahan-bahan yang ada. Lalu, salah seorang rekanku memintaku mencicipi,
Glek!!
(Maaf)
Rasanya ga karuan banget..!!
“Boleh sa bantu?”
Masukin kecap, tambah garam, sedikit lada, sedikit ini itu..aduk-aduk..
Iris-iris..hias..hias..(ala kadarnya)
Teng!!
Waktu Habis
Yang jadi juri, BM kami waktu itu beserta istri..
Awalnya aku cuek aja, sampai diumumkan kalau masakan kelompok kami yang jadi juara pertama.
Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….Surprise….
Penampilan boleh bersahaja, tapi rasanya yang paling enak, puji Para Juri.
Lalu makan-makan, ternyata mereka menyenangkan, batinku.
Sejak hari itu, aku jadi tambah sering ikut banyak kegiatan, kami rihlah ke sumber air panas, naik motor boat nelayan desa binaan yayasan tersebut, dan aku semakin dekat dengan seseorang, lebih tepatnya, aku hanya lumayan berbicara pada satu orang ini. Padahal, dia hanya setahun lebih tua dari aku.
Aku jadi sering main ke Wisma Mandiri tempat ia tinggal, menyenangkan, disana bisa memasak apa saja, bukan apa-apa, karena Wisma Mandiri itu juga Cake House, pusat Industry Rumah Tangga untuk pemberdayaan ibu-ibu desa binaan yayasan tersebut. Awalnya aku Cuma berbicara dengan ibu-ibu yang ada,tapi lama-lama jadi banyak berbicara juga dengannya.
Ketika acara Camping dengan anak asuh yayasan tersebut selama tiga hari..aku jadi tambah akrab dengannya, aku jadi mulai banyak berbicara padanya, dan akupun mulai nyaman berada di tengah teman-teman yang bekerja di yayasan tersebut, menjadi sangat akrab satu sama lain, aku mulai bisa bercanda dan tertawa dengan mereka, dan akupun menjadi sangat menyayangi mereka.
Banyak hal yang kami lalui, dan aku menjadi semakin sangat akrab padanya, aku nyaris selalu seharian bersamanya, ikut bekerja bersamanya, aku belajar banyak bagaimana berkomunikasi dengan banyak orang, aktif memancing pembicaraan, bagaimana menarik topic yang dapat menarik lawan bicara kita tertarik berbicara pada kita, sikap berhadapan dengan berbagai jenjang usia, dan akupun jadi banyak menceritakan banyak hal padanya, suka duka, masalah, senang, apapun yang aku rasa dan alami, ternyata memiliki teman berbagi itu menyenangkan juga. Tak terasa tiga tahun berlalu, rasanya aku bergantung padanya, setiap hal aku selalu mencarinya untuk berbagi, aku suka cerita padanya, karena dia cerdas, dia penggila buku, dia realistis, dia dewasa, aku merasa apapun yang aku ceritakan, aman padanya, dan aku bukan hnya mendapatkan seorang pendengar yang baik namun juga selalu menemukan solusi.
Hingga dalam kondisi paling burukpun, dia bisa membuat aku yakin, semua akan berjalan baik-baik saja, dan aku pasti bisa melaluinya dengan kuat. Dan, Alhamdulillah..aku bisa menjalani banyak hal dengan dukungannya. Dia membuat aku percaya kalau dia selalu mempercayai aku dan aku dapat mempercayainya dengan sebenar-benar kepercayaan. Aku sangat sayang sekali padanya. Rasanya, aku selalu ingin mengutamakan kebahagiaannya.
Tiga tahun..
Ya, tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun sebuah jalinan bernama friendship. Kami juga sering berbeda pendapat. Marahan. Tak mau mengalah. Merasa pendapat dan pikiran sendiri yang paling benar. Tapi, satu hal yang selalu kami coba lakukan dalam tindihan prasangka dan pikiran kami masing-masing, Tabayyun. Siapapun yang “memulai”, maka ia harus bersedia menurunkan ego untuk memulai bertanya, memulai mengklarifikasi. Sampaikan apa yang mengganjal. Apa yang tidak berkenan. Sampaikan semua prasangka dan pikiran yang mengganggu.
Meski aku yang selalu menangis karena tak pernah bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dengan jelas secara langsung, kenyataannya dia memang lebih realistis dalam menyusun kata. Tp Alhamdulillah, selalu berakhir dengan pelukan bahwa kami saling menyayangi karena Allah.
di hari libur, kami ke Pasar belanja bersama, memasak bersama, dia mencuci dan aku yang menyetrika (sampai terpikir untuk membuka usaha loundry..=D). Ya,kami melakukan hampir semua hal bersama. Dari mencuci, menyetrika, cuci piring, memasak, menjahit, menyulam..semua dikerjakan bersama.. jika aku dapat orderan menjahit dan kewalahan, dia yaang bantuin. merencanakan motif-motif sulaman yang cocok. Berbagi tips ketika di dapur. Menghafal dan saling menyimak hafalan. berlomba-lomba, saling memotivasi dan mengingatkan untuk tetap menjaga semangat menambah daan menjaga hafalan masing-masing. sholat bersama. tilawah bersama usai shalat. bergantian berbagi taujih. Tidur digelaran tikar yang sama. di lantai yang sama. bantal yang sama. Kemana-manaa selalu berboncengan berdua. Dan banyak hal..sungguh sangat menyenangkan sekali..=D
Dia adalah Puput. sahabat dan saudari yang karena Allah kucintai sedalam jiwa, seteguh raga, membangunnya menjadi terus kokoh, indah, dan terpancang dalam kebaikan,Insya Allah.
Kami berbicara tentang pernikahan, anak-anak..aah, impian semua orang.
Yang paling teringat adalah..
"Semoga aku dapat suami yang dapat menerima kelucuan aku"
dan terurailah tawa kami saat itu..=D
Hingga akhirnya Puput menikah..
saat itu, sedih sekaligus bahagia..
sedih, karena akan "berpisah" dari Puput.. namun bahagia jauh lebih mendominasi, karena aku tahu, pernikahan barakahnya adalah binar bahagia dalam keridhaan Allah..=')
Hari ini,
melepas rindu, bercerita banyak hal..
menceritakan hari-hariku hari-hari Puput..
benar-benar merindukan saat-saat seperti hari ini..
air mataku nyaris tumpah karena kerinduan yang membuncah..
aku menyimaknya bercerita tentang hari-harinya bersama suami, tentang awal-awal ia merasa hamil, tentang kehamilannya, aktivitas calon bayinya, banyak..bahkan ketika mengetik ini aku serasa ingin menangis..*apa sih? =D
aku selalu menyukaimu,Put..from the bottom of my heart I Love You just the way you are because of Allah, semoga Allah senantiasa memberimu kesehatan saudariku..memudahkan persalinanmu, dan menjadikan keturunanmu menjadi generasi-generasi Qur'ani yang cerdas serta sukses di zaman mereka nanti. semoga Allah menjadikan kita sahabat, tak hanya disini, namun hingga di JannahNYA kelak. Amin Allahumma Amin.
*
semoga kelak, Allah memperkenankan sa dapat menikmati hari-hari seperti Put, terus belajar dalam hari-hari dalam bingkai rumah tangga. menjadi seorang istri, menantu,ipar,dan menjadi seorang ibu..hmm.."gelar" paling indah bagi seorang perempuan. saat ini,aku belajar dulu dari Puput, mendalami ilmu bagaimana menjadi seorang istri, menantu,ipar,dan menjadi seorang ibu..I love You,Puuuuuuuut...^^
'Jalan-jalan'...(sesi belajar #2)
Shopping..
Sa kurang suka jalan-jalan ke tempat-tempat perbelanjaan dan termasuk sangat jarang main-main ke tempat perbelanjaan,biasa jika hendak ke pasar semua barang-barang yang akan dibeli dicatat di rumah,dan di pasar setelah semua barang-barang dalam daftar belanjaan terpenuhi,langsung pulang.
Bukan apa-apa,
selain khawatir tergoda karena lapar mata atas sesuatu yang sebenarnya tidak butuh dibeli yang berarti juga pengeluaran ekstra,biasa kalau terlalu lama mutar-mutar di pasar,sampai rumah lemas,padahal masih harus masak atau mengerjakan hal lain di rumah.
Ada hal menarik ketika menemani teman shopping,
awalnya kita mutar-mutar di lantai satu gedung baru pasar aceh yang terlihat tak begitu besar namun ternyata banyak sekali biliknya. Dari toko pakaian,jilbab,tas,sepatu,mukena,aksesoris perempuan,sampai buku. Yang menurut sa,barangnya bagus-bagus dan harganya standart,beberapa toko bahkan membuka harga yang murah.
Tapi,penilaian orang tentu berbeda. Bagus dalam penilaian kita belum tentu bagus dalam penilaian orang lain. Demikian pula ketika berbelanja ini,bagus menurut sa belum tentu bagus di pandangan teman sa.
Sampai teler mutar-mutar di lantai 1,keluar masuk hampir semua toko,belum ada satu barangpun yang nyantol di minat beliau. (_ _!)
Akhirnya kita naik ke lantai 2.
Nah,disini teman sa terlihat lebih antusias.
Di toko ketiga yang kami masuki,beliau membeli sebuah tas. Tahukah harganya berapa?
Rp.1.500.000,-
Nominal fantastis bagi sa untuk harga sebuah tas tangan 'biasa'
Teringat ransel laptop yang sa beli dua tahun silam,harga dua ratus ribuan butuh waktu beberapa hari untuk menimbang-nimbang sebelum memutuskan kembali ke toko tersebut untuk membelinya.
Melirik satu-satunya tas selempang yang sa miliki ini,diperoleh dengan harga tak lebih dari Rp.70.000,- itupun setelah perang otot saraf dengan penjualnya alias menawar dengan ulet,gigih,dan penuh perjuangan..=D
Kita juga mampir ke toko sepatu,dan sepasang sepatupun menjadi pilihannya,seharga Rp.350.000,-
Pasti itu sepatu dengan kualitas yang baik,permukaannya lembut,dan indah di pakai oleh pemiliknya.
Menoleh ke kaki sendiri,memandang sandal semi sepatu warna putih satu-satunya yang sa miliki,dibeli dengan harga Rp.15.000,- dan masih sangat nyaman dikenakan kemanapun sa pergi dalam setahun terakhir ini..
Juga membeli kalung aksesoris seharga Rp.150.000,-
Modelnya bagus-bagus,tapi sa tak mungkin ikut-ikutan membeli,selain harganya yang tak terjangkau untuk sa jika digunakan hanya untuk sebuah aksesoris pemanis pakaian,juga tak cocok sa jika sa yang mengenakan,percuma..tidak akan kelihatan karena tertutup jilbab..=D
Begitu pula ketika ke toko pakaian..sa pun mematut diri dalam cermin besar di salah satu toko pakaian yang kami masuki. Dari jilbab hingga sandal yang sa kenakan tak sampai seharga sepatu yang baru beliau beli. Memandang teman sa,hmm..yang dikenakannya bernilai jutaan rupiah.
Untung hari sudah menjelang maghrib hingga bisa memutuskan untuk segera beranjak pulang.
Setiba di rumah,
istirahat sejenak kemudian menyetrika pakaian.
Ketika menyusun pakaian di lemari,teringat kata-kata ayah..lelaki yang teramat sa cintai,
'Jika ingin membeli baju baru,infaq kan dulu baju yang lama'
Ya,kami baru akan memperoleh baju baru setelah berbagi baju yang lama pada yang lain,ntah karena telah kekecilan atau tak layak pakai lagi..bunda juga selalu mengajarkan kami cara merawat pakaian agar tetap awet..=)
Terlihat di susunan lemari masih ada beberapa pakaian yang dimiliki sejak SMA dan masih kerap sa kenakan hingga sekarang..=)
Hakikah wanita menginginkan sesuatu yang sifatnya membuat ia terlihat lebih indah dan menarik..namun jika 'berlebihan' tentu menjadi tidak baik meskipun berhasil membuat menarik.
Bukankah lebih bijak jika nominal yang tak sedikit tersebut digunakan untuk investasi yang lebih bermanfaat. Daripada menghabiskan uang orang tua,suami,atau tabungan sendiri..
Bukankah lebih bermanfaat jika digunakan untuk membeli yang lebih berharga,yang bisa dijadikan tabungan,dan sewaktu-waktu ketika kita butuh,bisa kita gunakan.
Karena bukankah kita ga pernah tahu yang terjadi ke depan? Meski saat ini kita ada,belum tentu akan tetap stabil dalam kondisi selalu ada. Mungkin ada masanya kita butuh dana untuk keperluan penting dan mendesak. Apalagi dalam jumlah yang tak sedikit misalnya. Jika saat ini kita menggunakan yang ada untuk hal-hal yang tak terlalu dibutuhkan,suatu saat ketika menghadapi situasi mendesak tersebut,barang-barang tersebut khan tidak dapat membantu..karena nilainya terus turun seiring waktu,mungkin hanya segelintir pula peminatnya.
Kembali ke masing-masing pribadi beserta alasannya sendiri. Termasuk beliau,meski hanya ibu rumah tangga,tapi menurut beliau tak salah berpenampilan terbaik mengingat suami beliau merupakan pegawai di salah satu instansi bergengsi di negeri ini. Sah-sah saja katanya.
Masing-masing punya pemikiran berbeda,bukan? =)
Belanja boleh saja,tak ada yang salah dengan kegiatan satu ini. Tapi,menjadi pelajaran berarti bagi sa.. Semoga nanti,bisa menyenangkan suami dengan cara yang lebih indah. Menjaga amanahnya,dapat mengelola hasil kerja kerasnya dengan bijak untuk keluarga kami nanti,untuk masa depan anak-anak kami. Amin..
Monday, February 28, 2011 at 2:50am
Sa kurang suka jalan-jalan ke tempat-tempat perbelanjaan dan termasuk sangat jarang main-main ke tempat perbelanjaan,biasa jika hendak ke pasar semua barang-barang yang akan dibeli dicatat di rumah,dan di pasar setelah semua barang-barang dalam daftar belanjaan terpenuhi,langsung pulang.
Bukan apa-apa,
selain khawatir tergoda karena lapar mata atas sesuatu yang sebenarnya tidak butuh dibeli yang berarti juga pengeluaran ekstra,biasa kalau terlalu lama mutar-mutar di pasar,sampai rumah lemas,padahal masih harus masak atau mengerjakan hal lain di rumah.
Ada hal menarik ketika menemani teman shopping,
awalnya kita mutar-mutar di lantai satu gedung baru pasar aceh yang terlihat tak begitu besar namun ternyata banyak sekali biliknya. Dari toko pakaian,jilbab,tas,sepatu,mukena,aksesoris perempuan,sampai buku. Yang menurut sa,barangnya bagus-bagus dan harganya standart,beberapa toko bahkan membuka harga yang murah.
Tapi,penilaian orang tentu berbeda. Bagus dalam penilaian kita belum tentu bagus dalam penilaian orang lain. Demikian pula ketika berbelanja ini,bagus menurut sa belum tentu bagus di pandangan teman sa.
Sampai teler mutar-mutar di lantai 1,keluar masuk hampir semua toko,belum ada satu barangpun yang nyantol di minat beliau. (_ _!)
Akhirnya kita naik ke lantai 2.
Nah,disini teman sa terlihat lebih antusias.
Di toko ketiga yang kami masuki,beliau membeli sebuah tas. Tahukah harganya berapa?
Rp.1.500.000,-
Nominal fantastis bagi sa untuk harga sebuah tas tangan 'biasa'
Teringat ransel laptop yang sa beli dua tahun silam,harga dua ratus ribuan butuh waktu beberapa hari untuk menimbang-nimbang sebelum memutuskan kembali ke toko tersebut untuk membelinya.
Melirik satu-satunya tas selempang yang sa miliki ini,diperoleh dengan harga tak lebih dari Rp.70.000,- itupun setelah perang otot saraf dengan penjualnya alias menawar dengan ulet,gigih,dan penuh perjuangan..=D
Kita juga mampir ke toko sepatu,dan sepasang sepatupun menjadi pilihannya,seharga Rp.350.000,-
Pasti itu sepatu dengan kualitas yang baik,permukaannya lembut,dan indah di pakai oleh pemiliknya.
Menoleh ke kaki sendiri,memandang sandal semi sepatu warna putih satu-satunya yang sa miliki,dibeli dengan harga Rp.15.000,- dan masih sangat nyaman dikenakan kemanapun sa pergi dalam setahun terakhir ini..
Juga membeli kalung aksesoris seharga Rp.150.000,-
Modelnya bagus-bagus,tapi sa tak mungkin ikut-ikutan membeli,selain harganya yang tak terjangkau untuk sa jika digunakan hanya untuk sebuah aksesoris pemanis pakaian,juga tak cocok sa jika sa yang mengenakan,percuma..tidak akan kelihatan karena tertutup jilbab..=D
Begitu pula ketika ke toko pakaian..sa pun mematut diri dalam cermin besar di salah satu toko pakaian yang kami masuki. Dari jilbab hingga sandal yang sa kenakan tak sampai seharga sepatu yang baru beliau beli. Memandang teman sa,hmm..yang dikenakannya bernilai jutaan rupiah.
Untung hari sudah menjelang maghrib hingga bisa memutuskan untuk segera beranjak pulang.
Setiba di rumah,
istirahat sejenak kemudian menyetrika pakaian.
Ketika menyusun pakaian di lemari,teringat kata-kata ayah..lelaki yang teramat sa cintai,
'Jika ingin membeli baju baru,infaq kan dulu baju yang lama'
Ya,kami baru akan memperoleh baju baru setelah berbagi baju yang lama pada yang lain,ntah karena telah kekecilan atau tak layak pakai lagi..bunda juga selalu mengajarkan kami cara merawat pakaian agar tetap awet..=)
Terlihat di susunan lemari masih ada beberapa pakaian yang dimiliki sejak SMA dan masih kerap sa kenakan hingga sekarang..=)
Hakikah wanita menginginkan sesuatu yang sifatnya membuat ia terlihat lebih indah dan menarik..namun jika 'berlebihan' tentu menjadi tidak baik meskipun berhasil membuat menarik.
Bukankah lebih bijak jika nominal yang tak sedikit tersebut digunakan untuk investasi yang lebih bermanfaat. Daripada menghabiskan uang orang tua,suami,atau tabungan sendiri..
Bukankah lebih bermanfaat jika digunakan untuk membeli yang lebih berharga,yang bisa dijadikan tabungan,dan sewaktu-waktu ketika kita butuh,bisa kita gunakan.
Karena bukankah kita ga pernah tahu yang terjadi ke depan? Meski saat ini kita ada,belum tentu akan tetap stabil dalam kondisi selalu ada. Mungkin ada masanya kita butuh dana untuk keperluan penting dan mendesak. Apalagi dalam jumlah yang tak sedikit misalnya. Jika saat ini kita menggunakan yang ada untuk hal-hal yang tak terlalu dibutuhkan,suatu saat ketika menghadapi situasi mendesak tersebut,barang-barang tersebut khan tidak dapat membantu..karena nilainya terus turun seiring waktu,mungkin hanya segelintir pula peminatnya.
Kembali ke masing-masing pribadi beserta alasannya sendiri. Termasuk beliau,meski hanya ibu rumah tangga,tapi menurut beliau tak salah berpenampilan terbaik mengingat suami beliau merupakan pegawai di salah satu instansi bergengsi di negeri ini. Sah-sah saja katanya.
Masing-masing punya pemikiran berbeda,bukan? =)
Belanja boleh saja,tak ada yang salah dengan kegiatan satu ini. Tapi,menjadi pelajaran berarti bagi sa.. Semoga nanti,bisa menyenangkan suami dengan cara yang lebih indah. Menjaga amanahnya,dapat mengelola hasil kerja kerasnya dengan bijak untuk keluarga kami nanti,untuk masa depan anak-anak kami. Amin..
Monday, February 28, 2011 at 2:50am
'Jalan-jalan'...(sesi belajar)
Alhamdulillah,untuk hari luar biasa ini,Ya Allah.. =)
Hari ini bahagia,bisa silahturrahim dengan banyak teman dan kerabat..Alhamdulillah,dan insya Allah banyak pelajaran yang bisa sa 'save' di memory sa..
Pagi,Blang Padang
Pkl.07.00-10.00wib
Jalan pagi dan kuliner tentunya dengan mb'ida family..cerita-cerita (halah,padahal hampir tiap hari ketemu..=D),tapi ketemu bareng jalan pagi di Blang Padang baru kali ini..^^
Bertemu bu'Rostina,
di Blang Padang juga,bahagia..karena baru kemarin sore pulang les tiba-tiba sangat merindukan beliau..teringat sosok beliau,sosok seorang ibu,seorang kakak,seorang sahabat..masih terngiang jelas nasehat-nasehat beliau ketika menceritakan tentang 'kami',ketika beliau menelepon sa,membahas panjang dan lama (sampai battery hp sa lowbatt dan mati ^^) menceritakan sesuatu yang ketika itu masih sa pertanyakan,memberi saran-saran bijak apa yang harus sa lakukan,dan doa-doa indah yang mengalir dari beliau,hingga kelegaan Allah hadiahkan begitu nyata setelah pembicaraan malam itu,menangis,terharu,bahagia,tanpa beliau,mungkin semua akan tetap terasa ngambang..masih terekam nyata senyuman meyakinkan beliau,genggaman tangan lembut beliau menguatkan,rengkuhan dan pelukan hangat menenangkan,bahwa semua akan selalu baik-baik saja.. Ana uhibbuki fillah,bu'rostina..=')
Bertemu sahabat yang selalu diharapkan pertemuannya,Alhamdulillah tadi berjodoh dengan Putri Naqia dan b'Taufik,meski sedih belum berjodoh bertemu si kecil Dayyan karena masih tidur..Insya Allah,semoga minggu depan berjodoh untuk bertemu ya,Nak..^^
Banyak hal yang diperbincangkan bersama Qia dan b'taufik..mulai dari kenalan-kenalan,sampai selanjutnya cerita-cerita nostalgia tahun-tahun silam dan ternyata ada sesi yang dapat membuat muka sa panas merona merah..:hammer
(rasanya ingin tertawa menulis ini dan teringat perbincangan kami tadi..benar-benar mampu membawa cerita..Qya-b'taufik pasangan ideal..=D)
Bertemu Nawan sejenak,
tak banyak yang berubah selama delapan tahun kebersamaan..(heuleuh)
Bertemu bu'Ayu family,
selalu senang melihat bu'ayu..energic and easy going,benar-benar seorang bunda yang menyenangkan..=)
Bertemu K'Ulfa..
Merindukan sosok imut nan lembut itu..kangen juga dengan si kecil cantik dengan senyum menggemaskannya..bahagia bertemu k'ulfa family..=)
dan,
surprise..
Bertemu dengan mba'siti dengan istri P'Nugroho Prihantoro..(lupa tadi nama beliau..='()
Janji ketemuan di rumah mb'siti siangnya..^^
Pkl.10.30-13.00wib
Memenuhi undangan Walimatul'Ursy beberapa teman,empat tempat sekaligus..benar-benar perbaikan gizi..=p
Bertemu banyak teman,
khansa-nya k'khairul hasanah jg putra p'egy-feby
Pkl.13.00-15.00wib
Masak bareng di rumah mb'siti dan makan (again!)
Pkl.15.30-16.30wib
ke Bengkel ganti oli motor,cuci motor. Selesainya rencana mau langsung pulang,dengar adzan dan membelokkan motor ke Mesjid terdekat (biasa langsung pulang,sholat di rumah).
Subhanallah,
bertemu Mira,sahabat sejak kecil (sebelum masuk TK,dulu tetanggaan).
Dua-tiga bulan belakangan ini ada niat untuk silahturrahim ke rumah beliau,namun belum kesampaian,karena sok sibuk dan karena khawatir Mira ga ada di rumah,mengingat pasca menikah dua tahun yang lalu beliau ikut suami yang bekerja di Jambi.
Selesai temu sapa kangen dengan Mira,akhirnya memutuskan ikut main ke rumah Mira,sekalian silahturrahim dengan ayah-ibu Mira,hm..sudah lama sekali rasanya tidak bersua kedua orang tua Mira..teringat ketika kecil sering main ke rumah maupun ke restoran milik orang tua Mira,sate olahan ibu Mira,subhanallah..enak sekali,teringat jelas betapa seringnya sa meminta penuh harap pada ayah untuk dibelikan sate buatan ibu Mira,tapi selalu diberi gratis oleh beliau plus sebutir bulat telur rebus,hm..betapa beliau juga mengetahui bahwa sa begitu gemar dengan telur rebus..^^
Ibu Mira sedang sakit,stroke,sedih sekali melihat beliau terbaring di tempat tidur..beliau terlihat jauh lebih kurus..='(
aah,tiba-tiba rindu menyergap,rindu pertanyaan-pertanyaan beliau,rindu cerita-cerita beliau,rindu suara beliau.. Ya,Ibu Mira senang sekali bercerita,hm..sa bisa bertahan 2-4jam mendengar cerita beliau,menyenangkan setiap kali mendengar beliau bercerita tentang banyak hal selalu teringat bunda. Ya,bunda juga sering bercerita tentang hari-hari bunda,tentang ini itu,hal-hal yang bunda lakukan di rumah selama kami di luar,cerita tentang teman-teman bunda,tentang siaran televisi yang beliau tonton atau tabloid yang beliau baca dan tentunya diselipi nasehat-nasehat indah..hh,Bunda,apa kabarmu hari ini?
Mungkin karena merasa sepi,sepanjang pagi hingga sore bunda kami tinggal beraktivitas di luar rumah,malamlah waktu kami bersua bunda,waktu bersama bunda,waktunya bunda menceritakan apapun yang ingin bunda ceritakan..=)
Bunda saja yang setiap malam bersama kami merasa sepi,bagaimana lagi ibu Mira yang semua anaknya telah menikah dan tinggal di kota-kota berbeda serta berjauhan,aah..rasanya ingin pula memeluk rasa sepi beliau..
Menggenggam tangan beliau yang masih memiliki kehangatan yang sama seperti waktu-waktu lalu,
'maaf ya,bu..sa tidak pernah lagi bersilahturrahim kemari jika Mira tidak disini,syafakillah syifaan ajilan,semoga Allah memberi ibu kesembuhan dan kesehatan..semangat ya,bu..sa kangen dengar ibu bercerita'
=)
Pkl.17.00-18.20wib
Niat hati mau pulang,namun apa daya bertemu teman lama lagi dan menemani beliau belanja. Kali ini the real shopping.. Ada beberapa pelajaran yang bisa sa ambil..
(_ _!)
Sunday, February 27, 2011 at 1:03pm
Hari ini bahagia,bisa silahturrahim dengan banyak teman dan kerabat..Alhamdulillah,dan insya Allah banyak pelajaran yang bisa sa 'save' di memory sa..
Pagi,Blang Padang
Pkl.07.00-10.00wib
Jalan pagi dan kuliner tentunya dengan mb'ida family..cerita-cerita (halah,padahal hampir tiap hari ketemu..=D),tapi ketemu bareng jalan pagi di Blang Padang baru kali ini..^^
Bertemu bu'Rostina,
di Blang Padang juga,bahagia..karena baru kemarin sore pulang les tiba-tiba sangat merindukan beliau..teringat sosok beliau,sosok seorang ibu,seorang kakak,seorang sahabat..masih terngiang jelas nasehat-nasehat beliau ketika menceritakan tentang 'kami',ketika beliau menelepon sa,membahas panjang dan lama (sampai battery hp sa lowbatt dan mati ^^) menceritakan sesuatu yang ketika itu masih sa pertanyakan,memberi saran-saran bijak apa yang harus sa lakukan,dan doa-doa indah yang mengalir dari beliau,hingga kelegaan Allah hadiahkan begitu nyata setelah pembicaraan malam itu,menangis,terharu,bahagia,tanpa beliau,mungkin semua akan tetap terasa ngambang..masih terekam nyata senyuman meyakinkan beliau,genggaman tangan lembut beliau menguatkan,rengkuhan dan pelukan hangat menenangkan,bahwa semua akan selalu baik-baik saja.. Ana uhibbuki fillah,bu'rostina..=')
Bertemu sahabat yang selalu diharapkan pertemuannya,Alhamdulillah tadi berjodoh dengan Putri Naqia dan b'Taufik,meski sedih belum berjodoh bertemu si kecil Dayyan karena masih tidur..Insya Allah,semoga minggu depan berjodoh untuk bertemu ya,Nak..^^
Banyak hal yang diperbincangkan bersama Qia dan b'taufik..mulai dari kenalan-kenalan,sampai selanjutnya cerita-cerita nostalgia tahun-tahun silam dan ternyata ada sesi yang dapat membuat muka sa panas merona merah..:hammer
(rasanya ingin tertawa menulis ini dan teringat perbincangan kami tadi..benar-benar mampu membawa cerita..Qya-b'taufik pasangan ideal..=D)
Bertemu Nawan sejenak,
tak banyak yang berubah selama delapan tahun kebersamaan..(heuleuh)
Bertemu bu'Ayu family,
selalu senang melihat bu'ayu..energic and easy going,benar-benar seorang bunda yang menyenangkan..=)
Bertemu K'Ulfa..
Merindukan sosok imut nan lembut itu..kangen juga dengan si kecil cantik dengan senyum menggemaskannya..bahagia bertemu k'ulfa family..=)
dan,
surprise..
Bertemu dengan mba'siti dengan istri P'Nugroho Prihantoro..(lupa tadi nama beliau..='()
Janji ketemuan di rumah mb'siti siangnya..^^
Pkl.10.30-13.00wib
Memenuhi undangan Walimatul'Ursy beberapa teman,empat tempat sekaligus..benar-benar perbaikan gizi..=p
Bertemu banyak teman,
khansa-nya k'khairul hasanah jg putra p'egy-feby
Pkl.13.00-15.00wib
Masak bareng di rumah mb'siti dan makan (again!
Pkl.15.30-16.30wib
ke Bengkel ganti oli motor,cuci motor. Selesainya rencana mau langsung pulang,dengar adzan dan membelokkan motor ke Mesjid terdekat (biasa langsung pulang,sholat di rumah).
Subhanallah,
bertemu Mira,sahabat sejak kecil (sebelum masuk TK,dulu tetanggaan).
Dua-tiga bulan belakangan ini ada niat untuk silahturrahim ke rumah beliau,namun belum kesampaian,karena sok sibuk dan karena khawatir Mira ga ada di rumah,mengingat pasca menikah dua tahun yang lalu beliau ikut suami yang bekerja di Jambi.
Selesai temu sapa kangen dengan Mira,akhirnya memutuskan ikut main ke rumah Mira,sekalian silahturrahim dengan ayah-ibu Mira,hm..sudah lama sekali rasanya tidak bersua kedua orang tua Mira..teringat ketika kecil sering main ke rumah maupun ke restoran milik orang tua Mira,sate olahan ibu Mira,subhanallah..enak sekali,teringat jelas betapa seringnya sa meminta penuh harap pada ayah untuk dibelikan sate buatan ibu Mira,tapi selalu diberi gratis oleh beliau plus sebutir bulat telur rebus,hm..betapa beliau juga mengetahui bahwa sa begitu gemar dengan telur rebus..^^
Ibu Mira sedang sakit,stroke,sedih sekali melihat beliau terbaring di tempat tidur..beliau terlihat jauh lebih kurus..='(
aah,tiba-tiba rindu menyergap,rindu pertanyaan-pertanyaan beliau,rindu cerita-cerita beliau,rindu suara beliau.. Ya,Ibu Mira senang sekali bercerita,hm..sa bisa bertahan 2-4jam mendengar cerita beliau,menyenangkan setiap kali mendengar beliau bercerita tentang banyak hal selalu teringat bunda. Ya,bunda juga sering bercerita tentang hari-hari bunda,tentang ini itu,hal-hal yang bunda lakukan di rumah selama kami di luar,cerita tentang teman-teman bunda,tentang siaran televisi yang beliau tonton atau tabloid yang beliau baca dan tentunya diselipi nasehat-nasehat indah..hh,Bunda,apa kabarmu hari ini?
Mungkin karena merasa sepi,sepanjang pagi hingga sore bunda kami tinggal beraktivitas di luar rumah,malamlah waktu kami bersua bunda,waktu bersama bunda,waktunya bunda menceritakan apapun yang ingin bunda ceritakan..=)
Bunda saja yang setiap malam bersama kami merasa sepi,bagaimana lagi ibu Mira yang semua anaknya telah menikah dan tinggal di kota-kota berbeda serta berjauhan,aah..rasanya ingin pula memeluk rasa sepi beliau..
Menggenggam tangan beliau yang masih memiliki kehangatan yang sama seperti waktu-waktu lalu,
'maaf ya,bu..sa tidak pernah lagi bersilahturrahim kemari jika Mira tidak disini,syafakillah syifaan ajilan,semoga Allah memberi ibu kesembuhan dan kesehatan..semangat ya,bu..sa kangen dengar ibu bercerita'
=)
Pkl.17.00-18.20wib
Niat hati mau pulang,namun apa daya bertemu teman lama lagi dan menemani beliau belanja. Kali ini the real shopping.. Ada beberapa pelajaran yang bisa sa ambil..
(_ _!)
Sunday, February 27, 2011 at 1:03pm
Empat tahun yang lalu dan telah berlalu..
Jika semua hanya menjadi masa lalu pada akhirnya,mengapa harus bersedih dan menyesali diri?
Karena senyum adalah kelegaan..penerimaan..
Dan,
menjadi langkah baru
meninggalkan masa lalu
semua yang telah menjadi lalu..
Aku,
tak'kan berlama-lama dalam duka
tak'kan berlama-lama dalam luka
meski mungkin masih terasa rasa bergelayut salah setiap kita bertatap muka
Usai menjelajahi kembali detail masa lalu dari pesan yang baru terkirim..
Kita harus ikhlas..
Saturday, February 26, 2011 at 12:08am
Karena senyum adalah kelegaan..penerimaan..
Dan,
menjadi langkah baru
meninggalkan masa lalu
semua yang telah menjadi lalu..
Aku,
tak'kan berlama-lama dalam duka
tak'kan berlama-lama dalam luka
meski mungkin masih terasa rasa bergelayut salah setiap kita bertatap muka
Usai menjelajahi kembali detail masa lalu dari pesan yang baru terkirim..
Kita harus ikhlas..
Saturday, February 26, 2011 at 12:08am
fidyah (juga) namanya..
Jika mendengar atau membaca kata fidyah,pasti pikiran mengacu pada kewajiban 'melunasi' atas tidak tertunaikannya puasa Ramadhan atas bumil-menyusui yang khawatir akan kondisi bayinya,orang yang telah sangat tua,orang yg memikul sakit yg parah dan terus-menerus hingga tidak memungkinkan untuk mengganti puasanya,atau orang yang pekerjaannya menguras tenaga,pikiran,dan kurang memungkinkan utk menjalankan puasa. Wallohu a'lam..
Saya tidak hendak membahas perihal fidyah diatas,namun istilah fidyah yang digunakan di tempat saya tinggal berupa iuran rutin bagi yang ingin 'nge-booking' sepetak area kuburan.
Caranya?
Mendaftar melalui keplor (kepala lorong,red-),lalu membayar iuran wajib Rp.20.000,-/bulan
tentang iuran ini,baru terpikir ketika diingatkan bunda..akhirnya tadi ikut mendaftarkan diri..:)
ya,karena kita tidak pernah mengetahui kapan kontrak umur kita berakhir,tak ada yang dapat memastikan bahkan meski hanya satu detik ke depan.
Saat ini sehat-sehat saja,masih bisa mengungkap sayang bersama keluarga,bercengkerama dengan teman,sahabat dan rekan kerja,beriang canda dengan anak-anak,namun siapa yang dapat memastikan,detik selanjutkan masih mengecap hal yang sama?
Dan saya pun tergugu mengingat diri saya,ketika tiba masanya,tak peduli saya siap atau tidak,tetap mengikuti ketentuanNya..
Allah,jangan pernah jauh dariku,jangan pernah lepas kasih dan keridhaanMU atasku,semoga sebaik-sebaik keadaanku ketika berpulang padaMU menjadi garis takdir ketentuanMU atasku,Amin Allahumma Amin Yaa Rabb..
Area pemakaman seutui,mendziarahi orang tercinta..
Monday, February 21, 2011 at 6:48am
Saya tidak hendak membahas perihal fidyah diatas,namun istilah fidyah yang digunakan di tempat saya tinggal berupa iuran rutin bagi yang ingin 'nge-booking' sepetak area kuburan.
Caranya?
Mendaftar melalui keplor (kepala lorong,red-),lalu membayar iuran wajib Rp.20.000,-/bulan
tentang iuran ini,baru terpikir ketika diingatkan bunda..akhirnya tadi ikut mendaftarkan diri..:)
ya,karena kita tidak pernah mengetahui kapan kontrak umur kita berakhir,tak ada yang dapat memastikan bahkan meski hanya satu detik ke depan.
Saat ini sehat-sehat saja,masih bisa mengungkap sayang bersama keluarga,bercengkerama dengan teman,sahabat dan rekan kerja,beriang canda dengan anak-anak,namun siapa yang dapat memastikan,detik selanjutkan masih mengecap hal yang sama?
Dan saya pun tergugu mengingat diri saya,ketika tiba masanya,tak peduli saya siap atau tidak,tetap mengikuti ketentuanNya..
Allah,jangan pernah jauh dariku,jangan pernah lepas kasih dan keridhaanMU atasku,semoga sebaik-sebaik keadaanku ketika berpulang padaMU menjadi garis takdir ketentuanMU atasku,Amin Allahumma Amin Yaa Rabb..
Area pemakaman seutui,mendziarahi orang tercinta..
Monday, February 21, 2011 at 6:48am
dunia tak selalu sempurna..
lihat kebunku..
Penuh dengan bunga..
Ada yang merah
dan ada yang putih..
Setiap hari kulihat semua..
Mawar melati semuanya indah..
Lagu 'lihat kebunku' itu berulang-ulang diputar di taman bermain ini,tepatnya dari sebuah komedi putar manual yang berputar dengan dikayuh dari sepeda oleh 'operator'nya..
Banyak jenis mainan anak-anak di taman ini,dari kolam pancing mainan penuh ikan-ikan kecil,mobil-mobilan,kereta api dengan rel pendek yang cuma berputar-putar,ayunan,perosotan kecil sampai yg super besar,hingga komedi putar manual tersebut..
Masing-masing permainan ada operatornya,tapi yang paling menarik perhatianku komedi putar manual ini..
Mengapa?
Karena operatornya anak-anak..gadis kecil,mungkin masih SMP..
Memperhatikannya mengayuh terus sepeda tersebut agar komedi putar itu dapat tetap berputar menyenangkan anak-anak yang menjadi 'penumpang'nya..
Mengayuh full selama 2 jam an tanpa henti,hmm..jadi ingat sepeda yang di tempat fitness itu (apa ya namanya? Treadmill ya?),2 jam 3x dalam seminggu mampu menurunkan bobot sampai dengan 2kg an,pfhh..keren jg kalau dilakukan setiap hari..*halah,koq malah ngelantur..(_ _!)
aku suka liat adik itu,wajahnya terlihat santai sekali..sesekali tersenyum..aah,manis sekali..
Jadi teringat adik-adikku,hm..jadi bingung hendak menulis apa..
Semoga dalam segala keterbatasan,dalam kesederhanaan yang dikecap,semoga dapat selalu mengupayakan agar mereka dapat merasakan kelayakan,fokus belajar,mengejar target-target hidup mereka,menggapai cita-cita yg didambakan..walau tak pernah sampai menyajikan hidup mewah,tapi cukup memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar mereka,dan..ketika menyaksikan satu persatu prestasi mereka,hanya bahagia yang dirasa,berharap tak ada yang sia-sia..
Dunia tak selalu sempurna,beberapa hal terasa berat untuk dijalani sendiri memang,tapi semoga selalu terpancang semangat dalam hati bahwa semua pasti bisa dijalani,dilalui..seberat apapun yg harus dipikul..berat tapi bisa,pasti bisa..semangat!
Aku selalu suka taman ini..
Sunday, February 20, 2011 at 2:20pm
Penuh dengan bunga..
Ada yang merah
dan ada yang putih..
Setiap hari kulihat semua..
Mawar melati semuanya indah..
Lagu 'lihat kebunku' itu berulang-ulang diputar di taman bermain ini,tepatnya dari sebuah komedi putar manual yang berputar dengan dikayuh dari sepeda oleh 'operator'nya..
Banyak jenis mainan anak-anak di taman ini,dari kolam pancing mainan penuh ikan-ikan kecil,mobil-mobilan,kereta api dengan rel pendek yang cuma berputar-putar,ayunan,perosotan kecil sampai yg super besar,hingga komedi putar manual tersebut..
Masing-masing permainan ada operatornya,tapi yang paling menarik perhatianku komedi putar manual ini..
Mengapa?
Karena operatornya anak-anak..gadis kecil,mungkin masih SMP..
Memperhatikannya mengayuh terus sepeda tersebut agar komedi putar itu dapat tetap berputar menyenangkan anak-anak yang menjadi 'penumpang'nya..
Mengayuh full selama 2 jam an tanpa henti,hmm..jadi ingat sepeda yang di tempat fitness itu (apa ya namanya? Treadmill ya?),2 jam 3x dalam seminggu mampu menurunkan bobot sampai dengan 2kg an,pfhh..keren jg kalau dilakukan setiap hari..*halah,koq malah ngelantur..(_ _!)
aku suka liat adik itu,wajahnya terlihat santai sekali..sesekali tersenyum..aah,manis sekali..
Jadi teringat adik-adikku,hm..jadi bingung hendak menulis apa..
Semoga dalam segala keterbatasan,dalam kesederhanaan yang dikecap,semoga dapat selalu mengupayakan agar mereka dapat merasakan kelayakan,fokus belajar,mengejar target-target hidup mereka,menggapai cita-cita yg didambakan..walau tak pernah sampai menyajikan hidup mewah,tapi cukup memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar mereka,dan..ketika menyaksikan satu persatu prestasi mereka,hanya bahagia yang dirasa,berharap tak ada yang sia-sia..
Dunia tak selalu sempurna,beberapa hal terasa berat untuk dijalani sendiri memang,tapi semoga selalu terpancang semangat dalam hati bahwa semua pasti bisa dijalani,dilalui..seberat apapun yg harus dipikul..berat tapi bisa,pasti bisa..semangat!
Aku selalu suka taman ini..
Sunday, February 20, 2011 at 2:20pm
missunderstanding..(sesi belajar)
a : mas,niki pinten apple nya?
P : (menyebutkan sejumlah harga)
sa : (mahal x :think) mb,mboten usah mawon,mb..tumbas liyane mawon..
A : larang yo?
S : (diem...)
A : mahal ya?
S : liyane mawon,kok rodo eman..apple nggih ming ngoten2 niko rasane..
A : apple ne apik2 iki..
S : inggih,mb..tumbas mawon..
*awalnya mengira ketika pertama kali ditanya 'larang yo?'
sa kira artinya 'ga boleh ya?'
padahal larang=mahal..^^
seperti kemarin di status teman,
'deneng dikeroki dadi abang-ireng kaya kiye'
baru tau juga abang=merah
bukan kakak laki2,atau panggilan utk laki2 yg usianya lebih tua dari kita,eg.mas,a',akang,kakak,uda
awalnya sa kira 'abang2 brkulit hitam'artinya..(_ _!)
dan,
jangan = sayur
jadi,kalau dlm djamu makan trz dibilang
-ini jangan nya ya..
Bukan berarti ini ga boleh dimakan ya..^^
*masih belajar..^^
Sunday, February 20, 2011 at 8:42am
P : (menyebutkan sejumlah harga)
sa : (mahal x :think) mb,mboten usah mawon,mb..tumbas liyane mawon..
A : larang yo?
S : (diem...)
A : mahal ya?
S : liyane mawon,kok rodo eman..apple nggih ming ngoten2 niko rasane..
A : apple ne apik2 iki..
S : inggih,mb..tumbas mawon..
*awalnya mengira ketika pertama kali ditanya 'larang yo?'
sa kira artinya 'ga boleh ya?'
padahal larang=mahal..^^
seperti kemarin di status teman,
'deneng dikeroki dadi abang-ireng kaya kiye'
baru tau juga abang=merah
bukan kakak laki2,atau panggilan utk laki2 yg usianya lebih tua dari kita,eg.mas,a',akang,kakak,uda
awalnya sa kira 'abang2 brkulit hitam'artinya..(_ _!)
dan,
jangan = sayur
jadi,kalau dlm djamu makan trz dibilang
-ini jangan nya ya..
Bukan berarti ini ga boleh dimakan ya..^^
*masih belajar..^^
Sunday, February 20, 2011 at 8:42am
12 hari..
apa kabarmu hari ini?
Tak terasa telah 12 hari terlewati
sejak 8 februari..
Hm..
Bahkan hari itu kita tak bertemu lagi..
Tak ada lagi cerita
canda
tawa
salah
masing-masing mengawali hari
sendiri-sendiri
pun ketika mengakhiri
taman sari,
termangu..
Sunday, February 20, 2011 at 8:03am
Tak terasa telah 12 hari terlewati
sejak 8 februari..
Hm..
Bahkan hari itu kita tak bertemu lagi..
Tak ada lagi cerita
canda
tawa
salah
masing-masing mengawali hari
sendiri-sendiri
pun ketika mengakhiri
taman sari,
termangu..
Sunday, February 20, 2011 at 8:03am
serba-serbi di Balai Kota
sekarang bikin
- KTP
- KK (kartu keluarga
)- Akta Lahir
- Surat Mutasi (keluar/masuk)
- Surat Kematian
semua diurus di Balai Kota,pelayanan dibuka sejak Pkl.08.30wib sd Pkl.16.00wib (kayaknya sih sampai jam 4 sore)
antriannya panjang gila..dapat nomor antrian 561 datang dari 8 pagi,pfhh..beti lah dgan ngambil no. Antrian di RSUD,jam 7 belum buka loket uda rame berkerumunan,ga pduli siapa duluan datang,siapa cepat dia dapat..great!
Berlaku hukum:apabila no.antrian dipanggil dan ybs tidak berada ditempat maka silahkan mengambil no.antrian baru
bagus2.. :D
selama nunggu no.antrian dipanggil..
- selesai membaca tuntas 3 buku
- baca2 notes mb'zizah..
- mendengarkan cerita seorang bapak usia 72th,tapi masih sangat energik,dan jadilah pendengar yg sangat manis..:D
72th benar2 bukan usia yg muda lagi,tp jangan bayangkan yg dihadapan sa tadi adalah seorang tua renta,berbicara pelan,bungkuk,menggunakan tongkat,atau dipapah anak dan atau cucunya..
Bapak (atau kakek?) nan ramah tsb jauh terlihat lebih muda dan energic dari usianya..
badan bliau masih tegap,langkahnya pasti,suaranya masih terdengar sangat jelas tiap kalimat yg keluar darinya begitu detail..
Beliau cerita tntang kelg,nya,anak2 cucu bliau,masa muda beliau,pekerjaan hingga ktka bliau pensiun..menyenangkan..beliau jg selalu menyelipkan nasihat dari setiap sesi cerita beliau..sampai cerita tentang sinetron..:D
banyak hal yang diingat,benar satunya..
"apapun itu nikmatilah, sesulit apapun,Nak..karena tetap akan menjadi masa lalu pada akhirnya..jadi pelajaran untuk kita..setidakmenyenangkan apapun, dan seperti cerita tentang anak bapak tadi..setiap orang berbeda,Nak..sedekat apapun kita, sesering apapun kita berinteraksi dengannya,dan kita tak bisa memaksa orang lain untuk menjadi seperti yang kita inginkan"
inggih leres,Pak..
jazakallah..untuk hari ini..
terima kasih ya Allah, untuk hari ini..untuk pertemuan dengan beliau hari ini =')
Thursday, February 17, 2011 at 7:15am
- KTP
- KK (kartu keluarga
)- Akta Lahir
- Surat Mutasi (keluar/masuk)
- Surat Kematian
semua diurus di Balai Kota,pelayanan dibuka sejak Pkl.08.30wib sd Pkl.16.00wib (kayaknya sih sampai jam 4 sore)
antriannya panjang gila..dapat nomor antrian 561 datang dari 8 pagi,pfhh..beti lah dgan ngambil no. Antrian di RSUD,jam 7 belum buka loket uda rame berkerumunan,ga pduli siapa duluan datang,siapa cepat dia dapat..great!
Berlaku hukum:apabila no.antrian dipanggil dan ybs tidak berada ditempat maka silahkan mengambil no.antrian baru
bagus2.. :D
selama nunggu no.antrian dipanggil..
- selesai membaca tuntas 3 buku
- baca2 notes mb'zizah..
- mendengarkan cerita seorang bapak usia 72th,tapi masih sangat energik,dan jadilah pendengar yg sangat manis..:D
72th benar2 bukan usia yg muda lagi,tp jangan bayangkan yg dihadapan sa tadi adalah seorang tua renta,berbicara pelan,bungkuk,menggunakan tongkat,atau dipapah anak dan atau cucunya..
Bapak (atau kakek?) nan ramah tsb jauh terlihat lebih muda dan energic dari usianya..
badan bliau masih tegap,langkahnya pasti,suaranya masih terdengar sangat jelas tiap kalimat yg keluar darinya begitu detail..
Beliau cerita tntang kelg,nya,anak2 cucu bliau,masa muda beliau,pekerjaan hingga ktka bliau pensiun..menyenangkan..beliau jg selalu menyelipkan nasihat dari setiap sesi cerita beliau..sampai cerita tentang sinetron..:D
banyak hal yang diingat,benar satunya..
"apapun itu nikmatilah, sesulit apapun,Nak..karena tetap akan menjadi masa lalu pada akhirnya..jadi pelajaran untuk kita..setidakmenyenangkan apapun, dan seperti cerita tentang anak bapak tadi..setiap orang berbeda,Nak..sedekat apapun kita, sesering apapun kita berinteraksi dengannya,dan kita tak bisa memaksa orang lain untuk menjadi seperti yang kita inginkan"
inggih leres,Pak..
jazakallah..untuk hari ini..
terima kasih ya Allah, untuk hari ini..untuk pertemuan dengan beliau hari ini =')
Thursday, February 17, 2011 at 7:15am
malam..
hi,malam..
Malam ini terasa lebih kelam..
Atau hanya perasaanku saja?
Hi,malam..
Saat ini terasa lebih beku
atau hanya karena kaku-ku?
Aku pernah duduk sini..
Ditemaram lampu ini
Dalam payungan rimbun pohon ini
hei,tapi pernah tak sendiri..
Dulu pernah ada mb'zizah disini
memotret sudut malam mesjid ini
mb'ratna disana..
P'fitri disana dan p'kokoh disudut satunya..
Mengabadikan malam indah sudut2 mesjid ini..
0ya,ada p'agus pula duduk disudut tikungan itu..
Dan aku,disini..
Berpayung rindang,bersiram cahaya,
berasa lembutnya rumput taman ini..
Sama seperti malam ini..
Pernah pula bersama Yafa..
Malam tahun baru lalu..
Bertahun2 lalu..
Dan,aku duduk disini
di lampu ketiga tikungan taman ini
memandang malam,mesjid,dan riak2 air kolam ini..
Pernah pula direkam gambar
bersama mb'rini ditengah pagar depan kolam itu
di taman sudut utara mesjid ini
ada juga bersama adik2 asuh
berbuka puasa di sini
duduk berkeliling
tertawa renyah
lekat di memori
menjadi cerita sendiri dlm hati
tak pernah sendiri
begitupun malam ini
tak berteman semarak tawa memang
tapi ada malam
ada seriakan ratusan burung
dimandikan cahaya meski temaram
dimanjakan rumput
berlindung rindang
rimpun
dan,hujan..
Hei,hujan..
Menyenangkan selalu menadah satu per satu airmu
menghirup wangi rumput karenamu
mendengar gemericik air kolam itu dari kejatuhanmu
dan,kau selalu indah
memandangmu selalu indah
menikmati ribuan tetesanmu disorot lampu malam
dan aku..
Masih ingin sejenak di sini menikmatimu
menikmati kesendirianku
disini..
Pelataran mesjid raya baiturrahman
bersama sajian malam..
Tuesday, February 15, 2011 at 3:34pm
Malam ini terasa lebih kelam..
Atau hanya perasaanku saja?
Hi,malam..
Saat ini terasa lebih beku
atau hanya karena kaku-ku?
Aku pernah duduk sini..
Ditemaram lampu ini
Dalam payungan rimbun pohon ini
hei,tapi pernah tak sendiri..
Dulu pernah ada mb'zizah disini
memotret sudut malam mesjid ini
mb'ratna disana..
P'fitri disana dan p'kokoh disudut satunya..
Mengabadikan malam indah sudut2 mesjid ini..
0ya,ada p'agus pula duduk disudut tikungan itu..
Dan aku,disini..
Berpayung rindang,bersiram cahaya,
berasa lembutnya rumput taman ini..
Sama seperti malam ini..
Pernah pula bersama Yafa..
Malam tahun baru lalu..
Bertahun2 lalu..
Dan,aku duduk disini
di lampu ketiga tikungan taman ini
memandang malam,mesjid,dan riak2 air kolam ini..
Pernah pula direkam gambar
bersama mb'rini ditengah pagar depan kolam itu
di taman sudut utara mesjid ini
ada juga bersama adik2 asuh
berbuka puasa di sini
duduk berkeliling
tertawa renyah
lekat di memori
menjadi cerita sendiri dlm hati
tak pernah sendiri
begitupun malam ini
tak berteman semarak tawa memang
tapi ada malam
ada seriakan ratusan burung
dimandikan cahaya meski temaram
dimanjakan rumput
berlindung rindang
rimpun
dan,hujan..
Hei,hujan..
Menyenangkan selalu menadah satu per satu airmu
menghirup wangi rumput karenamu
mendengar gemericik air kolam itu dari kejatuhanmu
dan,kau selalu indah
memandangmu selalu indah
menikmati ribuan tetesanmu disorot lampu malam
dan aku..
Masih ingin sejenak di sini menikmatimu
menikmati kesendirianku
disini..
Pelataran mesjid raya baiturrahman
bersama sajian malam..
Tuesday, February 15, 2011 at 3:34pm
lupa(kan)lah..#2
mengapa..
Sejak cahaya naik hingga turun pd senja ini
hanya ia yang terekam dalam ingatan
rindukah?
Bukan..
Karena ini adalah luka..
Luka karena pernah ada
Luka karena tiada
hhh..
Menghapus jejak-jejak yg baru semalam kutoreh..
Telah mencoba biasa
hingga menjadi terlihat wajar
Merasa semua telah seperti biasa
tapi,
kadang akupun runtuh
Tuesday, February 15, 2011 at 12:17pm
Sejak cahaya naik hingga turun pd senja ini
hanya ia yang terekam dalam ingatan
rindukah?
Bukan..
Karena ini adalah luka..
Luka karena pernah ada
Luka karena tiada
hhh..
Menghapus jejak-jejak yg baru semalam kutoreh..
Telah mencoba biasa
hingga menjadi terlihat wajar
Merasa semua telah seperti biasa
tapi,
kadang akupun runtuh
Tuesday, February 15, 2011 at 12:17pm
Lupa(kan)lah..
tiap kali susuri rapi salinan jemari tentang kita..
Tiap kali pula kini menjadi luka..
Bukan apa-apa..
Karena mgkin inilah jalan kita..
Jalan luka..
Masihkah merasai hal yg sama?
Dan akupun memilih jauh..
Jauh tak bersapa
Jauh tak menatap
Jauh tak bersama
Kususuri semua tulisan kita
tentang aku,tentang kamu,kita..
Dari awal bersapa
lalu mulai bersama
hingga..
Mungkin,tak mungkin bisa bersama..
Tak mungkin lagi bersama?
Bukankah kemarin kita masih menyusuri tapak yg sama?
Jalan2 berbatu tempat mesjid kita bersama..
Ketika masih menghiba hal yg sama..
Jikalah 365 hari ke depan bersapa
masihkah bisa bersama?
Masihkah ada harapan yg sama?
Masihkah ada kesempatan yg sama?
Ah,
tapi jika masih sama
mari membuat taman bunga
bukan rumput-rumput liar yg tersemai
Dan,
Aku berhenti membacamu di halaman 494..
Tuesday, February 15, 2011 at 7:51am
Tiap kali pula kini menjadi luka..
Bukan apa-apa..
Karena mgkin inilah jalan kita..
Jalan luka..
Masihkah merasai hal yg sama?
Dan akupun memilih jauh..
Jauh tak bersapa
Jauh tak menatap
Jauh tak bersama
Kususuri semua tulisan kita
tentang aku,tentang kamu,kita..
Dari awal bersapa
lalu mulai bersama
hingga..
Mungkin,tak mungkin bisa bersama..
Tak mungkin lagi bersama?
Bukankah kemarin kita masih menyusuri tapak yg sama?
Jalan2 berbatu tempat mesjid kita bersama..
Ketika masih menghiba hal yg sama..
Jikalah 365 hari ke depan bersapa
masihkah bisa bersama?
Masihkah ada harapan yg sama?
Masihkah ada kesempatan yg sama?
Ah,
tapi jika masih sama
mari membuat taman bunga
bukan rumput-rumput liar yg tersemai
Dan,
Aku berhenti membacamu di halaman 494..
Tuesday, February 15, 2011 at 7:51am
Langganan:
Postingan (Atom)