Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Yuuuk, ke tempat Si Moo!

Di Kudus ada salah satu tempat favorit yang selalu diusahakan mampir kalau lagi ada pinjaman kendaraan jalan-jalan, tempat Si Moo- peternakan susu sapi muria. Aisyah senang main ke sana, melihat sapi perah yang gemuk-gemuk dan tentunya menikmati susu sapi segar dengan aneka pilihan rasa.

salah satu sudut di Peternakan Sapi Muria

Kebetulan, kemarin ada teman kantor Ayah Aisyah melaksanakan resepsi pernikahan di Pati, jadi pulangnya mampir ke tempat si Moo, secara dari Jepara-Pati kan melewati Kudus. Kedatangan kali ini si Moo lagi malas-malasan, Aisyah enggak tau kenapa ... padahal biasanya kalau Aisyah datang si Moo lagi main-main (hihi). Mungkin si Moo belum makan, mungkin juga karena sedang hujan membuat si Moo ingin santai, pinginnya sih main hujan, tapi enggak dijiinin sama Bapak pengawas, nanti Moo flu katanya. =-D

Para Moo di Peternakan Susu Sapi Muria, Kudus.

Selain melihat-lihat si Moo, Aisyah juga suka melihat banyak gambar hasil karya kakak-kakak TK dan SD yang dipajang di dinding dekat kandang peternakan. Bagus-bagus, lho! Sepertinya, peternakan ini juga sering mengadakan lomba menggambar dan mewarnai tingkat TK dan SD. Hasil gambar dan mewarnai terbaik dipajang di dinding peternakan.

Hasil karya lomba menggambar dan mewarnai di Peternakan Sapi Muria, Kudus.

Di sana juga ada menjual ular cobra dan biawak, tapi kami belum pernah melihatnya, hihihi, horor. :-D

Kita juga bisa melihat "isi pabrik" susunya. Waa, ada beberapa wadah besar untuk memanaskan susu. Susu yang disediakan juga ada berbagai rasa, lho... selain original, ada coklat, strawberry, melon, kopi, madu, atau sirup aneka rasa buah.

Melihat Dapur Susu Sapi Muria

Kami biasa membeli yang rasa original seharga Rp. 4000,-/gelas, coklat tawar Rp. 4.200,-/gelas, dan coklat manis Rp. 4.400,-/gelas. Susu aneka rasa itu dihasilkan dari susu sapi murni dicampur bubuk coklat, kopi, madu, aneka buah, atau sirup. Kalau Aisyah sih suka yang original aja. :-)

Hujan membuat aroma di sekitaran tempat kami duduk menjadi lebih "harum" dari biasanya. Maklum, lokasinya dekat kandang si Moo. Akhirnya, kami memutuskan untuk bungkuuus bawa pulang. Waktu berjalan pulang, kami berpapasan sama mobil yang membawa makanan si Moo. Makan yang banyak ya, Moo ... supaya sehat dan kuat!

rumput buat si Moo

Sampai rumah, Aisyah langsung menikmati susu sapi segarnya, Alhamdulillah ... Yummy!

Segelas susu segar original

Standing Party, Trend Masa Kini?

Hari ini, Insya Allah kami akan menghadiri resepsi pernikahan teman kantor Ayah Aisyah di Pati. Acaranya dimulai Pkl.12.00 wib, kami berangkat dari rumah sekitar Pkl.09.00wib pagi, mengingat jarak tempuh Jepara-Pati mungkin sekitar 1,5 jam, belum lagi kami berencana mampir ke Ada swalayan di Kudus sebentar, jadi kami berangkat lebih pagi.

Siap berangkat :-)

Kami tiba di Hotel Pati-tempat resepsi pada waktu yang tepat aka semua makanan masih penuh dan tamu undangan belum terlalu ramai. Selain hidangan utama (nasi dan lauk pauknya), disajikan pula sate kambing, gelantin, soto kerbau, aneka bubur, bakso, nasi gandul khas pati, juga jus jambu, jus melon, dan es kristal, hmmm ... langsung deh mata ini blink..blink, hihihi, niatnya kan emang mau makan siang, kudu nyobain semua ini, uda jauh-jauh datang dari Jepara, hahaha :-D

Sebelum ngomongin makanan yang bikin ngiler itu, mau cerita dulu tentang pengantinnya yang cantik mengenakan pakaian modern ala princess yang bawahnya dipasangin kawat biar tetap bulat mengembang juga hijab pengantin modern tanpa sunting, jadi nggak berat. Sayang enggak sempat fotoin pengantinnya. Nah, jadinya dari masuk semua tamu disambut sama pagar ayu dan pagar bagus yang terdiri dari kerabat kedua mempelai (paman dan tante) sampai ke atas panggung pelaminan, begitu pula turunnya, membentuk letter U terbalik. Di tengah ruangan tempat stand aneka makanan disajikan.

Di sini, saya jadi ingat resepsi pernikahan yang diadakan di Aceh. Kalau di Aceh, umumnya kita datang makan baru saat hendak pulang kita ke pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin dan orang tuanya. Kalau di sini, salam dulu baru makan.

Sayangnya, ini adalah standing party. So, enggak ada satu buah bangku-pun yang disediakan. Mau makan nasi ataupun jajanan, ya... semua sambil berdiri. Saya pribadi, merasa tidak nyaman makan sambil berdiri, apalagi makan nasi, rasanya seperti ada perasaan berdosa atau apa gitu yang enggak enak. Semua makanan yang tersaji-pun yang semula terlihat begitu menggiurkan menjadi kehilangan selera bagi saya.

Akhirnya kami keluar aula hotel tempat acara resepsi diselenggarakan sambil membawa jajanan, berharap ada sudut yang bisa dijadikan tempat duduk, tapi nihil. Ujung-ujungnya kami selonjoran di lantai dan tidak makan hidangan utama, cukup menikmati jajanan dan minum sebagai penghilang dahaga. Menyesal? tidak juga, hihihi, terpentingnya kan niat utama kami menunaikan undangan sudah terlaksana. :-)

Saya kembali teringat sekaligus semakin rindu dengan suasana di Aceh. Semewah, se-wow apapun resepsi pernikahan yang diselenggarakan, selalu tersedia kursi bagi tamu undangan untuk makan, meski kursi yang disediakan mencapai ribuan kursi seperti resepsi pernikahan anak tetangga kami dulu. Dimana-pun tempatnya, dari rumah, gedung sosial, BKOW, AAC dayaan dawood, sampai hotel hermes sekalipun, baik yang menyelenggarakan pengusaha, pejabat, sampai orang kaya 7 turunan, belum pernah saya dapati standing party di Aceh, betapa nyamannya suasana perbaikan gizi di Aceh #eh.

Begitulah, saya memang sering melihat standing party melalui televisi, tapi saya kurang tau apakah standing party telah menjadi trend party masa kini?

Berhubung sudah dzuhur, kami memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu sore sampai di rumah. Tapi, di tengah jalan hujan deras sekali hingga jarak pandang sepuluh meter tak tampak sama sekali, kami menepi menunggu hujan agak reda. Alhamdulillah, beruntung kami tadi datang dengan menumpang mobil kantor, enggak kebayang bagaimana jika kami mengendarai motor membawa Aisyah dengan hujan sederas itu.

Sampai di Kudus, kami mampir di peternakan sapi untuk membeli susu segar, ceritanya di sini

Memasuki Jepara kami mampir di Taman Kopi membeli lauk makan malam karena saya tidak masak dan kurang makan siang plus tidak sarapan pagi karena awalnya berekspetasi tinggi bakal makan siang banyak di kondangan, hahaha.


Saat sedang menunggu pesanan datang,
"Ayah, tadi masukin amplop-nya dimana? Kok bunda enggak lihat kotaknya"
"Lho? bukannya amplopnya sama bunda? kotaknya kan di samping buku tamu yang kita isi tadi?"
"HAH? Masa sih sama bunda amplopnya?"
Check dompet, amplopnya masih ada... hahaha.
"Ya ampuuuun, jadi tadi kita jauh-jauh ke Pati beneran makan gratis?" *tutup muka


Hihihi, tetap Alhamdulillah .... :-)

Sabtu, 30 Agustus 2014

Cihuuuuy, ikut ke Banaran!

Sampai Jum'at malam, Bunda dan Aisyah uda pasrah bin ikhlas aja enggak bisa ikut Ayah Aisyah ke Banaran. Siap ditinggal seharian penuh di weekend ini karena Ayah Aisyah ikut ICV (Internalisasi Corporate Value) bareng teman-teman sekantornya. Bunda nyiapin cemilan bekal Ayah Aisyah di jalan, walau pun hasil akhirnya berantakan, hihihi.

chocolate cup cake buat Ayah Aisyah

Selesai Shalat Shubuh dan si Ayah lagi siap-siap mau berangkat, tiba-tiba Om Iwan, teman seruangannya ngabari kalau beliau bawa mobil pribadi dan ngajak Ayah Aisyah bareng berangkatnya, langsung deh ditanya "boleh ngajak Aisyah dan Bundanya?". Finally, Sabtu 30 Agustus 2014 kami resmi ikuuuuuut ke Banaran!

Aisyah kalau jalan-jalan selalu tidur selama perjalanan :-D

Sebelum ke Banaran, kita mampir ke rumah Om Irul di Semarang, teman ayah juga yang enggak bisa ikut ke Banaran karena kecelakaan sepeda motor saat perjalanan ke kantor buat ngumpul tadi pagi :'(. Rumahnya Om Irul enggak terlalu jauh dari Banaran,. Sampai Banaran, langsung narsis :-D

Aisyah dengan muka ngantuk :-D

Burungnya bisa mengucapkan "Assalamu'alaykum..." Aisyah terpesona, hihihi :-D

Selama tunggu Si Ayah outbond dan mengikuti rangkaian acara lainnya, Bunda dan Aisyah jalan-jalan, lihat ini itu. Ada tempat penanaman bunga anggrek, area bermain anak-anak dengan macam-macam mainan, juga taman dengan bangku taman dipayungi pohon-pohon rindang. Nyamannya... Alhamdulillah.


Uda jalan-jalan, lihat-lihat, akhirnya kecapekan dan istirahat di Gazebo, Aisyah sampai tertidur dibelai angin yang sembriwing-sembriwing,hihihi... cepoi-cepoi ;-)


Bangun tidur, senang banget ngelihat ayahnya yang lagi ishoma (istirahat, sholat, makan). Bunda juga ikutan senang, bisa menikmati nasi pecel dan es poci dengan gula batu, Alhamdulillah... yummy!


Ternyata, rundown acaranya masih panjaaaang. Haduh, Aisyah uda keburu bosen. Untung ada kakak dan abang yang naik flying fox melintasi gazebo tempat kami beristirahat, Aisyah senang banget memperhatikannya.


Ba'da Ashar, Bunda dan Aisyah ke lapangan golf dan mutar resort naik mobil golf ini;

Nyambung jalan-jalan keliling kebun kopi naik kereta wisata

Kebetulan saat ke Banaran ini sedang panen kopi, ini pertama kalinya Bunda dan Aisyah melihat langsung tanaman dan buah kopi, dibolehin ikut panen juga sama Bapak dan Ibu di perkebunan. Paling bagus yang uda merah hati untuk dipanen.


Pulang jalan-jalan dari kebun kopi, ngelihat ayah outbond sebentar, terus pulang. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas kesempatan jalan-jalan akhir pekan ini, juga buat Ayah Aisyah dan Om Iwan :-).

























Selasa, 25 Maret 2014

Musim Rambutan

Sudah hampir tiga bulan ini di Jepara-tempat domisili saya setahun terakhir sedang musim rambutan. Sebenarnya biasa aja kali, ya... musim rambutan kan terjadi di setiap daerah. Namun, ada yang membuat saya lumayan heran. Biasanya,jika musim rambutan di Banda Aceh, Batam, atau Medan paling banter yang saya lihat cuma sekitar tiga atau empat mobil pick up saja yang menjual rambutan dalam jumlah massal, kalaupun tempat khusus jual buah ada menjual rambutan hanya beberapa ikat saja.

Di Jepara ini yang mengangkut rambutan bukan hanya mobil pick up, tapi truk, container box, sampai semi fuso yang ban mobilnya ada selusin itu setiap hari layaknya seperti mengangkut pasir, rambutannya sampai menggunung, Subhanallah ... benar-benar membuat saya terheran-heran.



Foto : Pick up dan Truk pengangkut rambutan

Rambutan-rambutan itu diperoleh dari masyarakat dengan cara mencicil. Biasanya, masyarakat membawa rambutan menggunakan sepeda motor sekitar sepuluh sampai dua puluh ikat kemudian dijual ke pemilik mobil besar itu. Setelah mobil penuh, baru deh jalan. Makanya tak heran kalau jalanan jadi macet total kalau sore-waktu pelaksanaan transaksi. Ya, semua transaksi jual beli dilakukan di tepi jalan. Kebetulan setiap tahun pusat kolektif rambutan berada di sepanjang jalan depan rumah kontrakan kami, tak heran kalau sore depan rumah jadi pasar dadakan.


Foto : Rambutan hasil kolektif :-D


Kok bisa ya rambutannya sampai sebanyak itu? Sebenarnya wajar sih, saya perhatikan setiap rumah di Jepara ini halamannya luas-luas dan masing-masing rumah minimal ada dua pohon rambutan di halamannya. Rumah kontrakan saya sendiri, ada empat pohon rambutan di halaman depan dan satu pohon di halaman belakang, masing-masing pohon buahnya bisa mencapai 500-an buah. Subhanallah, banyak sekali kan?

Wah, berarti harga rambutan di Jepara murah dong,ya? Menurut saya, masih cukup mahal. Satu ikat rambutan harga pasarannya Rp.35.000,- sampai Rp.20.000,- isinya sekitar 40-an buah. Sebab harganya yang masih cukup mahal, banyak masyarakat yang menjual sendiri rambutannya di tepi jalan aka tidak menjual pada pemilik mobil besar.


foto : Penjual Rambutan

Rambutan sebanyak itu dibawa kemana aja? Awalnya saya mengira ada pabrik rambutan kaleng di Jepara atau Semarang yang menampung rambutan sebanyak itu. Ternyata, rambutan-rambutan itu didistribusikan ke Semarang, Bandung, sampai ke Jakarta.

Nah, untuk jenisnya juga bervariasi lho... Menduduki posisi pertama itu rambutan jenis lengkeng. Padahal dari segi bentuk sangat tidak menarik, warnanya umumnya hijau dan kecil, tapi rasanya seperti buah lengkeng, makanya harga rambutan jenis ini yang paling mahal dijual, pasarannya Rp.35.000,-/ikat. Kemudian rambutan binjai. Kulitnya merah, buahnya besar, dagingnya tebal dan manis dengan biji yang kecil, harganya Rp.30.000,- sampai Rp.25.000,-/ikat. Selanjutnya rambutan biasa dihargai Rp.20.000,-/ikat.



foto : rambutan jenis lengkeng

FYI, di Jepara ini orang-orang menyebut rambutan yang manis dengan BUAH ACEH, sedangkan untuk sebutan rambutan adalah buah rambutan yang asam.

Kamis, 14 April 2011

Cake Kismis Jeruk #bisnisRTasyik 4

Bahan Cake :
250gr margarin
150gr tepung gula
1 bgkus (14gr) minuman serbuk rasa jeruk (eg.Nutrisari)
1/4sdt esens jeruk
5 butir telur
200gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
50gr kismis,dipotong 2 bagian

Bahan Glasur :
1 putih telur
125gr tepung gula
1/2sdt air jeruk nipis
1/4 sdt esens jeruk

Cara Membuat :
1. Cake : kocok margarin,tepung gula,minuman serbuk,esens jeruk 7 menit sampai lembut
2. Tambahkan telur 1 per 1 bergantian dgn sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
3. Masukkan sisa tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan dikocok rata. Tambahkan kismis. Aduk menyebar.
4. Tuang di loyang polos diameter 22cm yg dioles margarin dan ditabur tipis tepung terigu.
5. Oven 30menit dgn api bawah suhu 180 degree celcius sampai matang.
6. Glasur : kocok putih telur sampai setengah mengembang. Masukkan gula tepung. Kocok sampai kental. Tambahkan air jeruk nipis dan esens jeruk. Kocok rata.
7. Hias cake dgn coretan glasur.

Cake Pisang Kukus Lapis Meises #bisnisRTasyik 3

Bahan :
100gr pisang ambon
30gr minyak goreng
50gr santan kental instan
5 butir telur
75gr gula pasir
50gr gula palem
1/2sdt garam
1sdt emulsifier (Sp/TBM)
125gr tepung terigu
1/2sdt baking powder
75gr meises untuk taburan

Cara Membuat :
1. Blender halus pisang,minyak,dan santan sampai lembut. Sisihkan.
2. Kocok telur,gula pasir,gula palem,garam,dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
3. Masukkan campuran pisang sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
4. Bagi 2 adonan. Satu bagian tuang di loyang 24x10x7cm yang dialas kertas roti tanpa dioles margarin.
5. Kukus 10menit di atas api sedang. Tabur meises. Tuang lagi sisa adonan. Kukus 15 menit sampai matang.

Cake Pandan Kenari #bisnisRTasyik 2

Bahan :
5btr telur
150gr gula pasir
1 sdt emulsifier (Sp/TBM)
100gr tepung terigu
25gr maizena
2sdm santan kental instan
50gr minyak goreng
50gr kenari cincang kasar
1/8 sdt esens pandan
15gr kenari,diiris panjang untuk taburan

Cara Membuat :
1. Kocok telur,gula pasir,dan emulsifier sampai mengembang
2. Masukkan tepung terigu dan maizena sambil diayak dan diaduk perlahan
3. Tambahkan campuran santan,esens pandan,dan minyak goreng. Aduk rata. Masukkan kenari cincang. Aduk rata.
4. Tuang ke loyang diameter 24cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Tabur kenari.
5. Oven 30menit dgn api bawah suhu 190 degree celcius sampai matang.

Note : kenari bisa diganti dgn misses,kacang mete,dll

Marmer Cake #bisnisRTasyik 1

Bahan :
250gr margarin
175gr tepung gula
1/4 sdt pasta vanila
5 butir telur
200gr tepung terigu
20gr maizena
15gr susu bubuk
1/2sdt baking powder
1/2sdt cokelat pasta

Cara Membuat :
1. Kocok margarin,tepung gula,dan pasta vanila 7 menit sampai lembut. Tambahkan telur satu per satu bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
2. Masukkan sisa tepung terigu,maizena,susu bubuk,dan baking powder sambil diayak dan dikocok rata. Sisihkan adonan menjadi dua bagian,tambahkan coklat pasta. Aduk rata.
3. Sendokkan adonan putih dan coklat secara bergantian di loyang tulban diameter 20cm yang dioles margarin dan ditabur tipis tepung terigu.
4. Oven 35menit dengan api bawah suhu 180 degree celcius sampai matang.

Merasa Bersalah..T_T #3

Karena kemarin ga sempat upload,jadi di upload sekarang saja..

Seharian masih kepikiran..

Siang sehabis masak makan siang,bikin cemilan ubi..

UBI MANIS PEDAS
Bahan :
1 kg ubi,kupas,bersihkan dan potong-potong panjang sebesar jari tangan
10 sdm sambal botol
8 sdm gula
50 ml air
250 ml minyak goreng
1 sdm wijen putih
3 siung bawang putih,haluskan
1/2 sdt garam

cara membuat :
1. Rendam potongan ubi dalam air,angkat,dan sisihkan
2. G0reng ubi dengan api sedang sampai matang dan agak kering,angkat,dan tiriskan
3. Panaskan air,masukkan gula,bawang putih yang dihaluskan,garam halus,aduk sampai larut. Masukkan sambal botol dan ubi. Aduk hingga larutan agak kering dan meresap ke dalam ubi.
4. Angkat,taburi dengan wijen putih di atas ubi dan aduk hingga tercampur rata,sajikan.

Tips
Pilihlah ubi yang putih bersih agar ubi bisa mekar sempurna dan tidak keras saat digoreng


Sorenyaaa..
Sebelum jalan-jalan dengan mb'siti,bikin cemilan sore teman minum teh buat orang rumah..

SAMBOSA
Bahan :
Kulit :
500gr Tepung terigu
1 butir telur
150 ml air
50gr margarin

Isi :
100gr Daging giling
100gr Daging ayam cincang halus
300gr Bawang bombay,cincang halus
4 buah cabe hijau besar,cincang halus
2 siung bawang putih,iris halus
10 sdm sambal botol
1 sdt gula
1 sdt garam
250ml minyak goreng
1/4 sdt merica
50ml air
100gr keju,parut

cara membuat :
1. Kulit : campur semua bahan jadi satu,aduk rata hingga kalis,sisihkan.
2. Isi : Tumis bawang putih,bawang bombay,garam,gula,merica,dan air,aduk rata. Tambahkan daging giling,keju,dan daging ayam. Masukkan cabe hijau,sambal,aduk merata,angkat,sisihkan.
3. Masukkan bahan isi ke dalam kulit,bentuk segitiga hingga kulit habis,sisihkan.
4. Goreng di atas api sedang hingga kecoklatan. Angkat dan sajikan.

Tips
Tutup sisa adonan kulit saat dibentuk dengan plastik agar tidak kering. Adonan yg kering akan membuat kulit mudah pecah.

Merasa Bersalah..T_T #2

Karena saya (masih) merasa sedih sekali..maka pagi tadi membuat sarapan yang sedikit rumit..

Sarapan pagi ini,
PAI TEMPE SAUS DAGING

Bahan :
Kulit:
150gr tempe,goreng,haluskan
100gr tepung terigu
1 butir Kuning telur
100gr margarin

Isi:
100gr Daging cincang
3 siung Bawang putih,iris halus
1/2 buah bawang bombay,iris halus
(karena cabe mahal dan malas bikinnya,maka memakai..)
4 sdm Sambal botol
2 sdm saus tomat botol
100 ml Air
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
1.Kulit : Campur margarin dan kuning telur,kocok hingga mengembang. Tambahkan tepung terigu dan tempe. Aduk rata.
2. Isi : Tumis bawang putih dan Bawang Bombay sampai harum. Tambahkan daging cincang,aduk sampai berubah warna. Masukkan air,sambal dan saus tomat botol,garam,merica bubuk dan gula. Masak sampai kental.
3. Ambil cetakan pai ukuran kecil,olesi dengan mentega. Bentuk adonan lalu tusuk dgn garpu bagian dasarnya. Panggang sampai matang,angkat.
4. Setelah pai matang. Masukkan adonan isi. Hidangkan.


Tips
Jangan menggoreng tempe terlalu kering agar kulit pai tidak menjadi keras.

Merasa Bersalah..T_T

Karena sejak pagi saya merasa sangat bersalah sekali pada seseorang..maka,sebaiknya saya memasak..setidaknya sedikit menyibukkan saya dari mengingat-ingat yang bikin sedih..T_T

Maka,menu hari ini adalaaah..
TELUR GORENG SAUS OPOR
Bahan :
10 butir telur,rebus,kupas kulitnya
200ml santan dari 1/4 butir kelapa
100gr tepung panir
3 lembar daun jeruk
2 butir telur,kocok lepas,untuk membalut
1 batang serai,memarkan
1 cm lengkuas,memarkan
minyak secukupnya,untuk menumis dan menggoreng.

Haluskan :
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah kemiri
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdm merica halus
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt jintan
garam secukupnya

Cara Membuat :
-Gulingkan telur ke dalam kocokan telur,balut dengan tepung panir sampai rata
-Goreng sampai kuning kecoklatan,angkat,tiriskan,sisihkan.
-Panaskan 3 sdm minyak,tumis bumbu halus sampai harum
-Tambahkan daun jeruk,serai,dan lengkuas,tumis layu,tuangkan santan
-Masak sampai mendidik dan agak mengental,sambil terus diaduk. Angkat

Senin, 11 April 2011

Pelesir Cilacap..

Setelah nyaris sejam-an di'pamer'in tentang kota Cilacap yang kerap jadi tempat persinggahan tiap kali hendak ke arah Y0gyakarta lewat jalur selatan,mulai dari beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi sampai gerai-gerai kuliner yang (katanya) membanjiri kota perbatasan Jateng dengan Brebes ini..mulai dari bakmi anglo,rica bebek,es durian,dan yang dapat recomended itu tempat makan seafood yang terletak di tepi teluk Penyu,perbatasan Cilacap dengan Nusa Kambangan.,namanya Lesehan Ikan Bakar 70. Hmm..sometimes I wanna get it..

Singkat cerita,
Pastinya kudu berhasil dapat ilmu bermanfaat disamping cerita menggiurkan yang disajikan..dan,kali ini ga sia-sia,resep BEBEK RICA berhasil digaet dan dipraktekkan,Alhamdulillah..rasanya ternyata cukup memuaskan penikmat makan malam hari ini.. Berikut resepnya,

Bebek Rica
Bahan :
1 ekor bebek,diambil dagingnya,dipotong kotak-kotak,hatinya direbus dan dipotong-potong
1 lembar daun salam
2 cm jahe,memarkan
5 lbr daun jeruk,buang tulangnya
2 btg serai,memarkan
5 buah cabai rawit hijau,cincang halus
1 sdm kecap manis
garam dan merica secukupnya
1/2 sdt air jeruk nipis
350 ml air
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus :
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
2 butir kemiri,sangrai
1 cm kunyit,bakar

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus,daun salam,jahe,daun jeruk,serai,dan cabe rawit hingga harum.
2. Masukkan daging bebek. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan kecap manis,garam,dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Tuang setengah bagian air. Masak diatas api sedang sambil ditutup hingga daging bebek empuk dan air berkurang. Masukkan sisa air dan hati ampela bebek. Masak hingga mendidih dan matang.
4. Tambahkan air jeruk nipis. Aduk rata. Angkat dan sajikan.

Senin, 04 April 2011

Bahan : 300gr daging ikan kakap putih,cincang halus 300gr udang kupas,cincang halus 100gr kelapa agak muda yang diparut 5helai daun jeruk purut,buang

Bahan :
300gr daging ikan kakap putih,cincang halus
300gr udang kupas,cincang halus
100gr kelapa agak muda yang diparut
5helai daun jeruk purut,buang tulang daunnya,iris halus
1sdm air asam jawa
batang serai sepanjang 20cm

Bumbu Seafood,haluskan:
2 buah cabai merah
2 butir kemiri
1/2 buah tomat merah
2 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar,sangrai
1/2 sdt merica butiran,sangrai
1/2 sdt terasi goreng
1 cm kunyit
1 sdt gula jawa yang disisir halus
1 sdt garam

Cara Membuat:
1. Aduk daging ikan kakap,udang,kelapa parut,daun jeruk dengan bumbu seafood hingga rata.
2. Tambahkan air asam,aduk rata.
3. Ambil sekitar 1 sdm penuh adonan. Letakkan di bagian bonggor/akar sebatang serai,ratakan hingga berbentuk lonjong.
4. Bakar sambil balik-balik hingga matang.
5. Angkat,sajikan hangat.