Minggu, 19 Oktober 2008

Sumpah Demi Allah..

“Teh, teteh tau sumpah demi Allah itu apa?”

Yah..kira2 seperti itulah pertanyaan Alfath yang diajukan pada tetehnya di salah satu episode “Rinduku CintaMu” yang ditayangkan pada selama Ramadhan. Sejak episode ini, sa jadi senang menikmati tayangan Ramadhan yang satu ini, mungkin berbeda dgn sinetron2 Ramadhan yang suka “nyeleneh” ceritanya..

Dari sini, kita bisa belajar tentang kesederhanaan, hidup dengan penuh keikhlasan, bagaimana timbal balik antara orang tua dan anak2 dalam kehidupan SAMARA, adab bertetangga, bagaimana cara menanggapi dan menyelesaikan masalah dalam kacamata Islam, dan banyak lagi, lebih ke kehidupan nyata bermasyarakat dan alur cerita yang ringan dan LOGIS..(kebanyakan tayangan program televisi di Indonesia khan ga logis, ga mendidik, ga bernilai dan ga berbobot, bikin males!). Dan yang terpenting, ada pelajaran yang bisa kita dapatkan darinya.

Semoga beranjak dari tulisan ini, sa tidak disangka sebagai promotor tayangan tsb..;)

Ceritanya, alfath, seorang bocah SD menemukan seorang Bapak yang terluka parah di kakinya, namun alfath tidak mengetahui bahwa luka tersebut adalah luka tembak, alfath-pun membawa bapak tsb ke sebuah pondok, setiap hari alfath membawa makanan dari rumahnya untuk Bapak tsb, membawa pakaian dan kain sarung, dengan diam2 tentunya tanpa sepengetahuan orang tuanya, ketika Bapak tsb demam tinggi karena lukanya infeksi, alfath meminta obat di Bidan Desa, namun tidak diberi dgn alasan alfath tidak sakit..(Ya, alfath mmg tidak mengatakan untuk siapa obat yang dipinta tsb), akhirnya alfath nekat mengambil obat tsb, hingga membuat si Bidan Desa marah dan melaporkan perbuatannya pada kedua orangtua alfath.

Walaupun orang tuanya “menyidangnya” atas perbuatannya, alfath hanya mengakui perbuatannya, mengakui bahwa yang selama ini mengambil makanan di dapur adalah dirinya, mengakui bahwa yang mengambil pakaian dan kain sarung ayahnya adalah dirinya, namun, ia tidak membuka mulut terhadap alasan mengapa ia melakukan itu semua. Pelajarannya lagi, orang tuanya begitu memahaminya, dan percaya anaknya jujur karena telah dididik dengan kejujuran, dan membuka kesempatan waktu untuk alfath kapanpun ia ingin dan mau menceritakan alasannya. =)

Sayangnya alfath tidak mengetahui bahwa ternyata Bapak yang ditolongnya itu adalah seorang pembunuh yang lari dari penjara, dan luka di kakinya adalah luka tembak ketika ia melarikan diri dari penjara.

Kenapa alfath tidak pernah menceritakan “teman” barunya itu pada orang lain, temasuk pada kedua orang tua dan tetehnya?

Karena, alfath telah BERSUMPAH DEMI ALLAH sesuai kesepakatan bersama Bapak itu untuk merahasiakan keberadaan Bapak tsb di pondok yang sekarang dinaunginya.

Walaupun pada saat itu alfath belum mengetahui apa yang dimaksud dengan bersumpah demi Allah? Namun ia begitu keukeuh memegang janji dan amanahnya, hingga akhirnya ia menanyakan pada tetehnya dan mendapatkan penjelasan jelas dari ayahnya maksud dari Bersumpah demi Allah, ia hanya mengatakan “tidak ada apa2” ketika ayahnya menanyakan kenapa ia bertanya tentang itu.

Hingga pada suatu siang, ketika ia ke warung untuk suatu hal, dan orang2 membicarakan tentang pembunuh yang lari dari penjara itu, alfath-pun jadi mengetahui, bahwa orang yang ditolongnya adalah seorang penjahat.

Lantas, apakah saat itu juga alfath langsung mengkhianati janjinya? Amanah yang dititipkan padanya untuk merahasiakan keberadaan pembunuh itu?

Tidak, alfath tidak membocorkannya pada orang2 sekampung..

Lalu, bagaimana respons alfath ketika mengetahui kebenaran status orang yang telah ditolongnya?

Marah? Tentu saja.

Merasa dibohongi?

Pasti!

Alfath langsung mendatangi Bapak tsb, marah..protes..kenapa dibohongi??

Sedemikian marahnya, Bahkan mengancam akan mengatakan pada orang2 sekampung ttg keberadaan Bapak tsb.(Sungguh, ni session yang paling menyedihkan sepanjang episode, hks2.sampai nangis waktu nontonnya!(”,)).

Lalu, bapak itu pun menjelaskan dgn kesungguhan, knapa ia sampai lari dari penjara, tak lain dan tak bukan adalah karena keinginan yang begitu besarnya untuk bertemu ibunya yang telah sakit2an, ia ingin meminta maaf pada ibunya sebelum terlambat, karena selama ini betapa ia selalu dan senantiasa menyakiti ibunya…setelah bertemu ibunya, ia berjanji akan segera menyerahkan diri ke polisi.

Alfath tidak mungkin mampu sendirian memapah bapak tsb ke rumah ibunya, untuknya alfath meminta bantuan tetehnya..awalnya, tentu saja tetehnya menentang, hingga akhirnya tetehnya bersedia ikut membantu Bapak tsb bertemu dgn ibunya.

Nurut sa, ceritanya sungguh luar biasa…

Betapa bangga dan bahagianya memiliki anak seperti mereka.

Dari sini, bisa belajar mendidik anak, bagaimana di usia yang demikian belianya, si anak bisa bersikap demikian bijak, tidak gegabah, dan begitu memegang amanahnya, tentu saja semua itu tak lepas dari bagaimana didikan dari kedua orang tuanya, right?

Belajar, bagaimana memegang amanah, belajar banyak hal..

Semoga, ketika kita menjadi orang tua bagi anak2 kita nanti, kita dapat menjadi madrasah terbaik untuk anak2 kita, melahirkan dan mendidik mujahid/ah yang shaleh/ah, cerdas, bijak, amanah, dan bertanggung jawab, bukan hanya terhadap dirinya dan keluarganya, tapi juga terhadap orang lain. AminYaaRabb.

pujian yang tidak sebenarnya...

“Orang yang menghormatimu, sebenarnya ia hanya menghormati keindahan yang ditutupi oleh Allah. Padahal yang wajib dipuji adalah untuk Zat yang menutupi kamu, bukan pada orang yang memuji dan berterima kasih padamu.”

Manusia adalah tempat salah dan tempat aib. Pada umumnya manusia sendiri tidak menyukai sifat-sifat seperti itu. Apabila ada orang yang memujimu, itu bukan karena kehormatan yang ada padamu, akan tetapi oleh karena Allah menutupi kejelekanmu dengan menampakkan kebaikanmu. Manusia yang pada umumnya lebih suka melihat barang yang sifatnnya lahiriyah, mudah tertipu oleh penglhatannya sendiri. Oleh karena manusia tidak dapat membedakan mana yang hakiki dan mana yang palsu.

Bagi hamba yang saleh, maka peristiwa manusia seperti ini pasti ia kembalikan kepada Allah. Karena Allahlah yang menciptakan manusia, dan Maha Tahu apa yang sebenarnya dibalik semua yang nampak. Penghormatan seorang hamba kepada sesama manusia sebenarnya bukan diarahkan kepada apa yang kepada apa yang ia lihat dari lahiriahnya, akan tetapi hendaklah kepada apa yang ada didalam batinnya. Oleh karena manusia tidak mampu melihat apa yang ada dalam batin seseorang, maka penghormatan itu dikembalikan kepada sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Manusia pasti memiliki kekurangan, karena aib yang disandangnya itu. Ia kuatir apabila aibnya diketahui oleh sesama manusia. Ia akan malu dan merasa terhina. Allah SWT. telah menutup aibnya itu dan menampakkan kebaikan yang ia miliki, sehingga kejelekannya tertutup dengan sangat rapinya, dari penutup yang sangat indah dari Allah SWT.. Sehingga apabila ada yang memujinya, tidak lain karena begitu indahnya penutup yang dipasang oleh Allah pada dirinya. Maka tertutuplah cela dan aib manusia, lalu nampak kebagusan lahiriyahnya.

Karunia Allah dan penutup yang indah ini hendaklah disyukuri. “Barangsiapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur pada dirinya sendiri, dan barangsiapa yang inkar, sesungguhnya Allah SWT. Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (Qs. Luqman: 12)

Kamis, 16 Oktober 2008

Intermezzo Kehidupan (Part 2)

ngomong2 tentang sifat pelupa..
ternyata ada seseorang di Rumah Zakat Indonesia cabang aceh yang pelupanya tu minta ampyuuuuuuun..amit-amit nyebelinnya..


tak lain dan tak bukan, P'yadi..


bayangin aja yaa..ga sampai 5 menit ngomong dengan P'yadi..
truz dia uda lupa


alhasil..


KLIK!!


dengan kejamnya dia mengunci pintu kantor dalam keadaan kantor masih ada personil yang tertinggal


Parahnya..kejadian LUPAnya P'yadi ni ga cuma sekali


sampai tulisan ini dimuat, uda terhitung TIGA KALI


sebel bin kesel banget rasanya, koq bisa beliau lupa dalam waktu yang sesingkat itu? masih muda koq uda segitunya..


mana battery hp nyaris sakaratul maut, untung masih bisa send sms untuk beliau..
keselnya lagi, balasannya c SEGERA..


tapi beliau baru datang tu 2 JAM KEMUDIAN..


hhh..gmna ga nangis aja coba, trz beliau datang dengan muka ga berdosa sambil senyam-senyum cengengesan...


Hugh..!!

Intermezzo Kehidupan (Part 1)

Sa akui sa memang pelupa,
Dan puput, orang yang paling sering berinteraksi dengan sa juga seorang pelupa,
Biasanya kami lupa terhadap barang2 kami, hehehe..


Bedanya, sa tetap merasa ada yang hilang meski ga ingat apa yang hilang..
Tapi kalau puput, ga sadar kalau dia kehilangan sesuatu..(Kalau dijabarin 1/1 akan menjadi list yang panjang)


Solusinya, sa ntuh harus, kudu, musti, wajib SEGERA mengembalikan barang yang sa pakai ketempatnya semula, karena kalau uda pakai kata NANTI, hasilnya pasti lupa.


Bedanya lagi, sa ntuh orangnya melankolis, kalau puput sanguinis banget.. karenanya kami sering “berantem” hehehehehe…kata puput c sa yang bawel..=(


Abis gimana..sa ntuh suka sebel bin heran plus ga habis pikir, “koq ada yaa orang yang seberantakan gini?” (hehehe,,peace yaa,Put!!), itu khan bikin penyakit pelupanya tambah kronis.. sa kadang suka jadi males ngomong, abis puput uda diingetin berkali2 kalau jangan ngeletakin barang sembarangan, ga denger juga c..keliatannya khan jadi berantakan, ga rapi, kotor, bikin pusing kalau ngeliatnya, terus kalau nyari barang yang diperlukan jadi susah..(hehehe..teh siti kalau sa uda ngedumel dgn puput suka ketawa)
Tapi sa jg tau, puput sebel pangkat heran kalau sa uda bawel, tapi dia mah cuek aja..=D


Sering kali kami saling ngeledek,
Gmna yaa kalau puput dapat suami orang yang melankolis, rapi banget, teratur..
Trz sa dapat suami yang sanguinis banget, berantakan, cuek, ga teratur…=D


Trz, sa ntuh orangnya kebanyakan pakai perasaan, banyak segan dan malunya..
Kalau puput ntuh cenderung cuek, ga sentitif and ga peka banget..!!


Puput tu lebih dewasa, lebih realistis,,
Kalau sa, mungkin datar2 aja..nrima aja selama tidak didzalimi..
Kangen masak bareng puput
Begitu kangennya, sampai keranjingan masakin untuk dia, padahal niatnya untuk memacu dia buat ngajak masak bareng, tapi kayaknya dia ga “ngeh”..=/
Atau mungkin, puput blm punya cukup waktu yaa??
(lho koq jadi curhat di Blog??)


Ruang lingkup pergaulan kami-pun berbeda..
Kata puput, sa adalah satu2nya teman puput yang sebaya..
Yup, ruang lingkup pergaulan puput adalah orang2 dewasa, yang umurnya diatas kami..para eksekutif, pengusaha..(ceilee..), pokoknya orang kantoran-lah..
Kalau sa?
Anak2 sekolahan, anak2 SD, SMP, dan SMA, senin sampai minggu dengan jadwal hari yang bergantian dan rutin, adik2 letting di kampus, teman2 seangkatan.. orang dewasa ada juga c..tapi mungkin sekarang ga terlalu intens dan frekuensi komunikasi dan pertemuan juga berspasi jauh.


Cara berpikir kami pun berbeda, sudut pandang kami berbeda, cara kami menghadapi dan menyelesaikan masalahpun berbeda..


Mungkin sa terlalu lemah dibanding puput..
Saat yang paling mnjadi favorit sa adalah ketika kami sholat bersama,, ada kebahagiaan yang memenuhi setiap ruang dalam hati sa ketika saat-saat itu.. lalu selesai berdoa, kami curhat, cerita2, tertawa, saling ngeledek atau menggoda..


Hehehe..indah sekali bukan sebuah persahabatan itu?
Betapa bahagianya ketika kita bisa menyayangi sahabat kita karena Allah..
Meskipun kami berbeda, tapiperbedaan itulah yang membuat persahabatan kami menjadi sedemikian indahnya..=)


Satu hal yang hingga saat ini sa nggak tau,
Apakah puput benar2 menganggap sa sebagai sahabatnya?
Apakah puput nyaman dan bahagia serta menyayangi sa sbg sahabatnya karena Allah?
(Upz!! Jangan salah sangka yaa..bukan berarti sa punya kelainan psikis lho..)


But, anyway..
Ana Uhibbuki Ilallah, ukht..^_^
Kado kecil untuk yang nyayangin puput,
Sarah,-

perjuangan atau pengorbanan?!

senin kemaren sa niat banget mo buat SIM, daripada kena tilang melulu..sama aja ngabisin uang blnja untuk "beliau2" tu..alhasil,senin tu sa datng ke kantor polisi jam 9.15 teng..sampai disana,after ngasih focop KTP ma salah satu dari "beliau" tu,sa disuruh tunggu..katanya c ga lama..tapi uda sampe jam 2 sa tunggu,gak ada confirm apapun, akhirnya sa tanya,"koq saya gak dipanggil2?" (padahal orang yg datngnya lebih lambat dari sa uda siap n uda pulang dari kapan2..:-/) trz,dgn entengnya tu beliau bilang "gak sempat lagi dek,besok aja kamu balik lagi.."(hugh..uda dari pagi nunggu,baru di bilang jam segini? mungkin kalo ga sa tanya bakal sampe sore..:-/)=> this is first day...


selasa,sa balik lagi ni..pulang kul.sekitar jam 12 githu..dgn niat n tujuan yg sama,berbekal pengalaman gak enak kemaren,jangan sampe terulang,begitu sampe n jumpa dgn "beliau" yg kemaren ngambil focop KTP,langsung sa tanyain d...kata beliau saat itu.."iya,kamu tunggu aja,hari ni langsung selesai.." Tapi,ternyata..tetep aja terjadi penantian yg sia2..2 jam nunggu..NIHIL..disuruh balik besok..yang uniknya hari nie..sa dapet "info bagus" dari salah satu "para penanti SIM"


gini..


PI(pemberi info):"dek,kalau mau buat urusan "disini" jangan pergi sendirian,apalagi kamu gak punya kenalan.Disini,kalo gak ada kenalan bakal dipersulit,makanya cari donk kenalan "beliau", pacar atau apa keq.."
Sarah: lho? katanya instansi melayani masyarakat, masa' cem githu?
PI : ini c uda jadi rahasia umum dek..liat aja,misalnya kalo ada tilang di jalan,yang punya kenalan,teman atau pacar mereka pasti dibebasin,tapi orang awam kayak kita harus rela ngeluarin min.selembar 50.000-an..


akhirnya,diriku yang kurang beruntung ini kembali pulang tanpa mmbawa hasil..(kecuali info tadi)


Rabu,huugh..begitu datang jam 10 langsung minta kepastian dgn beliau yg kemaren uga' jam berapa foto n selesai SIM-nya..katanya tunggu aja..(hugh..),uda nunggu sampe jam 1 siang gak dipanggil2 juga,akhirnya sa pulang,setelah sebelumnya s4 berpesan dgn beliau yg tadi..besok sa balik lagi..


Kamis pagi,jam 9 teng..setelah 3 hari pigi ngurus sendirian n berakhir dgn gatot alias gagal total..akhirnya hari ini sa dateng bareng fa,temn SMA yang punya nyali lebih gede'dari sa..(alnya fa gak tega denger cerita pembuatan SIM yang super njelimet kayak gini..)
begitu sampe n menyatakan maksud, beliau yang duduk dibawah bilang "gak bisa dek,lagi ada tamu,nanti aja balik jam 2"


akhirnya sambil nunggu jam 2,kami pergi service motor,n nyari buku..sekitar jam 11.30 sa ajak fa coba balik gi "ke sana" cz,seingat sa kemarin kata salah satu dari beliau tu kalo mau buka SIM bukanya dari jam 9 pagi sampe jam 1 siang,masa'ni disuruh balik jam 2..apa gak salah..?!akhirnya fa yang baik hati bersedia back..sampe disana.."gak bisa dek,lagi mati lampu,nanti aja balik jam 2"


PAsRAH..n pulang..cz,matahari panas banget..niatnya abz sholat n makan siang kami balik...


Kamis,jam 2 teng...
sampe disana..eh,malah dibilang.."koq telat kali datngnya dek,uda gak bisa lagi ni uda tutup.besok aja kamu balik lagi..."


Fa dekat keberaniannya..
"kami uda 4 hari ke sini koq selalu dibilang besok..besok..besok..harini aja kami uda 3X balik kesini.."


Beliau: ya uda kalo kalian mau tunngu aja,mungkin jam 5 baru selesai..


dengan harapan akan selesai hari ini,akhirnya kami nunggu juga dari jam 2 tu..sambil PASANG KUPING BAIK2 JANGAN SAMPE DIPANGGIL NAMA GAK DENGER...(padahal setiap nama yg akan foto or uda selesai SIM dipanggil pengeras suara alias mix,tapi namanya uga wanti2..)
asal tau aja nie...ruangan yg sebenernya ada AC n gak boleh ngerokok ini dipenuhi asap rokok,cz,semua para peserta antrian pada ngerokok,hugh...sebenarnya be-te banget..palagi fa sensitive banget ma asap rokok,n sa walau gak sesensitive fa terhadap asap rokok uga uda mulai pusing...


uda jam 3 belum dipanggil uga..


FA: "fa pingin BAK nie,uda dari tadi nahan gak kuat lagi.."
SA: "fa tunggu ntar lagi ya..takut ntar kita pigi malah di panggil.."
JAM 4.15
FA: sa,fa uda gak tahan lagi nie..fa ke toilet dulu ya..
Sa: ehm...jangan lama2 ya..
Fa: iya,fa langsung balik..


ALONE again..uda hampir jam 5 fa belum balik2..orang da pada pulang..akhirnya sa tinggal sendirian..baru di panggil..


Beliau: "Dek,ngapain? kamu tunggu siapa?
Sa: mau buat SIM pak,tapi belum foto..
Beliau: uda tutup dek,besok aja kamu balik lagi..
Sa: tapi pak,saya uda tunggu dari tadi..
beliau: gak bisa,besok aja kamu balik lagi..


Akhirnya, pertahanan 4 hari ni bobol juga..ntah karena kecewa,ntah karena kesel alias dongkol bin jengkel..keluar juga tu air mata...waktu turun,sa ketemu fa..n fa langsung tanya,"gimana? uda selesai SIM-nya?"


masih dalam keadaan pasca nangis nie.."belum,katanya besok disuruh balik lagi"


Fa: "koq kayak gitu,kata abang tu harini selesai..sa gak ada bilang apa2?"
Sa: "gak ada,sa gak berani.."


Fa,dengan ke-gentle womenan-nya naik ke atas, n langsung ke t4 beliau yang buat surat resume sa..


Fa: pak,kami uda dari tadi tunggu,kog kayak gini jadinya? tadi kata abg tu harini langsung slsai.
Beliau X : mana abg yang bilangg tu,panggil dia kesini.


fa datang ke beliau yg bersangkutan..


"bang,tadi katanya harini siap,kami uda 4hari kesini,harini uda 3X balik dari tadi pagi,uda berjam2 kami tunggu..sia2 aj donk.."


akhirnya ke t4 bapak beliau X...(dalam ruangan ada 2 orang "beliau")


beliau Y : mana sarah..panggil dia kesini..(intonasi emosi)..memanggil dgn intonasi tinggi..(n menggelegar..)


fa yang gak pernah bisa dimarahin spontan nangis begitu di bentak2...
n sa..mau nangis lagi gak mungkin karena da liat fa nangis..


beliau Y; "kamu,sudah saya panggil dari tadi gak dengar...(intonasi tinggi..)"


WHAT? gak dengar? yang bener aja..? emang kita budeg apa? tapi sa tetep diem...hehehe..daripada nagis lagi..


Akhirnya,sore itu..gak sampe 5 menit,tu SIM selesai..setelah..


1. sa ninggalin kul. 4 SKS plus yang ngajar Prof. hanya gara2 nunggu 4 hari berturut2, total mata kul.yang sa tinggalin selama 4 hari nie..7 mata kul. n dgn total SKS,19 SKS
2. sa mrasa mnzalimi fa,cz..pulangnya fa langsung sakit sampe ikutan gak bisa kul.
3. malam itu juga sa masuk RS (walau cuma semalam) gara2 bergumul dgn asap rokok terlalu lama,n kecapekan..hehehe..sama cem fa.."tumbang" pusing....
4. de..el..el..
pelajaran n pengalaman banget d...sampe'ngerasa cukup d,ni pengalaman pertama n terakhir berkunjung "ke sana"..

Jika Tuntutan Menikah Sudah didepan Mata

Bagaimana jika tuntutan menikah sudah di depan mata?


Hhh..awalnya sa ngerasa biasa aja menanggapi pertanyaan tsb, bau2 nya c kalo di tanya' atau dimintai pendapat tentang "itu", sa selalu ngejawab berdasarkan teory yg banyak di muat dalam kolom pembaca di majalah2, tabloit2, atau dari buku..dll


niatnya c sa uga pingin ngejalani di usia muda..(upz!!), alasannya? Banyak, salah satunya, yaa..pingin meminimalisasi n mghindari gosip, fitnah, bin ghibah, yang kata seorang sahabat, "datangnya karena disebabkan sifat n kebiasaan sa ndiri, yg kalo di ibaratkan dgn makanan, sa seperti keripik dan kerupuk: Renyah" => (Brak!!!)


Tapi ternyata, akhir2 ni sa makin ngerasa, kalo kesiapan tu gak hanya sebatas ujaran n teory yg ada, namun lebih dari sekedar itu, jangan ngerasa "sok siap" deh kalo ngerasa diri emang belum siap, well..u mnyempurnakan 1/2 dien, namun sebelum mutusinnya, bener2 tanya dulu d dari hati kamu yg paling dalam..


"siap gak c aku ngikuti semua aturan main dalam rumah tangga?"


cz, untuk hal ini, emang gak boleh pake asas coba2 or setengah2 khan?


setelah mendengar, kemudian bercermin dan belajar dari cerita2, curhat2 n pengalaman2 beberapa sahabat yg uda duluan, pfhh..rasanya rada complicated juga..sebelum jenguk mayor problems_a, cem masalah anak2, manajerial keuangan,dll..ternyata kadang yg minor_a pun bisa bikin kita missunderstanding dgn "ehem" kita, mulai dari kurang komunikasi, kurang kompromi sampai masalah eksistensi..(lha???)


Yaah..bayangin aja, ketika keberadaan seseorang diakui, pasti donk akan timbul sebuah kepuasan en rasa dihargai, tapi gimana kalo sebaliknya? ketika keberadaan seseorang gak dianggap? tersiksa berat deh..=/ masa' kita ada, tapi dianggap gak ada, ibaratnya nieh..kita masih idup tapi dianggap udah mati..Gedubrak!! apa gak bikin repot tuh?? ada gak adanya kita sama aja, gimana donk?
(hehehe..masih idup aja dianggap mati, gimana kalo uda mati?)


waktu masih sendiri n bersosialisasi dengan tmn2 aja rasanya gak enak banget khan kalo digituin, palagi kalo di gituin dgn "ehem" kita..bisa2 ikut asas rumah tangga seleb lagi!!!
kayak gini nieh misalnya..


waktu sebelum marriage, yg cowok sering banget ngumpul2 bareng temn2 nya, nah..waktu dah marriage, bukannya gak boleh, tapi dibatasi dunk..tau diri, tau waktu, jangan seenaknya aja pulang tengah malam atau ampe' pagi (karena nonton bola bareng cs misalnya), palagi kalo istrinya type orang yg gak berani ngomong, gak berani terbuka atau terus terang n suaminya type orang yg gak "ngerasa" atau sebaliknya si istri type orang yg uring2an..hhh..selamat aja d..


atau..


si istri sebelumnya aktivis banget..cantik, ekspresif, en aktif di banyak organisasi, trz after marriage, bukannya kudu meng-cut semua kegiatan Q'ta, apalagi Q'ta masih dalam notabene mahasiswi n dakwah emang penting, but bisa dunk kita mmbuat scala prioritas untuk kegiatan2 kita, mana yang penting, mana yang mndesak,en mana yg bisa dilimpahkan dgn orang lain..jangan terlalu jadi "sibuker" cz pasti dunk nyita waktu kita searian di luar, teruz kerjaan rumah gimana? gak bisa khan seenak waktu jomblo dulu, gak nyapu..teruz waktu suami pulang rumah kotor, berdebu, belum masak, n kita ndiri 5L karena uda kecapekan di luar, jangankan nyambut suami pulang dgn manis, pfhh..diri kita ndiri aja kuyu..kalo gini keadaannya, gak salah deh kalo si "dia" ngelirik yang laen..=(
de..el..el..de..el..el..


konsepnya..


ketika masih sendiri aja, kita kudu tawadzun, palagi kalo uda berdua..gak bisa dunk napsi2 lagi, semau n seenak gue, ngambil keputusan ndiri tanpa kompromi, jangan sampe ujung2nya just cry in the wilderness, so let's communication n compromize frenz..


Teruz, setidaknya ada beberapa hal yg bisa kita lakukan agar di cintai dan mencintai pasangan hidup kita..


Pertama, berusaha menerima segala kekurangan n kelebihan pasangan hidup kita. Meyakinkan bahwa dialah jodoh yang terbaik yg diberikan 4JJ. Dgn ini akan dapat mnumbuhkan energi cinta yg luar biasa (duilee..teory_a)


kedua, gak menuntut apa2 yg gak dimiliki atau diluar kemampuan pasangan hidup kita. jika hal itu terjadi maka pertengkaran dan konflik akan senantiasa menghiasi rumah tangga tersebut.
ketiga, berusaha bersabar dan memberikan yg terbaik bagi pasangan kita, disertai karena keikhlasan pd Allah semata


keempat, berusaha menjadi pasangan hidup yg mnyenangkan dimanapun dan dalam keadaan apapun. Adanya hal tersebut akan mmbuat rumah tangga jadi "lebih hidup" (hehehehe..sok tau aja yaa..)


kelima, saling mmpercayai dan berusaha mnjadi pendamping yg setia. Adanya kepercayaan akan menjadikan RT lebih live.


SETIDAKNYA, point itu bisa dicoba bagi yg sudah menemukan pendamping, dan setidaknya jadi bekal pengetahuan bagi yg belum menemukan.


(GEDUBRAK..anak bau kencur uda nulis ginian..!!)