Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2015

Kopdar KPBA Semarang, saru!

Membuka awal 2015, keluarga kecil kami mengikuti kopdar KPBA (Komunitas Penulis Bacaan Anak) yang diselenggarakan di Semarang, tepatnya di rumah Kak Taro (Lestari).

Saya enggak menyangka bakal bisa hadir, sempat maju mundur karena kondisi saya yang sedang drop. Mengingat pematerinya adalah Ci Dian K-idola saya (cieee), meski meriang, tenggorokan radang, tetap dibela-belain ikut. 😀

Bermula beberapa hari yang lalu saya melihat pengumuman tentang pertemuan ini, ingin ikuuuut, apalagi lihat pematerinya, langsung blink-blink ini mata. Semakin berapi-api semangat saya. Kapan lagi? Pasalnya kan beliau domisili di Jawa Timur. Kesempatan emas, nih!

Alhamdulillah, bisa ketemu juga denga Ci Dian dan menyimpan ilmu keren dari beliau. Saking takjubnya, saya sampai enggak ngomong-ngomong (masih berasa mimpi, hihihi, lebay). Belum lagi di sebelah saya ada ibu yang sudah menulis lebih dari 30 buku parenting dan psycotest bersama anak beliau yang juga sedang proses penerbitan novelnya, ada mas sinyoe salah satu master di KPBA, mba dedew penulis anak kos dodol, dilengkapi teman-teman yang lagi mengerjakan proyek buku anak-novel maupun pictbook. Makin mengkeret deh saya. Malu!

Alasan lain yang bikin ngebet banget buat hadir karena ada mba dedew. Duuuh, sejak zaman ngidam sampai Aisyah setahunan belum hilang rasa kepingin pakai bangetnya ketemu mba dedew. Alhamdulillah, kesampaian.

Positifnya ikut acara beginian, selain gratis dan banyak makanan plus ketemu orang-orang beken (eh :-D), dapat ilmu kepenulisan cerita anak yang banyaaaak, terutama acaranya dikemas seperti mengobrol sama teman. So, walaupun banyak master tetap enggak ada pem-bullying-an, semua akrab, ramah, dan menyenangkan. Saru, deh! Santai dan Seru. Semangat jadi terpacu untuk menulis, enggak mau kalah dong. Bismillah, semoga tahun ini bisa ikut melahirkan buku anak. Chaiyo!

Finally, jazakumullah khairul katsiran atas semuanya, bahagiaaaa bisa bertemu kakak-kakak semua. ☺


Sabtu, 27 Desember 2014

Stop membandingkan, Bunda!

Alhamdulillah, sekarang Aisyah sudah berusia 14 bulan. Banyak perkembangannya yang membuat kami-saya dan suami bahagia sekaligus bangga padanya. Kami berusaha menjadi ayah dan bunda yang friendly bagi Aisyah. Namun ternyata, saya masih banyak kekurangan dalam mendampingi tumbuh kembang Aisyah. Saya masih saja ada rasa cemburu saat melihat kelebihan anak lain dan ingin Aisyah bisa. Padahal saya sadar benar, setiap anak ada masanya, ada lebih dan kurangnya. Astaghfirullah, maafkan Bunda ya, Nak... :')

Di perumahan tempat kami tinggal, ada beberapa anak seusia Aisyah. Kami sering bertemu saat jalan pagi, sekedar berpapasan sambil berbagi senyum atau sesekali mengobrol sejenak. Umumnya, obrolan seputar tumbuh kembang anak. Paliiiing sering tentang usia berapa anak mereka sudah bisa berjalan sendiri, mungkin melihat aisyah masih kami tuntun.
"Putra saya ini usia 9 bulan uda bisa jalan sendiri. Ini belum bisa jalan sendiri, toh? (Sambil melihat aisyah)"
"Anak saya hampir 10 bulan uda jalan, cepat banget jalannya (lihat Aisyah juga)"
"Paling lama biasa setahun uda bisa jalan, ya..."
dan lain-lain... Biasalah, kalau orang tua membanggakan kepintaran anaknya.

Tak dipungkiri, hal ini membuat saya sedih. Apalagi kemudian melihat video anak teman yang seusia aisyah uda bisa jalan di saat Aisyah baru bisa berdiri sendiri :'(

"Apakah Aisyah kurang stimulasi? Apakah ada masalah dengan kakinya?" Semua tanya dijawab lega dengan penjelasan dokter bahwa Aisyah baik,sehat, tulang kakinya normal, otot kakinya kuat.

Semua ada masanya. Stop membandingkan, Bunda!

Ya, cukup membandingkan Aisyah dengan anak lainnya. Ini hanya masalah jalan, bila tiba masanya ... Insya Allah, Aisyah pasti bisa berjalan seperti anak lain. Tiba-tiba, saya merasa malu dan menyusup perasaan bersalah karena kurang bersyukur. Bukankah untuk hal lain perkembangan Aisyah sungguh membahagiakan, sungguh memudahkan saya dalam berinteraksi dengannya.

Aisyah yang enggak pernah rewel. Aisyah yang sudah bisa membedakan kanan dan kiri, mengenal anggota tubuhnya. Dengan baik Aisyah bisa menunjukkan mana kaki kanan atau kiri, tangan kanan dan kiri, perut, hidung, telinga, kepala, mulut dan punggung saat kami menanyakannya. Mengetahui beberapa warna seperti purple, green, blue, orange, pink, yellow, red. Biasa saya cukup bertanya "Aisyah, warna blue yang mana?" Maka aisyah akan menunjukkan seprei, baju, atau warna lain yang berwarna biru. Demikian pula dengan warna lain.

Aisyah mengerti saat saya meminta tolong mengambilkan barang padanya. "Aisyah, tolong ambilkan kaus kaki Aisyah, Nak..." dengan sigap, dia akan mengambilkannya untuk saya. Barang lain seperti pakaian, sepatu, minyak kayu putih, dan banyak lagi. Bisa melambaikan tangan dadadadah, salam, tepuk tangan,mengekspresikan wajahnya dengan lucu. Bukankah hal-hal tersebut membuat kami bahagia dan senantiasa tertawa setiap hari?

Teringat saat saya sakit, Aisyah begitu anteng main sendiri tanpa mengganggu saya... seperti kebiasaan kami setiap hari, selesai bermain, semua mainan dirapikan dan dimasukkan di dalam tas, Aisyah melakukan semua kebiasaan itu tanpa mengganggu saya yang sedang tidur (tiduran). Ya, saya memang menanamkan kebiasaan rapi-rapi padanya. Masya Allah ... bahkan saat saya iseng bilang "Aisyah, tolong pijit tangan bunda sayang..." ia akan langsung ambil minyak kayu putih dan meremas-remas kecil tangan saya seperti memijit (meniru yang dilakukan ayahnya). Masya Allah... fabiayyi ala irabbikuma tukadziban... maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

mainan kesukaan Aisyah, kotak distorsi aneka bentuk, wiregame, dan buku-buku.

Semua yang ada pada Aisyah hingga hari ini bukankah begitu mewarnai hari, jadi stop membandingkan, Bunda!

Alhamdulillah, ketika saya sudah ridha dengan "keterlambatan" Aisyah berjalan... Allahu Akbar, sore hari di hari yang sama Aisyah tiba-tiba berjalan sendiri. Alhamdulillah, Masya Allah, Barakallah... Ana Uhibbuki Fillah, Aisyah Hilmiya Ahmad-putri kesayangan ayah bunda. :-*

Kamis, 27 Februari 2014

Menularkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Di sosial media yang saya ikuti, saya ada bergabung di beberapa group yang menurut saya dapat menambah pengetahuan positif dan bisa sharing problem serta solusi dengan para member lain maupun pakar dibidang yang berkaitan dengan group tersebut. Nah, bukan sekali dua kali lho, di group tertentu terjadi "kerusuhan" diantara member karena tidak membaca tuntas article atau informasi yang diposting. Kalau yang begini ini, comment-nya bisa sampai ratusan.

Seringnya juga, member bertanya hal-hal yang sudah berkali-kali ditanya member lain dan sudah berkali-kali pula dijawab. Padahal kalau ia mau scrool ke bawah atau baca-baca file di group, pasti ketemu jawabannya, di google juga banyak. Ada juga yang sudah membaca tapi masih gagal paham dan memicu kerusuhan. Begini ini bisa jadi karena jarang membaca. Terus terang, saya termasuk orang yang terganggu ngerasa gimana gitu sama yang beginian, hihihi.

Berangkat dari secuil kasus tersebut, saya berusaha tidak menjadi "si malas membaca" dan saya juga tidak ingin anak-anak saya menjadi golongan si mame (si malas membaca, red). Untuk itu, sejak awal kehamilan saya sudah mulai mencicil buku buat investasi anak-anak saya. Jangan salah, lho ... buku itu investasi jangka panjang. Makanya saya miris banget lihat orang tua yang lebih pelit untuk beli buku buat anak-anaknya daripada beli baju. Di samping itu, biar saya ada bahan bacaan juga karena selama hamil saya di rumah saja, sedangkan saya tidak membawa satu buah pun buku anak koleksi saya ke Jepara (nyesel), kalau dikirim ongkirnya beraaaaat mahalnya.

Oya, satu lagi... saya tuh senang banget lihat anak-anak teman di FLP Aceh yang gemar membaca, seperti anak Kak Fida- Hamdi dan Ahza, anak Kak Beby - Sulthan, Geubrina, Genta, anak Kak Aini- Akib, dan lain-lain. Pokoknya senang aja lihat anak-anak asik baca buku daripada asik nge-games (online) atau nonton televisi siaran indonesia yang kebanyakan enggak benernya (ini menurut saya lho,ya ....). Saya ingin anak-anak saya nantinya dapat seperti mereka. Aamiin.

Setelah saya baca-baca, ternyata membacakan buku untuk bayi bisa merangsang penglihatannya. Waaa, makin lancar nih kedip-kedip sama suami buat beli buku, hihihi.

Saya mulai membacakan buku cerita bergambar untuk 'Aisyah-putri saya, sejak ia berusia lima minggu. Awalnya, 'Aisyah belum focus, masih noleh kesana-kemari. Namun, lama-lama setiap dibacakan buku cerita, ia selalu melihat ke arah buku dengan serius.


Alhamdulillah, 'Aisyah termasuk anak yang teratur. Mulai dari tidur, ngASI, hingga poop selalu di waktu yang sama setiap hari. Misalnya pagi ia selalu bangun menjelang shubuh. Sekitar Pkl.7.30wib setelah ayahnya berangkat kerja mandi, kemudian dibacakan buku, hingga sekitar Pkl.8.15-9.00wib ia pasti tidur sampai menjelang ayahnya pulang makan siang.

Pernah saat saya kena flu berat, saya tidak membacakan buku cerita untuknya. Alhasil, 'Aisyah tidak tidur sampai Pkl.10.00wib. Begitu saya bacakan buku,tak lama ia tertidur. Oleh karena itu, saya berusaha untuk konsisten membacakan buku untuknya setiap hari. Biasanya pagi hari setelah dimandikan, dibacakan buku, setelah itu cukup dimiringkan posisi tidurnya (sekarang uda bisa miring sendiri), tak sampai lima menit biasanya ia langsung tertidur. hihihi, Alhamdulillah, enggak perlu kompeng atau di puk-puk.


Posisi tidur favorit 'Aisyah :-D

Khusus weekend, ayahnya yang bertugas membacakan buku cerita .... :-)


kalau ayahnya yang membacakan lebih seru :-D

Sejak usia dua bulan, 'Aisyah sudah mulai rajin ngoceh-ngoceh. Setiap selesai dibacakan buku atau lucunya kalau buku yang sama sampai berulang kali, ia akan mengoceh panjaaaang sekali, seolah-olah ia menceritakan kembali apa yang baru dibacakan atau protes atas buku yang dibacakan berulang kali.


Sekarang, setiap kali melihat saya memegang buku, 'Aisyah semangat sekali. 'Aisyah juga sudah bisa dibacakan buku sambil duduk dan membalik halaman bukunya sendiri, hihihi, kebetulan lembaran bukunya tebal. Alhamdulillah, barakallah ... semoga 'Aisyah senantiasa menjadi insan senang membaca dan cinta buku ya, Nak .... Agar enggak sering missunderstanding sama informasi yang ada. Allahumma Aamiin. :')



ekspresi 'Aisyah (4 bulan) saat baca buku, selalu antusias, Alhamdulillah .... :-)

hihi, ini tulisan makin ke bawah makin enggak nyambung sama awalnya, hihihi.


Senin, 09 Januari 2012

Apa itu Barakah?

Menarik sekali pertanyaan ini, pertanyaan yang telah menyadarkanku akan arti dan makna penting dari Barakah. Walaupun saya belum menjalankan sunnah ini. Tapi saya belajar banyak. Semoga bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan ini agar semakin barakah. Berikut, ringkasan pembahasan tentang Barakah.

***

Secara sederhana barakah adalah bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami waktu demi waktu. Ketika Allah mencintai hambaNya, maka Ia berkenan membuat hati sang hamba begitu peka. Syukur dalam lautan nikmat, Sabar dalam gelombang musibah. Ia menapaki jalan-jalan Sulaiman, sekaligus juga menyusuri pematang-pematang Ayyub, ‘alaihissalam.

Barakah, dalam bahasa Aa Gym adalah kepekaan untuk bersikap benar menghadapi masalah. Barakah, dalam kekata Ibnul Qayyim adalah, semakin dekatnya kita dengan Rabb, semakin akrabnya kita dengan Allah. Barakah, adalah umpama ‘umar ibn Khaththab adalah dua kendaraan yang ia tak peduli harus menunggang yang mana: shabr dan syukr. Barakah, dalam pujian Sang Nabi adalah keajaiban. Keajaiban yang menakjubkan!

Barakah, mengubah kalimat “ Ini salahmu..!”, menjadi “ Maafkan aku, Cinta..” Ia mengganti diksi, dari ”Kok bisa-bisanya sih kamu..!”, menjadi “Aku mengerti, Sayang, sabar ya..” Barakah juga melafazhkan, “Kamu kemana saja sih..?” agar terdengar, “Aku disini, menantimu dalam rindu yang menyesak..” Dan ia membahasakan “ Aku tuh sebenarnya ingin, kamu..!”, agar berbunyi, Cinta, makasih ya, kau membuatku..”

Subhanallah, indah sekali, bahasa barakah. Logatnya logat cinta..


Bagaimana kita meraih barakah itu? Bagaimana agar dalam kondisi apapun, kapanpun, di manapun, nafas-nafas kita adalah hembusan keberkahan, detik-detik kita dihitung sebagai kebaikan, sebagai pahala. Bagaimana? Dimanakah kita harus mencari barakah itu?

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan bukakan atas mereka pintu-pintu barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(Q.S. Al A’raaf: 96 )

Kunci barakah itu ada pada keimanan dan ketakwaan. Keimanan yang meyakinkan kita untuk terus beramal shalih menurut apa yang telah dituntunkan Allah dalam tiap aspek hidup, semuanya. Dan ketaqwaan, yang mengisi hari-hari kita dengan penjagaan, kepekaan, dan rasa malu bahwa kita senantiasa dalam pengawasan Allah. Jika hidup kita terasa menyiksa, hidup terasa sempit, terasa kita makin jauh dari Allah, mari, saya mengajak diri saya dan anda untuk berkaca. Barangkali ada nikmat Allah yang kita kufuri. Barangkali ada karunia yang kita dustakan. Atau mungkin ada ayat-ayatNya yang kita permainkan. Astaghfirullaahal ‘adziim…

Ada banyak jalan yang ditawarkan menuju kebahagiaan. Tetapi tiada yang menjamin khatimah-nya. Kecuali jika kita memilih memprioritaskan barakah. Bahwa di saat apapun barakah itu membawakan kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apa pun masalah yang sedang membadai rumah tangga kita. Barakah membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah menyergapkan rasa rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.

***

Disarikan dari buku “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim” karya Salim A Fillah, Bagian Keempat: Menenun jalinan Cinta, Sub Bab: Barakah, dengan beberapa edit&perubahan. (Semoga beliau mendapatkan keberkahan dari tulisan dakwahnya).

Barakallahu laka, Salim A Fillah…, karya-karyamu sungguh luar biasa…

Untuk Bapak Ibuku, adik-adikku, saudaraku, para Guru yang telah mengajar dan mendidikku, Teteh, Aa, Ade, sahabat-sahabatku, dan kaum mukmin muslim kuucapkan doa untukmu semua, “ Barakallahu lakum wabaraka ‘alaikum… Semoga rahmat, berkah dan kasih sayang Allah tercurah kepadamu semua.. Amiin

Jumat, 15 April 2011

sesi bedah buku :The True Story of Muhammad and Khadijah's Beloved Daughter -----FATHIMAH------

Karya Muhammad Amin ini memperkaya literatur Islam tentang perempuan utama yaitu putri Rasulullah. Keteladanannya sebagai seorang anak, istri dan pejuang yg dikisahkan dengan apik ini, patut menjadi bacaan sejarah yang penting bagi kita semua.

"Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku. Siapa yang menyakitinya ia telah menyakitiku."(Hadits Riwayat Bukhari)


Siapa sebenarnya Fathimah?? Mengapa Sang Nabi melalui lisan sucinya, berkali-kali mengingatkan kita untuk memuliakan Fathimah?? Mengapa Allah SWT memberikan keturunan pada Rasulullah melalui anak perempuannya ini??

Fathimah binti Muhammad tentu bukanlah wanita biasa. Fathimah Az-Zahra, putri Rasulullah banyak menarik perhatian orang. sebelum kelahiran Fathimah, suatu hari, ketika Nabi suci Muhammad saw duduk di tepi sungai dengan sahabat-sahabatnya, tiba-tiba Malaikat Jibril datang dan berkata, "wahai Muhammad, Allah Yang Maha Tinggi mengucapkan salam untukmu dan Dia menyuruhmu untuk memisahkan diri dari istrimu Khadijah selama 40 hari."
Setelah Jibril pergi, Nabi berkata kepada muridnya, Amar bin Yasir, "wahai Amar katakanlah kepada Khadijah, istriku, bahwa atas perintah Allah yang maha mulia, aku memisahkan diri darinya selama 40 hari. katakan kepadanya, "jangan menyangka aku benci atau akan pindah. Sesungguhnya Allah ta'ala membanggakan dirinya dihadapan Malaikat setiap hari berkali-kali. Jika malam telah gelap, beritahukan kepadanya agar menutup pintu dan tidur di ranjangnya. aku akan berada di rumah Fathimah binti Asad.

Khadijah memahami betul pesan ini. Fathimah sangat memahami kejujuran suaminya, Muhammad saw, karena itu Khadijah dengan sabar menunggu, meski hatinya sedih karena harus berpisah dengan suami tercinta.

Setelah 40 hari berlalu masa puasa Nabi, Malaikat Jibril turun dan berkata, "wahai muhammad, Allah Yang Maha Tinggi mengucapkan salam padamu dan Dia memerintahkanmu untuk bersiap-siap menerima penghormatan-Nya dan Anugerah-Nya.

Sesaat kemudian datanglah Mikail dengan membawa sebuah mangkuk indah, ditutupi sehelai kain sutera. "Wahai Muhammad, tuhanmu menyuruhmu agar engkau berbuka dengan makanan dalam mangkuk ini pada malam ini." setelah selesai makan, Nabi bermaksud melakukan shalat. Namun tiba-tiba Jibril menghalangi Nabi dan berkata, "untuk shalat kali ini, Allah melarangmu sebelum engkau mendatangi Khadijah. Karena sesungguhnya pada malam ini Allah ta'ala menginginkan keturunan yang baik tercipta dari sulbi yang baik."

Setelah peristiwa itu, Khadijah merasakan dirinya sedang hamil. Hari demi hari, bulan demi bulan, kandungan Khadijah semakin membesar. Khadijah merasa terhibur apalagi janin yang ada dalam kandungannya sangat istimewa, karena janin itu sama sekali tidak membebani Khadijah.

Kelahiran sayidah Fathimah diisyaratkan dalam surat al-kautsar, "Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (Al-kautsar). Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (abtar)."

Bayi perempuan suci itu diberi nama Fathimah yang artinya terlindung dari kejahatan. Nabi dan Khadijah sangat menyayangi Fathimah. Nabi menunjukkan kecintaannya kepada Fathimah dihadapan para sahabat dan kaumnya Nabi. Nabi sering menggendong fathimah dan menciuminya seraya berkata, "Jika aku rindu dengan harumnya Surga maka aku akan mencium putriku Fathimah. Karena dia diciptakan dari makanan surga."

Fathimah juga dijuluki sebagai al-Muhaddatsah (wanita yang diajak bicara) lantaran para malaikat datang dari langit dan memanggilnya, sebagaimana malaikat memanggil Maryam binti Imran. Para Malaikat berkata, "Hai Fathimah, sesungguhnya Allah memilih, menyucikan, dan mengutamakanmu atas segala wanita di semesta alam. Hai Fathimah, patuhlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang sujud dan ruku'.

Nabi saw bersabda, Surga merindukan empat wanita, yaitu Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim (istri Fir'aun), Khadijah binti Khuwalid dan Fathimah binti Muhammad."

Sejak ballita, Fathimahlah yang membantu dakwah ayahnya. Tangan kecil Fathimah-lah yang membersihkan kotoran yang dilemparkan kaum kafir Quraisy ke kepala suci ayahnya.

Ibadah Fathimah pun sangatlah luar biasa. Ketika menegakkan shalat, Fathimah selalu tersengal nafasnya karena takut kepada Allah. Membicarakan ibadahnya Fathimah, tiada akan ada habisnya, khususnya doanya kepada Allah ta'ala. Fathimah menyadari makna mendalam ibadah dan berdoa kepada Allah dan menikmati shalat di hadapan Sang Maha Perkasa. Hal ini tidaklah aneh, sebab untuk ayahnyalah al-Quran memaktubkan firman-Nya, "Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu untuk agar kamu menjadi susah." Karena Nabi shalat dengan lama, Allah ta'ala mewahyukan ayat ini baginya sebagai kelapangan dan kemudahan.
Hasan putra Fathimah berkata, "suatu kali, pada jumat malam, aku menyaksikan ibuku, Fathimah, salat sepanjang malam. Beliau terus-menerus rukuk dan sujud hingga fajar. kudengar beliau berdoa bagi para Mukmin dengan menyebut nama mereka. Namun tak kudengar beliau berdoa untuk dirinya sendiri. Karenanya aku bertanya, Ibunda, mengapa ibunda tak berdoa untuk dirinya sendiri sebagaiman ibunda berdoa untuk orang lain? Beliau menjawab, Putraku, Dahulukan tetanggamu dari dirimu sendiri."

Diriwatkan, seperti halnya Maryam (Ibunda Nabi Isa AS), Allah SWT kerap menurunkan hidangan dari langit ketika Fathimah beribadah di mihrabnya.

Sebagai seorang putri Nabi, Fathimah adalah pemilik kepribadian yang sempurna. Tidak ada yang meragukan ketaqwaannya kepada Allah SWT, demikian juga dengan kecerdasan, keberanian, dan kesigapannya. Fathimah memperoleh pengetahuan Ilahiyanya dari benderangnya kenabian dan menerima kecemerlangan kebenaran dari rumah wahyu. Hatinya berhias kebijakan risalah. Nalar cemerlangnya adalah wujud kecerdasannya. karenanya kebenaran setiap realitas hadir dalam wujud Fathimah Az-Zahra. Dialah guru pertama para perempuan yang datang kepadanya untuk bertanya tentang Islam yang diajarkan ayahnya.
Seorang perempuan menemui Fathimah dan bertany, "Aku mempunyai seorang ibu lemah. Dia menjadi bingung tentang sebuah masalah terkait dengan shalatnya. Dia mengirimku agar menanyakan kepada anda tentang hal itu."

Mendengar jawaban Fathimah, perempuan itu merasa terpuaskan. Setiap kali dia memilki masalah, setiap itu pula dia mendatangi Fathimah dan mendapatkan jawaban. Demikianlah hingga berulang-ulang. Dan Fathimah selalu dengan ramah menjawabnya. Hingga suatu hari, perempuan itu menanyakan pertanyaan lain dari ibunya dan dengan tidak enak hati dia berkata, "Aku tidak akan mengusikmu lagi, wahai putri Rasulullah".

Fathimah menjawab, Bertanyalah kepadaku tentang apa saja yang terlintas di benakmu. Karena ibarat seorang laki-laki yang telah disewa untuk mngangkut beban ke puncak sebuah gunung dengan bayaran seribu dinar, apakah hal itu akan memberatkannya??"

Fathimah melanjutkan, "Upahku untuk menjawab setiap pertanyaan lebih aripada mutiara yang memenuhi ruang antara bumi dan Arasy. Karena itulah aku harus lebih cekatan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu."

Bahwa Rasulullah bersabda, "Ketika para ulama pengikut kita dikumpulkan (pada hari kebangkitan), mereka akan dianugerahi jubah-jubah kehormatan yang setar jumlahnya dengan pengetahuan dan perjuangan mereka untuk membimbing hamba-hamba Allah, sampai ke titik setiap orang dari mereka akan dihadiahi satu juta jubah cahay. Lalu, penyeru Allah SWT akan berkata, "Wahai para wali anak-anak yatimnya Muhammad. Kalian yang mengilhami mereka ketika mereka dipisahkan dari ayah-ayah mereka, yang menjadi imam-imam mereka, inilah murid dan para yatim yang kalian lindungi dan ilhami. karena itu anugerahilah mereka dengan jubah-jubah pengetahuan tentang kehidupan. Maka mereka akan menganugerahi satu juta jubah. Selanjutnya para yatim menganugerahi orang-orang yang belajar dari mereka.

Diantara ajaran-ajaran Islam yang mendapat perhatian khusu adalah melindungi kehormatan perempuan, kecantikan perempuan ketika dia mentaati aturan berbusana muslimah. Sebagai contoh, Fathimah melakukan tindakan terpuji sebagai wujud nyata identitas sseorang muslimah. Dikisahkan bahwa suatu hari Nabi bertanya pada para sahabat. "Apakah yang terbaik bagi kaum perempuan?" Para sahabat tidak tau bagaiman menjawab pertanyaan Nabi itu. Lalu Ali mengabarkan hal itu pada Fathimah, FAthimah menjawab "Yang terbaik bagi mereka adalah tidak melihat laki-laki (selain suaminya) dan tidak mengizinkan laki-laki (selain suaminya) melihat mereka. Kemudian Ali kembali kepada Rasulullah dan membawakan jawaban FAthimah. Ketika beliau mendengar jawban itu, Nabi berkata "Sungguh dia telah mengucapkan kebenaran, karen dia bagian ari diriku."

Fathimah juga gadis yang pemberani. Bersama saudara-saudara perempuannya, beliau berada dibarisan belakang pertempuran pasukan ayahnya, merawat pasukan Islam yang terluka.

Jika kaum Muslimin bisa mencontoh Rasulullah, maka kaum muslimah dengan segala aspeknya yang berbeda dengan pria, mempunyai Fathimah sebagai teladan nan sempurna.

Begitu sering nama Fathimah kita dengar, namun begitu banyak sisi kemuliannya yang mungkin belum kita ketahui. Inilah sebuah kisah wanita telada termulia; seorang putri tercinta dari Sang Musthafa dan Khadijah Al Kubra.

Rabu, 16 Maret 2011

Ringkasan Buku: Bekal Menanti Si Buah Hati

Judul : Bekal Menanti Si Buah Hati

Penulis : Yusuf bin Mukhtar As Sidawi
Penerbit : Cv. Media Tarbiyah
Cetakan : Pertama, Februari 2008
Halaman : 76

Banyak hal yang perlu dipelajari dan diketahui oleh kaum muslimin untuk
menjadi bekal bagi mereka agar menjadi ayah atau pun ibu yang sesuai dengan
ajaran Islam. Ada beragam hal, mulai dari mencari pasangan, upaya
mendapatkan anak, tahnik, aqiqah, menyusui, memberi nama, khitan, perkara
pendidikan anak dan seterusnya. Hal- hal tersebut perlu diketahui agar tidak
salah dalam mengasuh anak. Agar tujuan mendapatkan anak yang sholeh atau
sholehah bisa terwujud.

Buku yang ringkas ini, kiranya menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui
untuk menjadi bekal bagi mereka yang akan menjadi ayah atau ibu.

Berikut ini saya kutipkan sebagian isi dari buku tersebut dari pasal aturan
pemberian nama di dalam Islam. Yang tentunya dengan meringkasnya.

[ M E M B E R I N A M A ]
---------------------------
Selanjutnya hendaknya diperhatikan adab-adab memberi nama sebagai berikut:
1. Hendaknya memilihkan nama-nama yang baik seperti 'Abdullah dan 'Abdur
Rahman.

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhuma berkata:
"Rasulullah shallallahlu'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya
sebaik-baik nama kalian di sisi Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdurrahman.'"
(HR. Muslim no. 2132).

Hadits ini menunjukkan keutamaan nama 'Abdullah dan 'Abdur Rahman. Syaikh
Bakr bin 'Abdullah rahimahullah menjelaskan susunan nama yang utama sebagai
berikut:
a. Nama 'Abdullah dan 'Abdur Rahman.
b. Setiap nama yang disandarkan kepada nama Allah seperti 'Abdul 'Aziz,
'Abdul Malik, dan lainnya.
c. Setiap nama para Nabi seperti Adam, Ibrahim, Yusuf, 'Isa, Musa, dan
sebagainya.
d. Setiap nama orang-orang shalih seperti nama pada Shahabat Rasulullah
shallallahu'alaihi wa sallam.

2. Hendaknya mewaspadai nama-nama yang dilarang dalam Islam.
Sewajibnya bagi kaum muslimin untuk memperhatikan nama-nama anak mereka
sehingga tidak bertentangan dengan syari'at dan tidak keluar dari kaidah
bahasa Arab. Adapun nama-nama asing hasil impor dari negara kafir, maka ini
merupakan kemaksiatan yang nyata, semisal: Jacklyn, Yuli, Diana, Susan,
Vali, Victoria, Clara, Lara, atau Linda.

Demikian juga harus diwaspadai dari nama-nama yang jelek dan dilarang.
Diantaranya:
a. Setiap nama yang dihambakan kepada selain Allah, seperti: 'Abdur Rasul,
'Abdu 'Ali, 'Abdul Husain, dan juga 'Abdul Muththalib menurut pendapat yang
shahih.
b. Setiap nama orang kafir yang khusus kalangan mereka.
c. Setiap nama dari Nama-Nama Allah seperti ar-Rahman, ar-Rahim, al-Khaliq,
dan lainnya.
d. Setiap nama dari nama-nama patung sesembahan selain Allah seperti Lata,
'Uzza, Nailah, Hubal, dan lainnya.

3. Hendaknya mengubah nama-nama yang jelek dengan nama-nama yang bagus.
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam seringkali menerapkan hal ini dalam
beberapa riwayat seperti Barrah diganti Zainab, Hazn diganti Sahl, Ashiyah
diganti Jamilah, Syihab diganti Hisyam, dan lain sebagainya.

4. Tidak mengapa memberi nama bayi dengan kun-yah.
Kun-yah yaitu nama yang diawali dengan "Abu" jika laki-laki dan "Ummu" jika
perempuan. Hal ini merupakan suatu penghormatan dan kemuliaan.

Dari 'Urwah bahwasannya 'Aisyah radhiyallahu'anha pernah berkata kepada Nabi
shallallahu'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, seluruh istrimu mempunyai
kun-yah selain diriku." Maka Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam
bersabda, "Berkun-yahlah dengan Ummu 'Abdillah." Setelah itu 'Aisyah selalu
dipanggil dengan Ummu 'Abdillah hingga meninggal dunia, padahal dia tidak
mempunyai seorang anak pun. (HR. Ahmad VI/107, 151).

Hadits ini menunjukkan disyari'atkannya kun-yah sekalipun belum punya anak.
Maka hendaknya kaum muslimin menerapkan Sunnah ini baik kaum pria maupun
wanita. Karena hal ini termasuk adab Islam yang tidak ada dalam agama-agama
lainnya, sepengetahuan kami. Sungguh amat disayangkan banyak diantara kaum
muslimin yang melupakan sunnah ini. Amat jarang sekali kita menjumpai orang
yang berkun-yah padahal dia mempunyai banyak anak, apalagi yang belum punya anak!

Hanya saja tidak diperkenankan bagi kaum laki-laki berkun-yah dengan Abul
Qasim,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata:
"Abul Qasim shallallahu'alaihi wa sallam berkata, "Pakailah namaku dan
jangan berkun-yah dengan kun-yahku." (HR. Al Bukhari no. 3539).

---------------
Memberi nama di dalam Islam mempunyai aturan. Inilah yang perlu diketahui
oleh para calon ayah dan para calon ibu. Sudah seharusnya mereka
memperhatikan aturan ini agar tidak salah dalam memberi nama kepada
anak-anaknya.

Bila mereka ingin memberi nama, baiknya mereka mengetahui seluk-beluk nama
tersebut. Misalnya, sudahkah sesuai dengan kaidah bahasa Arab? Atau bila
mereka mengambil nama dari nama tokoh-tokoh di dunia ini, sudahkah mereka
mengenali nama tokoh-tokoh tersebut? Tidak jarang mereka mengambil nama dari para tokoh-tokoh yang mereka kira memperjuangkan Islam, ternyata sebaliknya.

Demikian semoga bermanfaat.
Semoga Allah Jalla wa 'Ala mencintai saya dan teman2 semua. Amiin.

"Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu."

Selasa, 01 Maret 2011

(Ikut-ikutan) Investaris Buku..

Berhubung Bukunya banyak yang tercecer dan lupa pernah punya buku..ntah karena lupa dicatat atau tak sengaja "dihadiahkan" bunda untuk tukang loak (Pffhh...)..jadinya (ikut2an) inventaris buku... Ternyata buku seriusnya dikit banget,,,T_T





No.Judul Buku.Pengarang.Jenis

1. A-Z Mendidik Secara Cerdik. Ratna Ningrum. Oase Books Education

2. Shalat an Amazing Easy Yoga. Karima Burns,M.H.,N.D.,et al. Pustaka Iman

3. Ilmu Fardhu’ain. DR.Sayyid Imam. Pustaka Iman

4. Jadilah si Penebar Cinta! 7 Kebiasaan Indah yang Membuat Hidup Jadi Mudah. Afifah Afra Amatullah. Edukasi Remaja

5. Remaja Bicara Cinta. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja

6. Be New You! Jurus Biar Ga Jadi “Jutek”. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja

7. Duka Lara Cinta, Pendidikan Seks Buat Remaja. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja

8. Kado Buat Sahabat. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja.

9. Easy Going No Way! Bikin Hidupmu Lebih Terencana. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja

10. Bertualang ke Zona Pembelajar, The Way To Success. Izzatul Jannah. Edukasi Remaja

11. Aqidah Seorang Muslim. Kelompok Study Islam Al-Ummah Jakarta. Pustaka Iman

12. Perayaan natal 25 Desember, Antara Dogma dan Toleransi. Hj.Irena Handono.

13. Memahami Untuk Membasmi. KPK. Pengetahuan.

14. Hidup Sehat Bikin Lebih Pede. Dr. Indriyati OR. Edukasi Remaja

15. Lakukan Gaya Hidup Sehat Mulai dari Sekarang. Depkes. Pengetahuan.

16. Ketika Harus Jatuh Cinta. Prembayun Miji Lestari. Edukasi Remaja

17. Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia Dunia Akhirat. Dr.’Aidh Al-Qarni. Oase Iman

18. Ayat-ayat Cinta. Habiburrahman El-Shirazi. Novel

19. Hukum-Hukum Khusus Seputar Wanita. Shalih bin Fauzan bin Abudullah Al Fauzan.Fiqh Wanita

20. Nihon Go No Kanyoo Na Hyoogen. Muchlis V.Pora. Edukasi.

21. Mengajarkan Al-Qur’an Pada Anak. DR. Sa’ad Riyadh. Edukasi Anak

22. Nikah itu Tak Mudah. Afifah Afra Amatullah. Samara

23. Bila Pernikahan Tak Seindah Impian. M.Albani. samara

24. Saudara kandung, mendorong Anak Untuk Bersahabat.DR. Richard C.Woolfson. Psycology Anak.

25. Yang Terbaik untuk Buah Hatiku. Ratna Megawangi. Edukasi anak

26. Jadi Jomblo Paling Bahagia. Shafira. Oase Iman

27. Permen-permen Cinta Untukmu. Faiz. Oase Iman

28. Bersama 6 Mursyid’Am Ikhwanul Muslimin. Khozin Abu Faqih,Lc. Pustakan Iman

29. Gaya Hidup Sehat Menurut Agama Islam. Depkes. Edukasi

30. SilsilH Hadis Shahih, Jilid 1 dan 2. Muhammad Nashiruddin Albani. Pustaka Iman

31. Al Ikhwan Al Muslimin. Farid Nu’Man. Pustaka Iman

32. Doctor Kecil. Edukasi Anak

33. 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Syurga. Siraah

34. 100% Da’wah Keren. Shofwan Al-Banna. Oase Iman

35. Ayat-ayat Penyejuk Hati. Tiur Anwar Bachtiar. Oase Iman

36. Be Positive Be Happy. Iwan Januar. Oase Iman

37. Kisah-kisah Islami yang Menggetarkan Hati. Hasan Zakaria. Siraah

38. Teory Realitas Al-Quran. H.Sri Hartono. Pustaka Iman

39. 40 HAdist Qudsi dan dzikir. DR.A’idh Al- Qarni,M.A. Pustaka Iman

40. Buku Pegangan dan Petunjuk Untuk Para Guru. David & Joyce Djaelani Gordon, Edukasi

41. Istimewakan Setiap Anak. Irawati IStadi. Psycology Anak.

42. Karena Cinta Harus Diupayakan. Izzatul Jannah. Samara

43. Palestine, emang Gue Pikirin. Shofwan Al Banna. Oase Iman

44. Serenade Biru Dinda. Asma Nadia. Novel Islami

45. Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga. Anis Matta. Oase Iman.

46. Mempelai Tanpa Pengantin. Sinta Yudisia dan Fahri Asiza. Kumpulan Cerpen Islami

47. Diary Dodol Seorang Istri. Beby Haryanti Dewi. Samara

48. Bahagianya Merayakan Cinta. Salim A. Fillah. Samara

49. Saksikan Aku Seorang Muslim. Salim A Fillah. Oase Iman

50. Menantu dan Mertua Bersahabat. Nurhayati Pujiastuti. Edu.Moms

51. Buku Pintar Mahir Berbahasa Inggris for kids. Drs.Boediono. Edukasi Anak

52. La Tahzan for Working Mothers. Izzatul Jannah,dkk. Edu.Moms

53. Anakku Sahabatku. Ifa Avianty. Edu.Moms

54. My Husband My Prince. Ifa Avianty. Samara

55. My Wife My Princess.Irfan Hidayatullah. Samara

56. Rumah Matahari Terbit. FLP Aceh. Antology Cerpen.

57. Kerdam Cinta Palestina. FLP Se-Sumatera. Kump.Puisi

58. Dot to dot. Ria Radja Haba.Edukasi Anak

59. KKPK. Suara Hati Dewa. Oase Iman

60. 17 Tahun! Leyla Imtichanah. Kumpulan Cerpen Islami

61. Detective Conan Series 1-56. Komik

62. Rumah Cahaya.Leyla Imtichanah. Kumpulan Cerpen Islami

63. Ngebet Nikah. Gusrianto. Kumpulan Cerpen Islami

64. Cinta Ya Cinta. FLP-ers. Kumpulan Cerpen Islami

65. Mawar-mawar Adzkiya. Afifah Afra Amatullah. Kumpulan Cerpen Islami

66. Suci. Diana Roswina. Kumpulan Cerpen Islami

67. Biarkan Aku Memulai. Nurul F Huda. Kumpulan Cerpen Islami

68. Aisyah Putri, Mr.Penyair. Asma Nadia. Novel Islami Remaja

69. Aisyah Putri, Operasi Milenia. Asma Nadia. Novel Islami Remaja

70. Double of Team, Story at the Party. Nurul F Huda-Sinta Sari.novel islami Remaja

71. Double of Team, Story at Yogyakarta. Nurul F Huda-Sinta Sari.novel islami Remaja

72. Double of Team, Story at Store. Nurul F Huda-Sinta Sari.novel islami Remaja

73. Seratus Bunga Mawar Untuk Mr.Valentine. Afifah Afra Amatullah. Novel Islam Remaja

74. Cinta Gaya Britney. Afifah Afra Amatullah. Novel Islam Remaja

75. Elang Selebritis. Afifah Afra Amatullah. Novel Islam Remaja

76. Bidadari Di El Rijal. Diana Roswita. Novel Islami Remaja

77. Ketika Penulis Bicara Cinta. Asma Nadia,dkk. Samara

78. KKPK, Ibuku Chayank,Muach! Izzati. Oase Iman

79. Sayembara Mencari Cinta. Deasylawati.P. Novel Islami Remaja

80. Hei..aku Suka Menari. Vani Diana V. Edukasi Anak

81. 101 Games Cerdas & Kreatif, Bermain Sambil Belajar u/Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas. Sya’ban jamil. Edukasi Anak

82. Juz ‘Amma For Kids. Af Idah & Laili S. Cahya. Edukasi Anak

83. Kisah-Kisah Moral,Merajut Cinta Ibu dan Ananda. Desi Muliana. Edukasi Anak

84. Metode Cepat Calistung. W.S. Pribadie. Edukasi Anak

85. Character Buliding For Kids, seri 1 Dan 2. Edukasi Anak

86. Stories For Kids, Semut. Edukasi Anak

87. Bumi Cinta. Habiburrahman El-Shirazi. Novel

88. Maryam Mah Kapok. Asma Nadia. Novel

89. Jalan Cinta Para Pejuang. Salim A Filllah. Oase Iman

90. Hafalan Sholat Delisa. Tere Liye. Novel

91. Negeri 5 Menara. A.Fuadi. Novel

92. Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Pustaka Iman

93. Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids. Edukasi Anak

94. The Gate of Heaven. Novel

95. Lelaki Pendek, Hitam dan Lebih Jelek dari Untanya. Oase Iman

96. Padang Bulan. Andrea Hirata. Novel

97. Maryamah Karpov. Andrea Hirata. Novel

98. Einstein aja Ga Tau! Pengetahuan

99. Di Jalan Da’wah Aku Menikah. Cahyadi Takariawan. Samara

100. Muslimah Cantik Ibadahnya Benar. Syekh Abdul Aziz ibn Bas,dkk. Fiqh Wanita

101. Muslimah Cantik Aqidahnya Benar.

102. Pesona Dua Ummul Mukminin. Muslich Taman. Pustaka Iman

103. 41 Kunci Memahami Siraah Nabawiyah. DR.Munir Muhammad Al-Ghadhban. Siraah

104. How To be a True Moslem Girl. Deasylawaty.P. Oase Iman

105. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin. Asma Nadia. Oase Iman

106. Catatan hati Bunda. Asma Nadia. Oase iman

107. Muhasabah Cinta Seorang istri. Asma Nadia. Oase Iman

108. Catatan Hati Seorang Istri. Asma Nadia. Oase Iman

109. La tahzan The Real Dezperate Housewises. Asma Nadia,dkk. Oase Iman

110. La Tahzan for Mother. Asma Nadia,dkk. Oase Iman

111. La Tahzan For Muslimah. Asma Nadia, dkk. Oase Iman

112. Karenamu Aku Cemburu. Asma Nadia, dkk. Oase Iman

113. Catatan Hati di Setiap Sujudku. Asma Nadia,dkk. Oase Iman

114. La Tahzan For Single Mothers. Sylvia L’Namira. Oase Iman

115. Ukhtie Kudu Ngerti. Muhammad Bin Sholeh Al’Ustaimin. Fiqh Wanita

116. Percapakan Bahasa Jepang

117. Percakapan Bahasa Korea

118. Super Health. Egha Zainur Ramdhani. Pengetahuan Iman

119. Meminta dan Mencinta. Amru Muhammad Khalid. Pengetahuan Iman

120. Madu-Madu Pernikahan. Ifa Avianty. Samara

121. Kumpulan Nama Bayi Islami.

122. How To Be Like Hasan Al Banna. Herry Nurdin. Pengetahuan Iman

123. Pelangi Hadist For Kids seri 1 dan 2. Martiani. Edukasi Anak.

124. Hebatnya Rasulullah. Edukasi Anak

125. Cerita Sahabat-Sahabat Nabi. Seri 1-18 series Buku. Edukasi Anak

126. Kenapa Halal, Kenapa Haram for Kids. Mujiyo Nurkholis. Edukasi Anak

127. My Culinary Journey. KKPK. Edukasi Anak

128. Jarimatika seri 1 dan 2. Septi Peni Wulandari. Edukasi Anak

129. Bidadari-Bidadari Surga. Tere Liye. Novel

130. Terpinang Cinta. Afifah Afra Amatullah. Kumpulan Cerpen Islami

131. Perahu Kertas. Dee. Novel

132. Jilbab Traveller.Asma Nadia. Pustaka Iman

133. Agar Bidadari Cemburu Padamu. Pustaka Iman

134. Gado-Gado buku 1 dan 2. Riva. Cerita Lucu

135. Fariz Dan Haji Obet. Seri 1-3. Novel Islami Lucu

136. Fiqh Wanita

137. Rival-Rival Istri. Shinta Yudisia. Samara

138. Ketika "Aa" Menikah lagi. Asma Nadia,dkk. Samara

139. Moa Bunda Disayang Allah. Tere Liye. Novel.

140. 30 Dongeng Matematika. Cara Lain Mengajar Pada Anak. Kak Iwan. Edukasi Anak

141. My Activity, Puzzle Book. Edukasi Anak



Monday, December 27, 2010 at 3:22pm