Sampai Jum'at malam, Bunda dan Aisyah uda pasrah bin ikhlas aja enggak bisa ikut Ayah Aisyah ke Banaran. Siap ditinggal seharian penuh di weekend ini karena Ayah Aisyah ikut ICV (Internalisasi Corporate Value) bareng teman-teman sekantornya. Bunda nyiapin cemilan bekal Ayah Aisyah di jalan, walau pun hasil akhirnya berantakan, hihihi.
chocolate cup cake buat Ayah Aisyah
Selesai Shalat Shubuh dan si Ayah lagi siap-siap mau berangkat, tiba-tiba Om Iwan, teman seruangannya ngabari kalau beliau bawa mobil pribadi dan ngajak Ayah Aisyah bareng berangkatnya, langsung deh ditanya "boleh ngajak Aisyah dan Bundanya?". Finally, Sabtu 30 Agustus 2014 kami resmi ikuuuuuut ke Banaran!
Aisyah kalau jalan-jalan selalu tidur selama perjalanan :-D
Sebelum ke Banaran, kita mampir ke rumah Om Irul di Semarang, teman ayah juga yang enggak bisa ikut ke Banaran karena kecelakaan sepeda motor saat perjalanan ke kantor buat ngumpul tadi pagi :'(. Rumahnya Om Irul enggak terlalu jauh dari Banaran,. Sampai Banaran, langsung narsis :-D
Aisyah dengan muka ngantuk :-D
Burungnya bisa mengucapkan "Assalamu'alaykum..." Aisyah terpesona, hihihi :-D
Selama tunggu Si Ayah outbond dan mengikuti rangkaian acara lainnya, Bunda dan Aisyah jalan-jalan, lihat ini itu. Ada tempat penanaman bunga anggrek, area bermain anak-anak dengan macam-macam mainan, juga taman dengan bangku taman dipayungi pohon-pohon rindang. Nyamannya... Alhamdulillah.
Uda jalan-jalan, lihat-lihat, akhirnya kecapekan dan istirahat di Gazebo, Aisyah sampai tertidur dibelai angin yang sembriwing-sembriwing,hihihi... cepoi-cepoi ;-)
Bangun tidur, senang banget ngelihat ayahnya yang lagi ishoma (istirahat, sholat, makan). Bunda juga ikutan senang, bisa menikmati nasi pecel dan es poci dengan gula batu, Alhamdulillah... yummy!
Ternyata, rundown acaranya masih panjaaaang. Haduh, Aisyah uda keburu bosen. Untung ada kakak dan abang yang naik flying fox melintasi gazebo tempat kami beristirahat, Aisyah senang banget memperhatikannya.
Ba'da Ashar, Bunda dan Aisyah ke lapangan golf dan mutar resort naik mobil golf ini;
Nyambung jalan-jalan keliling kebun kopi naik kereta wisata
Kebetulan saat ke Banaran ini sedang panen kopi, ini pertama kalinya Bunda dan Aisyah melihat langsung tanaman dan buah kopi, dibolehin ikut panen juga sama Bapak dan Ibu di perkebunan. Paling bagus yang uda merah hati untuk dipanen.
Pulang jalan-jalan dari kebun kopi, ngelihat ayah outbond sebentar, terus pulang. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas kesempatan jalan-jalan akhir pekan ini, juga buat Ayah Aisyah dan Om Iwan :-).
Sabtu, 30 Agustus 2014
Minggu, 20 Juli 2014
MPASI homemade buat Aisyah
Alhamdulillah, sejak pertama MPASI hingga hari ini (9m), Aisyah masih makan MPASI homemade tanpa gula garam (insya Allah sampai satu tahun). Alhamdulillah, makannya lahap dan jam makan itu selalu kami jalani dengan menyenangkan. :-)
Alhamdulillah, selalu ceria sebelum, saat, dan selesai makan :-)
Memutuskan hingga akhirnya menjalani MPASI homemade berawal dari group di sosmed (facebook) yang sa ikuti, yaitu HHBF (Homemade Healthy Baby Food) dan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).
Mungkin terkesan agak repot, tapi semua berjalan dengan menyenangkan... selain itu mengajarkan sa untuk disiplin, karena Aisyah kalau jam makannya sudah lewat, ia lebih memilih untuk tidur dan enggak makan sama sekali :'(
Nah, di sini sa ingin cerita sedikit tentang MPASI yang Aisyah jalani.
Pukul 07.00 wib pagi, aisyah sarapan dengan jus buah. Hanya satu jenis buah, kadang mixed. Sejauh ini, Aisyah sudah diberi jeruk, melon, apel, pear, semangka, mangga, alpukat, nenas manis, buah naga, pisang, durian, hmmm, apalagi ya? hihi, lupa. Yang paling aisyah suka itu jeruk, pear hijau, dan alpukat.
Makan buah naga merah, berwarna semua :-D
Buah kan agak susah ya dapatnya kalau enggak musim, beruntung sejak awal MPASI sa tinggal di Batam tempat Abusyik dan Nenek Aisyah, jadi di mall yang menjual berbagai jenis buah di luar musimnya. Nanti balik ke Jepara akan dikondisikan.
Sejauh ini Aisyah aman dan lahap makan buah, dengan catatan buahnya adalah buah baru yang krenyes-krenyes kalau digigit, kalau uda seperti bergabas gitu, enggak mau sama sekali.
Awal penyajian jus-nya sa saring, pure buah, enggak dicampur air, jadi benar-benar hanya air sari buah. Sekarang, uda enggak disaring lagi jusnya, ditambah sedikit air atau ASI.
Selesai sarapan, main sebentar, mandi, tidur. Sekitar Pkl.11.30 wib bangun ngemil biskuit gandum, main merangkak sana-sini, manjat-manjat, berdiri-duduk berdiri-duduk, sampai Pkl.12.30 wib makan siang bubur saring.
Buburnya dimasak sejak Pkl.10.00 wib, selama sekitar 2 jam. Bubur beras merah atau beras putih organik dimasak dengan sayur (brokoli, sawi, bayam, sawi putih, jagung manis, atau baby kailan), kentang parut, wortel parut, dan ikan/daging/ayam/hati/telur rebus. Untuk ikan sa pilih ikan yang enggak banyak tulang,seperti salmon, kakap, tenggiri, tongkol. Saring.
Awal MPASI buburnya dibuat seencer ASI kemudian sedikit-sedikit ditingkatkan teksturnya.
Selesai makan siang, main sebentar, tidur siang, sekitar Pkl.16.00wib bangun, ngemil lagi sayuran yang dikukus (brokoli, wortel, atau kentang) atau buah yang dipotong seukuran jari. Terus mandi, kadang tidur lagi sebentar atau main, kadang kalau Abusyik cepat pulang kerja diajak jalan-jalan, seringnya kalau sore baca koran dengan Abusyiknya. Pkl.18.00wib makan malam bubur saring lagi, terus main lagi, Pkl.20.00wib tidur sampai shubuh.
Sejak usia 8 bulan sesekali mulai diberi mentega unsalted atau keju unsalted untuk buburnya, dan yogurt plain untuk makanan selingan.
Aisyah juga suka diberi oatmeal, bubur dari brown rice, millet, buckwheat, black fragant rice, wheat, wild rice, gordon euryale seed, atau raw oat.
Di Batam, cukup mudah menemukan bahan-bahan untuk MPASI baby under 1 year. Abusyik Aisyah yang paling sering beli macam-macam bahan MPASI. Kata Beliau, biar Aisyah mencicipi sebanyak mungkin variasi makanan agar enggak jadi picked eater.
Untuk satu jenis bahan, sa kasih selama 3 hari berturut-turut untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak pada Aisyah.
Selama sebulan pertama Aisyah MPASI, sa membuat tabel evaluasi yang sa isi setiap hari, terdiri dari waktu makan, jenis makanan yang dimakan, teksturnya, jumlah yang habis dimakan, reaksinya - menimbulkan alergi atau tidak, hingga BAB-nya.
Hal tersebut sa lakukan karena Aisyah sempat sembelit dan sa ada riwayat alergi pada makanan tertentu. Namun, Alhamdulillah, Aisyah masih aman sampai hari ini.
Alhamdulillah, Aisyah juga sukaaa sekali minum air putih, tapi kata dokter konsumsi air untuk baby max.30mlxBB. Jadi, kalau Aisyah BB-nya 9,5kg,maka konsumsi air putih per hari maximal 30ml x 9,5 = 285 ml. Waa, cukup banyak juga,yaa :-)
Demikian, semoga bermanfaat :-)
Alhamdulillah, selalu ceria sebelum, saat, dan selesai makan :-)
Memutuskan hingga akhirnya menjalani MPASI homemade berawal dari group di sosmed (facebook) yang sa ikuti, yaitu HHBF (Homemade Healthy Baby Food) dan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).
Mungkin terkesan agak repot, tapi semua berjalan dengan menyenangkan... selain itu mengajarkan sa untuk disiplin, karena Aisyah kalau jam makannya sudah lewat, ia lebih memilih untuk tidur dan enggak makan sama sekali :'(
Nah, di sini sa ingin cerita sedikit tentang MPASI yang Aisyah jalani.
Pukul 07.00 wib pagi, aisyah sarapan dengan jus buah. Hanya satu jenis buah, kadang mixed. Sejauh ini, Aisyah sudah diberi jeruk, melon, apel, pear, semangka, mangga, alpukat, nenas manis, buah naga, pisang, durian, hmmm, apalagi ya? hihi, lupa. Yang paling aisyah suka itu jeruk, pear hijau, dan alpukat.
Makan buah naga merah, berwarna semua :-D
Buah kan agak susah ya dapatnya kalau enggak musim, beruntung sejak awal MPASI sa tinggal di Batam tempat Abusyik dan Nenek Aisyah, jadi di mall yang menjual berbagai jenis buah di luar musimnya. Nanti balik ke Jepara akan dikondisikan.
Sejauh ini Aisyah aman dan lahap makan buah, dengan catatan buahnya adalah buah baru yang krenyes-krenyes kalau digigit, kalau uda seperti bergabas gitu, enggak mau sama sekali.
Awal penyajian jus-nya sa saring, pure buah, enggak dicampur air, jadi benar-benar hanya air sari buah. Sekarang, uda enggak disaring lagi jusnya, ditambah sedikit air atau ASI.
Selesai sarapan, main sebentar, mandi, tidur. Sekitar Pkl.11.30 wib bangun ngemil biskuit gandum, main merangkak sana-sini, manjat-manjat, berdiri-duduk berdiri-duduk, sampai Pkl.12.30 wib makan siang bubur saring.
Buburnya dimasak sejak Pkl.10.00 wib, selama sekitar 2 jam. Bubur beras merah atau beras putih organik dimasak dengan sayur (brokoli, sawi, bayam, sawi putih, jagung manis, atau baby kailan), kentang parut, wortel parut, dan ikan/daging/ayam/hati/telur rebus. Untuk ikan sa pilih ikan yang enggak banyak tulang,seperti salmon, kakap, tenggiri, tongkol. Saring.
Awal MPASI buburnya dibuat seencer ASI kemudian sedikit-sedikit ditingkatkan teksturnya.
Selesai makan siang, main sebentar, tidur siang, sekitar Pkl.16.00wib bangun, ngemil lagi sayuran yang dikukus (brokoli, wortel, atau kentang) atau buah yang dipotong seukuran jari. Terus mandi, kadang tidur lagi sebentar atau main, kadang kalau Abusyik cepat pulang kerja diajak jalan-jalan, seringnya kalau sore baca koran dengan Abusyiknya. Pkl.18.00wib makan malam bubur saring lagi, terus main lagi, Pkl.20.00wib tidur sampai shubuh.
Sejak usia 8 bulan sesekali mulai diberi mentega unsalted atau keju unsalted untuk buburnya, dan yogurt plain untuk makanan selingan.
Aisyah juga suka diberi oatmeal, bubur dari brown rice, millet, buckwheat, black fragant rice, wheat, wild rice, gordon euryale seed, atau raw oat.
Di Batam, cukup mudah menemukan bahan-bahan untuk MPASI baby under 1 year. Abusyik Aisyah yang paling sering beli macam-macam bahan MPASI. Kata Beliau, biar Aisyah mencicipi sebanyak mungkin variasi makanan agar enggak jadi picked eater.
Untuk satu jenis bahan, sa kasih selama 3 hari berturut-turut untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak pada Aisyah.
Selama sebulan pertama Aisyah MPASI, sa membuat tabel evaluasi yang sa isi setiap hari, terdiri dari waktu makan, jenis makanan yang dimakan, teksturnya, jumlah yang habis dimakan, reaksinya - menimbulkan alergi atau tidak, hingga BAB-nya.
Hal tersebut sa lakukan karena Aisyah sempat sembelit dan sa ada riwayat alergi pada makanan tertentu. Namun, Alhamdulillah, Aisyah masih aman sampai hari ini.
Alhamdulillah, Aisyah juga sukaaa sekali minum air putih, tapi kata dokter konsumsi air untuk baby max.30mlxBB. Jadi, kalau Aisyah BB-nya 9,5kg,maka konsumsi air putih per hari maximal 30ml x 9,5 = 285 ml. Waa, cukup banyak juga,yaa :-)
Demikian, semoga bermanfaat :-)
Happy Anniversary My Daughter
Alhamdulillah, hari ini Aisyah-putri pertama kami genap 9 bulan. Bahagianyaaaa :-*
Syukur tak henti diberi kesempatan oleh Allah menemani tumbuh kembang Aisyah yang luar biasa, mulai dari bayi mungil, bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan ke kiri-kanan sambil pegangan pada dinding. Aisyah juga paling senang minta diteteh jalan dengan Abusyik-nya :-D
Alhamdulillah, Aisyah uda bisa melambaikan tangan dadadadah, tepuk tangan, main cilukba sendiri, cubit, ambil benda yang diinginkan dari dalam tas transparant, mengeluarkan dan memasukkan mainan ke dalam tas, yang paling seru adalah setiap hari membuat tertawa orang serumah :-D
Alhamdulillah, Aisyah juga masih ASI tanpa tambahan sufor dan masih konsisten dengan MPASI homemade. Bahagia... semoga Sa dan Aisyah bisa konsisten hingga lulus S3 ASI dan MPASI homemade tanpa gula garam sampai usianya 1 tahun. Cerita tentang MPASI-nya bisa diintip disini Yakin, Insya Allah kami adalah team yang solid. Allahumma Aamiin. :-D
Harapan kami, semoga Aisyah dapat tumbuh kembang dengan baik, sehat, cerdas, bermanfaat, menjadi anak shalihah, anak yang mencintai Al Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah memudahkan, memampukan, dan menajamkan ingatannya untuk menjadi seorang hafidzah, penghafal Al-Qur'an. Allahumma Aamiin.
Syukur tak henti diberi kesempatan oleh Allah menemani tumbuh kembang Aisyah yang luar biasa, mulai dari bayi mungil, bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan ke kiri-kanan sambil pegangan pada dinding. Aisyah juga paling senang minta diteteh jalan dengan Abusyik-nya :-D
Alhamdulillah, Aisyah uda bisa melambaikan tangan dadadadah, tepuk tangan, main cilukba sendiri, cubit, ambil benda yang diinginkan dari dalam tas transparant, mengeluarkan dan memasukkan mainan ke dalam tas, yang paling seru adalah setiap hari membuat tertawa orang serumah :-D
Alhamdulillah, Aisyah juga masih ASI tanpa tambahan sufor dan masih konsisten dengan MPASI homemade. Bahagia... semoga Sa dan Aisyah bisa konsisten hingga lulus S3 ASI dan MPASI homemade tanpa gula garam sampai usianya 1 tahun. Cerita tentang MPASI-nya bisa diintip disini Yakin, Insya Allah kami adalah team yang solid. Allahumma Aamiin. :-D
Harapan kami, semoga Aisyah dapat tumbuh kembang dengan baik, sehat, cerdas, bermanfaat, menjadi anak shalihah, anak yang mencintai Al Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah memudahkan, memampukan, dan menajamkan ingatannya untuk menjadi seorang hafidzah, penghafal Al-Qur'an. Allahumma Aamiin.
Senin, 07 Juli 2014
Lyssa, si kupu-kupu malam yang berbahaya
Beberapa hari ini,di Batam sering sekali saya menjumpainya di beberapa tempat, area seputaran rumah bahkan di mesjid saat tarawih. Enggak cuma satu tapi ada beberapa. Awalnya, saya sempat mengagumi kecantikannya, bahkan saya sempat mendekatinya untuk berfoto, hingga belakangan saya tahu dari teman-teman yang juga didatangi oleh sosoknya,kalau ia berbahaya. Bahkan sampai berani masuk ke dalam rumah, waspadalah...waspadalah!
Dari beberapa sumber yang saya baca, si kupu-kupu malam ini biasanya banyak di daerah semenanjung malaysia dan kalimantan hingga pengunungan himalaya. Saya baru mengetahui, saking terkenalnya si kupu-kupu malam ini sampai masuk wikipedia,lho!
Waa, sebegitu berbahayanyakah sampai sosoknya punya laman di wikipedia? Memang sih, enggak seberbahaya para kupu-kupu malam di Gang Dolly yang melegenda itu,tapi dia pernah "menyerang" Malaysia dan kalau kita dekat atau sampai bersentuhan dengannya bisa menyebabkan kita kegatalan, eh... gatal-gatal bahkan sampai sesak nafas. Kok bisa, sih?
Konon nama lengkapnya Lyssa Zampa Docile . Menurut info dari wiki, si Lyssa ini family dari Uraniidae . Yang mau kenalan, bisa lihat profilnya di sini
Seperti kata orang banyak, kalau cantik itu sudah bawaan lahir,si Lyssa ini juga begitu... sejak belum bermetamorfosa menjadi sosok dewasa yang indah, "orok"nya juga berbeda dari lainnya.
Sama halnya dengan kupu-kupu malam yang menyukai dunia malam yang penuh gemerlap lampu duniawi (hihihi, yang nulis makin ngaco), demikian pula dengan si Lyssa ini. Jadi jangan heran kalau kita bakal bertemu dia di cafe, mall, bahkan mesjid.
Kalau ketemu cuma satu, dua, atau tiga sih enggak bikin merinding kali,ya... tapi kalau si dia datangnya bergerombolan serem juga, kayak berita ini . Sekali nongol jumlahnya sampai jutaan! Kalau saya yang ada di TKP bisa pingsan, kali!
Sumber foto : google
Alhamdulillah, kunjungannya ke Batam belum sebanyak di Malaysia, walau pun menurut berita ini sudah mulai meresahkan warga.Tapi, masih aman buat jalan-jalan dan tarawih.
Hingga saya menyelesaikan tulisan ini, si Lyssa sudah tiga kali bertamu ke rumah kami
Dan anehnya, ntah apa yang terjadi, tiada angin mau pun hujan, esok paginya kami menemukannya telah dalam kondisi mengenaskan. Hancur, luluh, lantak, tak bernyawa.
Entah apa yang terjadi semalam padanya ... sedih, tentu saja. Namun, bukankah selalu ada hikmah di balik setiap kejadian? Semoga hakikah kecantikan bukan untuk meresahkan orang lain, bukan menjadi sebab kehancuran diri. Semoga diri dapat menjadi indah dalam makna, manfaat dalam kehidupan, hingga kembali padaNya dalam keadaan sebaik-baiknya. Allahumma Aamiin.
Dari beberapa sumber yang saya baca, si kupu-kupu malam ini biasanya banyak di daerah semenanjung malaysia dan kalimantan hingga pengunungan himalaya. Saya baru mengetahui, saking terkenalnya si kupu-kupu malam ini sampai masuk wikipedia,lho!
Waa, sebegitu berbahayanyakah sampai sosoknya punya laman di wikipedia? Memang sih, enggak seberbahaya para kupu-kupu malam di Gang Dolly yang melegenda itu,tapi dia pernah "menyerang" Malaysia dan kalau kita dekat atau sampai bersentuhan dengannya bisa menyebabkan kita kegatalan, eh... gatal-gatal bahkan sampai sesak nafas. Kok bisa, sih?
Konon nama lengkapnya Lyssa Zampa Docile . Menurut info dari wiki, si Lyssa ini family dari Uraniidae . Yang mau kenalan, bisa lihat profilnya di sini
Seperti kata orang banyak, kalau cantik itu sudah bawaan lahir,si Lyssa ini juga begitu... sejak belum bermetamorfosa menjadi sosok dewasa yang indah, "orok"nya juga berbeda dari lainnya.
Sama halnya dengan kupu-kupu malam yang menyukai dunia malam yang penuh gemerlap lampu duniawi (hihihi, yang nulis makin ngaco), demikian pula dengan si Lyssa ini. Jadi jangan heran kalau kita bakal bertemu dia di cafe, mall, bahkan mesjid.
Kalau ketemu cuma satu, dua, atau tiga sih enggak bikin merinding kali,ya... tapi kalau si dia datangnya bergerombolan serem juga, kayak berita ini . Sekali nongol jumlahnya sampai jutaan! Kalau saya yang ada di TKP bisa pingsan, kali!
Sumber foto : google
Alhamdulillah, kunjungannya ke Batam belum sebanyak di Malaysia, walau pun menurut berita ini sudah mulai meresahkan warga.Tapi, masih aman buat jalan-jalan dan tarawih.
Hingga saya menyelesaikan tulisan ini, si Lyssa sudah tiga kali bertamu ke rumah kami
Dan anehnya, ntah apa yang terjadi, tiada angin mau pun hujan, esok paginya kami menemukannya telah dalam kondisi mengenaskan. Hancur, luluh, lantak, tak bernyawa.
Entah apa yang terjadi semalam padanya ... sedih, tentu saja. Namun, bukankah selalu ada hikmah di balik setiap kejadian? Semoga hakikah kecantikan bukan untuk meresahkan orang lain, bukan menjadi sebab kehancuran diri. Semoga diri dapat menjadi indah dalam makna, manfaat dalam kehidupan, hingga kembali padaNya dalam keadaan sebaik-baiknya. Allahumma Aamiin.
Jumat, 18 April 2014
Hari Kelulusan S1 Aisyah
Jreng... jreng...Alhamdulillah, Jumat/ 18 April 2014 dengan izin Allah, Aisyah bisa lulus S1 ASI Eksklusif. Tak terasa sudah 6 bulan usia Aisyah, yeyeye ... sekarang uda bisa mulai makan ini itu. Pasalnya selama ini Aisyah cuma bisa lihatin kalau ada yang makan sambil ngences-ngences gimana gitu ... :-D
Terima kasih Ayah yang telah mengurus sertifikat Aisyah :-*
Pertama-tama, Alhamdulillah syukur kepada Allah karena hingga hari ini Aisyah dikaruniai kesehatan,begitu pula ayah, bunda, dan nenek yang mendukung program ASIX Aisyah. Kalau enggak, tiap Aisyah mulai menatap sendu sambil mulutnya nyam-nyam ngences lihat orang makan, pasti sudah dikasih makanan, deh. Alhamdulillah, berhasil sudah dilewati ujian itu, terutama buat Aisyah, kami bangga dengan kesabaran Aisyah menghadapi cobaan makanan yang berkali-kali dipamerin doang. hihihi, we proud you, dear ... *cium
jadi...jadi... sebenarnya bunda sejak jauh-jauh hari uda semangat menyambut hari bersejarah ini, hihihi. Mulai dari baca-baca literatur tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), googling menu MPASI homemade seperti yang ayah bunda rencanakan, tanya sana sini sama yang uda ngejalani MPASI duluan, nyiapin table evaluasi, sampai rajin hunting bahan makanan buat MPASI Aisyah di pasar, hihihi.
Finally, MPASI pertama Aisyah hari ini adalaaaah mandarin baby orange juice mixed ASI.Mau bilang jus jeruk campuk ASI aja ribet banget yak :-D
Ternyata, bukan bunda aja yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini (hihihi), ayah, ammah, nenek, dan abusyik juga semangat untuk menyaksikan Aisyah makan. Sayangnya karena kita lagi LDR-an sama ayah, jadilah ayah cuma bisa menyaksikannya via video call *terima kasih penemu videocall :')Sedangkan ammah,meski sedang sibuk sekali dengan kuliah dan tugasnya yang seabrek, stres, capek, ga tidur dua malam, tetap bela-belain izin sama teman-temannya buat online saat moment special ini *terima kasih, Ammah ... Aisyah sayang Ammah :-*
Awalnya, ekspresi Aisyah meringis-meringis gimana gitu, bunda sampai khawatir, jangan-jangan asem, tapi ternyata ... Aih, suapan selanjutnya Aisyah lahap banget. Waktu bunda icip sedikit rasanya manis. Habis sampai tuntas, sambil senyum sumringah dan masih ngeliatin tempat makannya yang uda kosong. Alhamdulillah :-)
MPASI ini juga bukan tanpa cobaan. Pasalnya, selain berencana untuk menyajikan MPASI homemade,sesuai panduan kesehatan semua menu makanan Aisyah juga harus no salt and sugar up to one year. Jadi bunda kudu berstrategi menyajikan rasa alami dari sayur atau buah agar Aisyah tetap bisa tahu bagaimana rasa manis, asam, asin. Semoga semangat bunda enggak cuma panas-panas taik ayam, semoga Allah memampukan dan memudahkan. Allahumma Aamiin. *ikat kepala kepalkan tangan semangat!
Harapannya, selain sukses MPASI, Aisyah juga bisa lulus sampai S3 ASI. Allahumma Aamiin. Mohon doa dan bimbingannya ya tante,om,ammah,ami,pak wa, auntie, kakak,abang dan semua yang Aisyah sayang, love you all because of Allah, muach ... :-)
Terima kasih Ayah yang telah mengurus sertifikat Aisyah :-*
Pertama-tama, Alhamdulillah syukur kepada Allah karena hingga hari ini Aisyah dikaruniai kesehatan,begitu pula ayah, bunda, dan nenek yang mendukung program ASIX Aisyah. Kalau enggak, tiap Aisyah mulai menatap sendu sambil mulutnya nyam-nyam ngences lihat orang makan, pasti sudah dikasih makanan, deh. Alhamdulillah, berhasil sudah dilewati ujian itu, terutama buat Aisyah, kami bangga dengan kesabaran Aisyah menghadapi cobaan makanan yang berkali-kali dipamerin doang. hihihi, we proud you, dear ... *cium
jadi...jadi... sebenarnya bunda sejak jauh-jauh hari uda semangat menyambut hari bersejarah ini, hihihi. Mulai dari baca-baca literatur tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), googling menu MPASI homemade seperti yang ayah bunda rencanakan, tanya sana sini sama yang uda ngejalani MPASI duluan, nyiapin table evaluasi, sampai rajin hunting bahan makanan buat MPASI Aisyah di pasar, hihihi.
Finally, MPASI pertama Aisyah hari ini adalaaaah mandarin baby orange juice mixed ASI.Mau bilang jus jeruk campuk ASI aja ribet banget yak :-D
Ternyata, bukan bunda aja yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini (hihihi), ayah, ammah, nenek, dan abusyik juga semangat untuk menyaksikan Aisyah makan. Sayangnya karena kita lagi LDR-an sama ayah, jadilah ayah cuma bisa menyaksikannya via video call *terima kasih penemu videocall :')Sedangkan ammah,meski sedang sibuk sekali dengan kuliah dan tugasnya yang seabrek, stres, capek, ga tidur dua malam, tetap bela-belain izin sama teman-temannya buat online saat moment special ini *terima kasih, Ammah ... Aisyah sayang Ammah :-*
Awalnya, ekspresi Aisyah meringis-meringis gimana gitu, bunda sampai khawatir, jangan-jangan asem, tapi ternyata ... Aih, suapan selanjutnya Aisyah lahap banget. Waktu bunda icip sedikit rasanya manis. Habis sampai tuntas, sambil senyum sumringah dan masih ngeliatin tempat makannya yang uda kosong. Alhamdulillah :-)
MPASI ini juga bukan tanpa cobaan. Pasalnya, selain berencana untuk menyajikan MPASI homemade,sesuai panduan kesehatan semua menu makanan Aisyah juga harus no salt and sugar up to one year. Jadi bunda kudu berstrategi menyajikan rasa alami dari sayur atau buah agar Aisyah tetap bisa tahu bagaimana rasa manis, asam, asin. Semoga semangat bunda enggak cuma panas-panas taik ayam, semoga Allah memampukan dan memudahkan. Allahumma Aamiin. *ikat kepala kepalkan tangan semangat!
Harapannya, selain sukses MPASI, Aisyah juga bisa lulus sampai S3 ASI. Allahumma Aamiin. Mohon doa dan bimbingannya ya tante,om,ammah,ami,pak wa, auntie, kakak,abang dan semua yang Aisyah sayang, love you all because of Allah, muach ... :-)
Selasa, 25 Maret 2014
LDR
Kata teman-teman LDR itu enggak enak, pasti-lah, ya ... dua hari suami dinas keluar kota aja rasanya uda gimanaaa gitu, biasa siang makan bareng, sore cerita-cerita, malam ngobrol-ngobrol, hari itu enggak ada. Meski bisa ngobrol via telepon tapi kan terbatas. Terbatas waktu, pulsa, aaah, pokoknya kehadiran itu enggak tergantikan, deh.
sumber gambar : google-lukmanfauzan.blogspot.com
Nah, enggak lama lagi saya harus siap-siap LDR-an sama suami, hks...hks.. sebenarnya rasanya beraaaaaat banget, tapi mau gimana lagi, demi kelanjutan nasib rumah tangga kami (halah), yaaa, mau enggak mau LDR adalah win-win solution untuk kami saat ini.*miris
Saya selalu teringat nanti suami makannya gimana? waktu puasa gimana? kalau kangen gimana? kalau suami sakit gimana? yang bersih-bersih rumah, rapikan pakaian? sarapannya, makan siang, makan malam? kalau rindu masakan saya gimana? (hihi, yang terakhir mah saya aja yang ge-er :-D). Pokoknya banyak pikiran yang berseliweran di kepala. Intinya saya khawatir, meskipun suami pernah nge-kost teuteup aja, seperti kata suami, selama nikah ia bergantung banget dengan saya. Sejujurnya, saya juga bergantung banget sama suami.
Sebenarnya saya ingin marah, tapi buat apa? cuma bikin stres sendiri. Berapa lama LDR-an? Belum tahu, mungkin setahun, dua atau tiga tahun. Semoga tidak terlalu lama, Aamiin.
Okey, sekarang saya harus semakin menyiapkan mental saya dan terutama Aisyah, karena Aisyah sangat dekat dengan ayahnya, saya juga baru kali ini bakal berjauhan dengan suami, hks..hks.. sebenarnya mengingat hari perpisahan yang semakin dekat membuat saya berkali-kali ingin menangis. Saya harus kuat... harus kuat... harus kuat!
Teman-teman yang pernah LDR-an dengan suami, bolehkah berbagi cerita bagaimana menjalani hari-hari? menyimpan rindu dan mengasuh balita tanpa suami di dekat kita? :-)
sumber gambar : google-lukmanfauzan.blogspot.com
Nah, enggak lama lagi saya harus siap-siap LDR-an sama suami, hks...hks.. sebenarnya rasanya beraaaaaat banget, tapi mau gimana lagi, demi kelanjutan nasib rumah tangga kami (halah), yaaa, mau enggak mau LDR adalah win-win solution untuk kami saat ini.*miris
Saya selalu teringat nanti suami makannya gimana? waktu puasa gimana? kalau kangen gimana? kalau suami sakit gimana? yang bersih-bersih rumah, rapikan pakaian? sarapannya, makan siang, makan malam? kalau rindu masakan saya gimana? (hihi, yang terakhir mah saya aja yang ge-er :-D). Pokoknya banyak pikiran yang berseliweran di kepala. Intinya saya khawatir, meskipun suami pernah nge-kost teuteup aja, seperti kata suami, selama nikah ia bergantung banget dengan saya. Sejujurnya, saya juga bergantung banget sama suami.
Sebenarnya saya ingin marah, tapi buat apa? cuma bikin stres sendiri. Berapa lama LDR-an? Belum tahu, mungkin setahun, dua atau tiga tahun. Semoga tidak terlalu lama, Aamiin.
Okey, sekarang saya harus semakin menyiapkan mental saya dan terutama Aisyah, karena Aisyah sangat dekat dengan ayahnya, saya juga baru kali ini bakal berjauhan dengan suami, hks..hks.. sebenarnya mengingat hari perpisahan yang semakin dekat membuat saya berkali-kali ingin menangis. Saya harus kuat... harus kuat... harus kuat!
Teman-teman yang pernah LDR-an dengan suami, bolehkah berbagi cerita bagaimana menjalani hari-hari? menyimpan rindu dan mengasuh balita tanpa suami di dekat kita? :-)
Musim Rambutan
Sudah hampir tiga bulan ini di Jepara-tempat domisili saya setahun terakhir sedang musim rambutan. Sebenarnya biasa aja kali, ya... musim rambutan kan terjadi di setiap daerah. Namun, ada yang membuat saya lumayan heran. Biasanya,jika musim rambutan di Banda Aceh, Batam, atau Medan paling banter yang saya lihat cuma sekitar tiga atau empat mobil pick up saja yang menjual rambutan dalam jumlah massal, kalaupun tempat khusus jual buah ada menjual rambutan hanya beberapa ikat saja.
Di Jepara ini yang mengangkut rambutan bukan hanya mobil pick up, tapi truk, container box, sampai semi fuso yang ban mobilnya ada selusin itu setiap hari layaknya seperti mengangkut pasir, rambutannya sampai menggunung, Subhanallah ... benar-benar membuat saya terheran-heran.
Foto : Pick up dan Truk pengangkut rambutan
Rambutan-rambutan itu diperoleh dari masyarakat dengan cara mencicil. Biasanya, masyarakat membawa rambutan menggunakan sepeda motor sekitar sepuluh sampai dua puluh ikat kemudian dijual ke pemilik mobil besar itu. Setelah mobil penuh, baru deh jalan. Makanya tak heran kalau jalanan jadi macet total kalau sore-waktu pelaksanaan transaksi. Ya, semua transaksi jual beli dilakukan di tepi jalan. Kebetulan setiap tahun pusat kolektif rambutan berada di sepanjang jalan depan rumah kontrakan kami, tak heran kalau sore depan rumah jadi pasar dadakan.
Foto : Rambutan hasil kolektif :-D
Kok bisa ya rambutannya sampai sebanyak itu? Sebenarnya wajar sih, saya perhatikan setiap rumah di Jepara ini halamannya luas-luas dan masing-masing rumah minimal ada dua pohon rambutan di halamannya. Rumah kontrakan saya sendiri, ada empat pohon rambutan di halaman depan dan satu pohon di halaman belakang, masing-masing pohon buahnya bisa mencapai 500-an buah. Subhanallah, banyak sekali kan?
Wah, berarti harga rambutan di Jepara murah dong,ya? Menurut saya, masih cukup mahal. Satu ikat rambutan harga pasarannya Rp.35.000,- sampai Rp.20.000,- isinya sekitar 40-an buah. Sebab harganya yang masih cukup mahal, banyak masyarakat yang menjual sendiri rambutannya di tepi jalan aka tidak menjual pada pemilik mobil besar.
foto : Penjual Rambutan
Rambutan sebanyak itu dibawa kemana aja? Awalnya saya mengira ada pabrik rambutan kaleng di Jepara atau Semarang yang menampung rambutan sebanyak itu. Ternyata, rambutan-rambutan itu didistribusikan ke Semarang, Bandung, sampai ke Jakarta.
Nah, untuk jenisnya juga bervariasi lho... Menduduki posisi pertama itu rambutan jenis lengkeng. Padahal dari segi bentuk sangat tidak menarik, warnanya umumnya hijau dan kecil, tapi rasanya seperti buah lengkeng, makanya harga rambutan jenis ini yang paling mahal dijual, pasarannya Rp.35.000,-/ikat. Kemudian rambutan binjai. Kulitnya merah, buahnya besar, dagingnya tebal dan manis dengan biji yang kecil, harganya Rp.30.000,- sampai Rp.25.000,-/ikat. Selanjutnya rambutan biasa dihargai Rp.20.000,-/ikat.
foto : rambutan jenis lengkeng
FYI, di Jepara ini orang-orang menyebut rambutan yang manis dengan BUAH ACEH, sedangkan untuk sebutan rambutan adalah buah rambutan yang asam.
Di Jepara ini yang mengangkut rambutan bukan hanya mobil pick up, tapi truk, container box, sampai semi fuso yang ban mobilnya ada selusin itu setiap hari layaknya seperti mengangkut pasir, rambutannya sampai menggunung, Subhanallah ... benar-benar membuat saya terheran-heran.
Foto : Pick up dan Truk pengangkut rambutan
Rambutan-rambutan itu diperoleh dari masyarakat dengan cara mencicil. Biasanya, masyarakat membawa rambutan menggunakan sepeda motor sekitar sepuluh sampai dua puluh ikat kemudian dijual ke pemilik mobil besar itu. Setelah mobil penuh, baru deh jalan. Makanya tak heran kalau jalanan jadi macet total kalau sore-waktu pelaksanaan transaksi. Ya, semua transaksi jual beli dilakukan di tepi jalan. Kebetulan setiap tahun pusat kolektif rambutan berada di sepanjang jalan depan rumah kontrakan kami, tak heran kalau sore depan rumah jadi pasar dadakan.
Foto : Rambutan hasil kolektif :-D
Kok bisa ya rambutannya sampai sebanyak itu? Sebenarnya wajar sih, saya perhatikan setiap rumah di Jepara ini halamannya luas-luas dan masing-masing rumah minimal ada dua pohon rambutan di halamannya. Rumah kontrakan saya sendiri, ada empat pohon rambutan di halaman depan dan satu pohon di halaman belakang, masing-masing pohon buahnya bisa mencapai 500-an buah. Subhanallah, banyak sekali kan?
Wah, berarti harga rambutan di Jepara murah dong,ya? Menurut saya, masih cukup mahal. Satu ikat rambutan harga pasarannya Rp.35.000,- sampai Rp.20.000,- isinya sekitar 40-an buah. Sebab harganya yang masih cukup mahal, banyak masyarakat yang menjual sendiri rambutannya di tepi jalan aka tidak menjual pada pemilik mobil besar.
foto : Penjual Rambutan
Rambutan sebanyak itu dibawa kemana aja? Awalnya saya mengira ada pabrik rambutan kaleng di Jepara atau Semarang yang menampung rambutan sebanyak itu. Ternyata, rambutan-rambutan itu didistribusikan ke Semarang, Bandung, sampai ke Jakarta.
Nah, untuk jenisnya juga bervariasi lho... Menduduki posisi pertama itu rambutan jenis lengkeng. Padahal dari segi bentuk sangat tidak menarik, warnanya umumnya hijau dan kecil, tapi rasanya seperti buah lengkeng, makanya harga rambutan jenis ini yang paling mahal dijual, pasarannya Rp.35.000,-/ikat. Kemudian rambutan binjai. Kulitnya merah, buahnya besar, dagingnya tebal dan manis dengan biji yang kecil, harganya Rp.30.000,- sampai Rp.25.000,-/ikat. Selanjutnya rambutan biasa dihargai Rp.20.000,-/ikat.
foto : rambutan jenis lengkeng
FYI, di Jepara ini orang-orang menyebut rambutan yang manis dengan BUAH ACEH, sedangkan untuk sebutan rambutan adalah buah rambutan yang asam.
Langganan:
Postingan (Atom)







































